
"Pasien sudah menunjuk kan tanda-tanda sehat, tapi tidak bisa di katakan sehat total, karena masih membutuhkan beberapa terapi lagi." Jelas Dokter.
"Alhamdulillah Dok, kami semua ikut senang." Ucap Rafka, Abhi, Abdiel, Akifa, Alfi bersamaan dengan tulus dari hati mereka.
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
Jam sudah menunjuk kan anggak 16.15 sudah cukup lama mereka ada di RS.
Sudah saatnya mereka pulang.
Zarine berpamitan pada Sari.
"Sari?, kita pamit pulang ya, kamu sehat-sehat di sini, cepat pulih, assallammu'allaikum." Salam Zarine.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Sari sambil tersenyum ke arah 7 serangkai.
7 serangkai bersama Roy dan Dokter Hamid keluar ruangan.
"Kami semua pamit pulang Dok, tolong kalo ada apa-apa segara kabari saya." Pesan Roy pada Dokter sebelun pulang.
"Iya pasti Pak Roy, hati-hati kalian di jalan." Kata Doker.
"Assallammu'allaikum." Salam Roy pada Dokter.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Dokter.
Di parkiran RS.
"Kak Roy makasih mau nemenin kita ke sini." Ucap Tika.
"Hahaha, iya sama-sama, lagian tadi emang niatnya aku mau ks sini." Jawab Roy.
"Ya udah kita pamit Kak mau pulang, assallammu'allaikum." Salam Tika mewakili lainnya.
"Wa'allaikum sallam, hati-hati kalian di jalan." Pesan Roy.
"Iya." Jawab singkat Rafka.
7 serangkai masuk mobil dan mulai melajukan mobil keluar parkiran.
'Tin... tin... .' Rafka mengklakson pertanda pamit.
Roy mengangguk kan kepala dan mobil Rafka pun melesat meninggalkan gedung RS.
Roy juga ikut pulang untuk istirahat setelah seharian lelah dengan kegiatan nya yang padat.
Di tempat lain jauh dari Jakarta.
"Udah dapet barangnya Dra?." Tanya Ibu setelah Rendra keluar dari kamarnya dan ikut duduk di ruang santai rumahnya.
Rendra, Andi, Panji, dan Shita sampai di Lumajang pukul 15.45 tadi.
Mereka ber 4 langsung pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
"Udah Bu, tapi harganya bikin KanKer." Jawab Rendra.
"Baranya kan emang langkah Nak, jadi ya pasti aja harganya nguras kantong." Jelas Ibu.
Rendra mengangguk membenarkan ucapan sang Ibu.
"Terus itu Shita kok bisa ikut pulang?, Ibu pikir dia ngga bakal mau diajak balik ke sini." Tanya Ibu.
"Hahaha, tadi pagi aja pas mau pulang Raina nya nangis ngga ngebolehin." Cerita Rendra.
"Hehehe, Raina pasti berat mau lepas, secara Shita di sini tinggalnya sendiri, dia juga jarang keluar rumah kalo bukan hal yang sangat urgent." Kata Ibu.
Diam sejenak.
"Terus rencana nikah kamu sama Shita kapan Dra?." Ibu bertanya sambil fokus pada kegiatan nya, yaitu meghitung uang hasil jualan nya.
Yaaa sedari tadi Ibu Rendra berbicara sambil melakukan kegiatan itu.
"Untuk itu Rendra ngga mau buru-buru, Ibu juga harus rahasia in dari tetangga, jangan sampe ada yang tau, aku males rame." Pinta Rendra pada sang Ibu.
"Itu mah beres." Jawab Ibu.
Ibu dan anak itu pun terlibat pembicaraan saling melepas rindu kurang lebih 4 hari tak bertemu.
Kembali ke Jakarta.
Rafka Zarine telah sampai di rumah.
7 serangkai telah pulang ke rumah masing-masing.
Zarine sedang berbaring di ranjang menunggu Rafka keluar dari kamar mandi dan ruang ganti.
'Ceklek.' Pintu ruang ganti terbuka.
Rafka keluar dengan badan yang sudah segar.
__ADS_1
Kemudian dia mengambil laptob di meja belajar dan ikut naik ke ranjang duduk di sebelah Zarine.
Rafka fokus pada laptob nya, Zarine memiringkan tubuhnya dan menatap sang suami lekat.
"Yang?." Panggil Zarine sambil menusuk-nusuk paha Rafka.
"Hmmm?." Balas Rafka singkat.
Zarine yang merasa tak di hirau kan memiliki ide jahil di kepalanya.
Dia duduk tegap dari berbaringnya dan tiba-tiba... .
'Hap.' Mata Rafka gelap tak bisa melihat.
"Yang?." Panggil Rafka.
"Hehehe, jangan fokus sama laptob terus, sampe istri sendiri di cuek in." Kata Zarine sambil melepas tangannya dari mata Rafka dan beralih bergelayut manja memeluk leher Rafka dari belakang.
"Ada beberapa email dari kantor yang harus aku periksa, sabar yaaaa, tinggal 2 lagi." Kata Rafka sambil mengecup bibir Zarine yang tepat ada di sebelah kanannya.
Zarine mengangguk, dia menunggu Rafka dengan sabar.
Sesekali Zarine menciumi pipi Rafka dan menoel-noelnya.
Hingga... .
'Allahu Akbar... Allahu Akbar... .'
Adzan maghrib berkumandang.
Rafka meletak kan laptobnya di meja nakas dan menggulingkan tubuhnya ke ranjang.
Otomatis Zarine ikut terguling dan mereka tertawa cekikikan.
"Ayo ambil wudhu." Ajak Rafka.
Zarine menurut dan mengikuti langkah Rafka.
Mereka sholat berjamaah berdua di dalam kamar.
Selesai sholat Rafka Zarine turun untuk makan malam.
'Ting... tong... .' Bel rumah berbunyi.
"Pasti Abdiel Akifa sama yang lainnya." Tebak Zarine.
"Ya siapa lagi yang biasanya numpang makan kalo bukan mereka, ganggu aja sih orang mau makan berdua." Kata Rafka sambil tertawa kecil.
"Hehehe, udah ah jangan ketawa mulu, biar aku yang buka pintu kamu ke meja makan duluan aja." Kata Zarine.
Sebelum ke pintu depan, Zarine bertanya pada bibi di dapur.
"Iya Non kebetulan, ada apa emang nya Non?." Tanya Bibi.
"Hehehe, di depan ada tamu tak di undang Bi." Jawab Zarine.
Bibi mengerutkan keningnya lalu tertawa.
"Pasti Mas Abdiel ama yang lainnya ya Non tamu nya?." Tebak Bibi.
"Ya siapa lagi Bi kalo bukan mereka?, hehe." Zarine membenarkan tebak kan Bibi.
"Cukup kok Non in syaa allah, nanti kalo kurang Bibi bisa masak lagi." Kata Bibi.
"Makasih Bi, ya udah saya tinggal dulu buka pintu, Bibi ama yang lain jangan lupa makan ya." Pesan Zarine.
"Iya Non siiap." Jawab kompak ART Zarine.
Zarine berjalan membuka pintu.
"Yang ikut!." Seru Rafka. (Udah kek ayam sama anaknya, kemana-mana ngikut😂, dasar Rafka #AuthorPerusakSuasana😅).
'Ceklek.'
"Assallammu'allaikum!!." Salam 4 keluarga kompak.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Rafka Zarine.
"Mau ngapain?." Tanya Rafka.
"Numpang makan malam." Jawab gamblang Abdiel
Akifa menyikut perut suaminya itu, kemudian di susul cengiran khas ala mereka semua.
"Hehehe, udah ketebak sih kalo niatnya itu." Kata Zarine sambil tertawa kecil.
"Ayo masuk." Ajak Zarine sambil melebarkan pintu rumahnya.
Abdiel Akifa dan lainnya pun masuk.
Makan malam pun di mulai, 5 keluarga junior berkumpul dan makan di rumah Rafka Zarine.
"Kslian kebiasaan banget sih numpang makan, ini juga yang baru nikah, seharusnya kita yang makan di rumah kalian." Sungut Rafka pada 4 keluarga yang ada di depan nya ini.
"Hehehe, iya deh iya, besok malam makan di rumah Gua kalian semua, terus besol lusanya di rumah Bang Rafa." Atur Bang Idan dengan kekehan nya.
"Nah gito dong." Kata Rafka.
Rafka tidak marah mereka numpang makan, tapi hanya kadang merasa terganggu karena Rafka juga pengen ''punya waktu berduaan dengan istrinya.
Selesai makan malam.
__ADS_1
"Raf, kita semua pamit pulang dulu." Pamit Bang Rafa.
"Kebiasaan banget." Celutuk Rafka.
"Mau ngapain lagi emang?." Tanya Abhi.
"Iya udah deh syuh sana pulang." Rafka mengusir 4 pasang suami istri ini.
"Iya nih balik, Za kita pulang dulu, makasih makan malamnya, assallammu'allaikum." Salam Akifa.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Rafka Zarine.
Tuan rumah mengantar tamu ke pintu depan dan menutup pintu serta menguncinya setelah tamu pergi dari halaman rumahnya.
Rafka Zarine melangkah menuju kamar.
Setelah sampai Rafka langsung menutup dan mengunci pintu.
Lalu dia memeluk Zarine dari belakang.
"Yang?." Panggil Rafka dengan nada serak.
"Hmmm?." Sahut Zarine.
Kepala Rafka masuk ke dalam kerudung Zarine dan menghirup aroma tubuh nya dalam-dalam.
"Kamu wangi banget sih." Celutuk Rafka.
Rafka melepas kerudung Zarine dan meletak kan nya di meja rias.
Dia menggiring Zarine untuk ke ranjang.
Membaringkan Zarine di tengah ranjang, Rafka mulai menindih tubuh Zarine.
Lalu... .
'Allahu akbar... Allahu akbar... .'
"Ahhhhhh!." Erang Rafka frustasi.
"Ayo kita sholat dulu, nanti di lanjut." Bisik Zarine pelan.
Rafka bangun dari tubuh Zarine dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Selesai sholat.
Zarine mencium punggung tangan Rafka.
Dan Rafka mengecup kening Zarine.
Dia melepas mukena Zarine dan mulai mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri.
Kegiatan panas terjadi malam ini.
"Kamu kenapa semangat banget sih, uhhh." Tanya Zarine sambil mende**h lembut di telinga Rafka.
"Aku kangen kaya gini sama kamu." Rafka menjawab dengan bergerak di atas Zarine.
"A*hh... Rafka." D**ah Zarine membuat Rafka semakin bersemangat.
Sampailah mereka pada puncak kenik**t*n bercinta.
"Raf?... aku capek... ." Keluh Zarine.
"Ya udah tidur aja." Kata Rafka.
Saat mengatakan itu Zarine ternyata sudah terlelap dalam tidur nya.
"Hehehe, maaf Yang, Good night my wife." Ucap Rafka.
Dia juga mengusap perut datar Zarine di bawah selimut.
"Cepat hadir sayang, Daddy menunggumu." Kata Rafka.
Kemudian Rafka ikut tertidur lelap sambil memeluk Zarine.
Di sebelah kanan rumah Rafka Zarine dan sebelah kiri rumah Abhi Alfi.
2 pasang suami istri juga melakukan kegiatan panas, tak kalah dari Rafka Zarine.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Maaf ngga dapet feel nya
Jaga kesehatan selalu readers
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1