
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏🙏.
******************************
-
-
"Kita tunda dulu yah gitu an nya, aku capek." Pinta Shita manja dengan nada lirih alias berbisik.
"Ya Allah!!." Frustasi Rendra.
"Hahaha... sabar Yang, buat menuju ke sesuatu yang enak-enak itu butuh perjuangan." Kelakar Shita.
"Iya in dah biar cepet." Pasrah Rendra.
"Hahaha... ." Tawa Shita terdengar kembali.
10 menit selonjoran, merek pun masuk ke kamar dan tidur, sesuai permintaan Shita, Rendra tak melakukan apa pun malam ini di karena kan lelah.
Kita kembali ke kediaman Rafka Zarine.
Malam telah merangkak ke pagi hari, ayam berkokok memenuhi suasana pagi yang cerah ini.
Hari ini adalah hari senin tanggal 18, ujian praktik di mulai dari hari ini di SMA Merdeka.
"Ngga usah sekolah aja bisa ngga sih?." Tanya Zarine.
"Ngga bisa, nanti nilai ujian praktik kita merah lagi." Jawab Rafka.
"Assallammu'allaikum?." Salam sapa Abhi Alfi, Akifa Abdiel, dan Tika.
"Kuy berangkat." Ajak Abdiel.
"Gantian, bosen nyetir Gua." Kata Rafka, dia melempar kunci mobil ke arah Abdiel dan dengan sigap langsung di tangkap oleh Abdiel.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Ok biar Gua aja yang nyetir, Yang? Duduk depan sama aku." Kata Abdiel meminta Akifa duduk di sebelah nya.
Akifa hanya mengangguk kan kepala menyetujui.
7 serangkai masuk ke mobil dan Abdiel meluncur kan kendaraan roda 4 itu meninggal kan kediamana Rafka Zarine.
"Eh guys? Kemarin nikahan nya Shita Rendra megah banget yah, walau pun ngga di gedung." Ucap Akifa.
"Hmmm... Shita kelihatan cantik juga walau make up nya ngga terlalu nampak." Puji Zarine.
"Emang pada dasar nya dia cantik kan." Imbuh Tika.
"Semua cewek tuh cantik, tapi tergantung cowok nya yang lihat." Tutur Alfi.
__ADS_1
"Iya juga sih, kata nya nih yah, cewek bakal terlihat cantik kalo di mata cowok yang tepat." Kata-kata bijak dari Tika keluar dengan mulus.
"Kali ini Gua setuju ama Lu Tik." Sahut Akifa.
"Kalo di mata orang yang ngga tepat gimana?." Tanya Abdiel iseng.
"Ya mereka bilang kita cantik di mulut doang." Ringan Alfi menjawab.
"Apa lagi kalo buaya buntung, beuh pinter bat dah kalo di suruh bual." Timpal Akifa sambil melirik Abdiel sinis.
"Eh? Kenapa Buaya nya ke aku? Emang aku pernah boongin kamu?." Protes Abdiel.
"Engga, emang ngga pernah, aku cuma peringatin kamu aja jangan ampe kaya gitu." Jawab Akifa.
"Ngga bakalan aku kaya gitu Yang, cinta ku cuma buat kamu seorang tenang aja." Gombal Abdiel.
"Ehem! Aduh udah kaya dunia milik berdua aja yang lain ngontrak, bagus kalian berdua." Tegur Tika.
"Ouh sorry-sorry guys, Gua kira ini mobil Gua sendiri, habis nya kalian pada diem-diem bae." Celutuk Abdiel.
"Kita sengaja ngga ngomong mau denger gombalan Lo kaya gimana, ternyata sama kaya orang nya, konyol." Cetus Abhi ringan tanpa dosa.
"Astaghfirullah hal adzim... kalian jangan solimi." Ucap Abdiel yang langsung mendapat cubitan live dari Tika, Akifa, dan Alfi.
"Adoy?! Penganiayaan nih kalian." Keluh Abdiel dengan mengelus lengan kiri nya yang terkena cubitan tadi.
"Biarin aja." Ketus Akifa.
"Duh kalo Akifa yang cubit sih ngga terlalu sakit, beda lagi cerita nya kalo Alfi ama Tika yang cubit." Kata Abdiel yang kontan cubitan kembali mendarat di lengan kiri nya dengan amat sangat keras.
"Adohhh... kira-kira dong girl's kulit Gua terkelupas entar kalo kalian cubit nya kaya gitu." Gerutu Abdiel.
"Mohon bersabar Yang ini ujian." Kata Akifa dengan tertawa mengejek sang suami.
"Hiks, ya Allah... hamba mu sedang teraniaya." Seru Abdiel memelas.
Beberapa menit kemudian mobil Rafka sampai di SMA Merdeka.
"Itu Lo nya aja yang ngga beruntung." Timpal Tika.
"Iya in dah biar cepet." Pasrah Abdiel.
7 serangkai keluar dari mobil secara bergilir.
"Wuh!!! Tinggal beberapa hari lagi, kita ngga akan ketemu ama nih parkiran." Teriak Akifa pelan.
"Tapi tetep kita bakal balik lagi ke sini kalo di suruh dateng buat cap 3 jari." Tutur Rafka yang di angguki oleh 6 orang di sekeliling nya.
"Ayo jalan ke kelas, Gua pengen buru-buru duduk." Ajak Tika.
Saat berjalan keluar parkir, Akifa menatap ke arah lapangan basket dan melihat di sana tontonan menarik.
"Eh liat deh." Seru Akifa sambil menunjuk ke lapangan basket.
"Ada apa an tuh rame-rame?." Tanya Abdiel heran.
"Samperin kuy." Ajak Tika.
"Kata nya mau buru-buru ke kelas, tapi kok ngajak ke sana?." Tanya Zarine.
"Rasa kepo Gua udah di ubun-ubun Rine, ngga bisa di tekan, ayo cepet ke sana." Seru Tika dengan berjalan cepat ke arah lapangan.
"Jangan lari-lari Tika!!." Peringat Akifa dan Alfi kompak.
Tika pun menurut 'Lupa kalo perut Gua lagi isi, hahaha... maafin Mama ya Sayang, Mama lupa.' Batin Tika berucap dengan mengelus lembut perut nya yang masih rata.
Sampai di pinggir lapangan yang sudah mulai ramai siswa siswi yang berkumpul.
Terlihat di 2 pasang mata 7 serangkai, seorang cewek tengah menangis sambil memgang tangan cowok.
__ADS_1
"Itu... bukan nya murid yang tempo hari kita pergokin bully junior kelas 10 di gudang yah?." Tanya Tika menunjuk sang cewek.
"Nama nya kalo ngga salah Sandra." Sebut Zarine.
"Ya Allah... kaya kagak ada cowok lain aja, Pras playboy cap kadal di pertahanin, Gua cari kaya dia 100 cowok bisa." Sombong Akifa.
"Huuuu... lagak nyaaaa... ." Cetus Abdiel sambil mengusap wajah Akifa lembut.
"Aku beneran tau." Ketus Akifa sambil membalas mengusap wajah Abdiel.
"Huts! Kita dengerin dulu perbincangan mereka, lagi berantem kaya nya nih." Semangat Tika mendengar kan.
"Kaya nya anak nya Tika nih kalo cewek bakal jadi lambe turah deh." Tebak Abdiel.
"Biarin! Diem Lu!." Ketus Tika.
Di tengah lapangan.
"Apa kurang aku sam kamu sih Pras?." Tanya Sandra dengan bercucuran air mata.
"Gua tuh udah bosen sama Lu, yang nama nya bosen, masa harus di pertahanin sih?." Seringan dia bernafas di Pras tak mempeduli kan hati Sandra.
"Lo lupa dengan segala yang udah kita laluin bersama?." Tanga Sandra masih tak mau menyerah.
"Udah deh ngga usah ungkit masa lalu, udah ngga jaman." Acuh Pras.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.