
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Saat melewati Daddy Rafka, Pamungkas dan Kak Rain menunduk kan kepala nya secara bersaman bermaksud berpamitan.
"Mau ke mana kalian berdua?." Tanya Daddy Rafka sambil menaik kan ke dua alis nya ke atas.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Mau ke dapur Uncle." Jawab Pamungkas sambil menunjuk arah dapur rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.
"Iya deh sana, ouh iya Kak Rain? Kalo belum makan minta Bibi siapin aja yah?." Pesan Daddy Rafka sambil tersenyum manis.
"Iya Om." Jawab Kak Rain dengan di iringi senyuman manis nya.
Di dapur.
Kak Rain menduduk kan tubuh Pamungkas di kursi meja makan dan Kak Rain sendiri ke dapur untuk mengambil air hangat yang di letak kan di dalam baskom untuk lengan kanan Pamungkas.
Kak Rain berusaha menyingkap lengan baju Pamungkas, pemuda itu mengguna kan baju ber lengan panjang, jadi agak susah untuk menyingkap nya.
Karena agak susah, Pamungkas memegang tangan Kak Rain, dia menggenggam jari lentik Kak Rain.
"Susah Kak kalau mau nyingkap nih baju lengan panjang, aku lepas aja deh." Kata Pamungkas yang kontan saja di angguki Kak Rain.
Pamungkas melepas baju nya dan itu langsung membuat mata Kak Rain melotot.
Dia langsung menunduk kan kepala nya dengan pipi sampai telinga nya memerah.
Kak Rain malu menatap perut rata dan berotot milik Pamungkas, dada bidang Pamungkas membuat Kak Rain deg deg an, dan bahu lebar nya Pamungkas membuat Kak Rain ingin mimisan, masih ingin😄 belum kejadian😂.
"Ayo Kak obatin." Ujar Pamungkas sambil menampak kan senyum manis nya.
"I... i... iya." Kak Rain gugup menjawab Pamungkas. Karena tak mau berlama-lama menatap tubuh telanjang Pamungkas, Kak Rain segera mengobati, ouh lebih tepat nya mengompres lengan kanan Pamungkas dengan sangat hati-hati dan kelembutan.
Tak sengaja Kak Rain sedikit menekan nya dan kontan saja Pamungkas meringis nyengir kuda sambil mendesis.
"Sstt... ." Ringis Pamungkas pelan.
__ADS_1
"Ma... maaf sakit banget yah? Maaf banget ya Kas maaf." Ucap Kak Rain dengan pandangan mata khawatir.
Melihat pandangan khawatir, Pamungkas senang bercampur tak tega.
Dia senang di khawatir kan, tapi tak tega melihat raut itu hinggap di taut muka Kak Rain, agar khawatir nya Kak Rain berkurang bahkan hilang, Pamungkas menjawab perkataan Kak Rain dengan gelengan kepala.
Kak Rain bukan nya tenang malah makin khawatir, dia ingin segera menyelesai kan pengompresan itu agar tak membuat Pamungkas kesakitan.
Setelah lama berkutat dengan alat-alat kompres Kak Rain membuang air bekas kompresan itu dan mencuci tangan nya.
Setelah mencuci tangan, Kak Rain sedikit berlari kecil untuk kembali ke tempat Pamungkas.
Tapi setelah dekat dengan Pamungkas, Kak Rain malah tersandung kaki nya sendiri dan dia jatuh tepat berada pada peluk kan hangat Pamungkas.
Jantung ke dua insan anak manusia itu berdetak 2 kali lebih cepat dari biasa nya.
Pipi mereka berdua memerah malu, yang lebih menonjol tentu saja Kak Rain, dia tak bisa menyembunyi kan rasa gugup nya.
Lain hal nya dengan Pamungkas, dia memang merah pipi nya, tapi hanya samar.
Mata Kak Rain dan Pamungkas saling pandang, mata hitam Kak Rain dan Pamungkas bertabrak kan.
(Ck! Drama bener!) AuthorGesrek.
3 menit kemudian.
"Allahu akbar!." Pekik Kak Rain yang baru sadar bahwa dia terjatuh dan menimpa badan Pamungkas yang bertelanjang dada.
Kak Rain segera menjauh dan tanpa berucap apa-apa dia berlari kencang meninggal kan Pamungkas yang masih duduk di kursi meja makan.
Pamungkas mengusap wajah nya kasar sambil terus beristighfar.
"Allah!!! Astagfirullah!! Kalau ngga ingat Allah udah aku cun tadi bibir pink nya Kak Rain, Allah." Pamungkas terus beristighfar.
"Untung aja Lo sadar kalau masih ada Allah yang maha melihat semua kelakuan Lo di sini." Kata Damar tiba-tiba hadir dan duduk di samping Pamungkas.
"Lo ngapain sih pake telanjang gini?! Bisa juga kan cuma buka lengan kanan nya aja?! Modus Lu Paijo!." Seru Angkasa sambil mengacak rambut Pamungkas.
Pamungkas salting sendiri, dia memang sengaja melepas baju lengan panjang nya itu, memang modus tuh anak😐.
"Dah lah! Jangan ngurusin Gua, gimana sama para gadis-gadis kalian?." Tanya Pamungkas mengalih kan perhatian nya.
"Ya gitu deh, mereka tidur pulassss bangettt... sampe rasa nya ngga mau bangun Gua dari duduk di sebelah mereka, bahkan rasa nya pengen banget tidur di sebelah nya dan memeluk serta menghirup aroma harum dari tengkuk gadis Gua." Cetus Albhi sambil menyungging kan senyum manis nya.
'Plak!.'
"Ashhh!! Lo apa an sih Dam?!." Pekik Albhi ngga suka.
"Lo kalo ngomong di jaga yah! Lo emang sahabat Gua! Tapi kalo Lo macem-macem ama Wulan kita ngga bukan sahabat lagi!." Tegas Damar menatap tajam Albhi.
"Ck! Gua juga bercanda kali Dam, serius amat Lu!." Ucap Albhi sambil memanyun kan bibir nya ke depan.
Yah Damar memukul lengan Albhi dengan kekuatan keras dan kuat, karena Kakak dari Wulan itu tak suka mendengar omongan Albhi.
"Ngga lucu Lu manyun-manyun gitu, jijik Gua liatnya!." Ketus Damar sambil menonyor lengan Albhi pelan.
"Kita harus mampu tahan nafsu pada gadis kita masing-masing, yah walau pun ngga muda tapi ya harus coba, kalo sampe salah satu dari kita kebablasan, ancur udah!." Kata Angkasa memperingat kan para pria lain nya.
"Ck! Pengan cepet nikah Gua rasa nya kalo gini." Celutuk Pamungkas sambil menghembus kan nafas lelahnya.
"Sabarrr... ." Kata Mommy Za tiba-tiba.
__ADS_1
"Eh? Mommy? Kok?... ." Pertanyaan Damar menggantung.
Mommy Za hanya tersenyum manis menampak kan wajah cantiknya makin cantik walau pun sudah berusia paruh baya.
Tak lupa dibelakang Mommy Za ada Daddy Rafka sambil memeluk pinggang Mommy Za.
Posisi 2 paruh baya itu sangat romantis dan itu membuat para pria muda iri.
"Huaaa posisi Uncle sama Aunty bikin iri kaum jomblo aja." Kata Pamungkas lebay.
"Maka nya nikah dong." Cetus Daddy Rafka sambil terkekeh pelan.
"On the way!." Seru Damar, Albhi, Pamungkas, dan Angkasa bersamaan dengan mengepal kan tangan nya ke atas tanda menyemangati diri sendiri.
"Hahaha... sok-sokan mau nikahin anak orang, kerja dulu baru pikirin nikah, inti nya! Jaga gadis kalian masing-masing, wajib dan harus, kalau ada yang nyakitin 4 gadis itu maka siap-siap harus menyingkir jauh dari mereka!." Tegas Daddy Rafka menatap 4 pria di depan nya ini.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.