Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus tujuhpuluh sembilan


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Ini udah pukul 21.10 malam kita ngga tidur juga?." Tanya Abdiel.


"Nanti aja, Papa masih belum ngantuk." Papa Abdiel menolak.


"Ngomong-ngomong, kalian bentar lagi mau kuliah kan?." Tanya Papa Tika.


"Iya, ada apa Om?." Tanya balik Rafka pada Papa Kakak Ipar nya ini (Tika).


"Jangan terlalu sibuk nanti sama urusan kalian, walau pun kuliah dan kerjaan kalian penting, tetap saja yang di rumah jauh lebih penting, karena memang kalo kalian lagi kacau dan banyak masalah tempat pulang adalah keluarga, bener ngga?." Papa Rafka memberi wejangan panjang lebar dan di angguki oleh Rafka, Abhi, dan Abdiel.


"Jangan cuma manggut-manggut." Cetus Papa Abhi.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"Ya terus kita harus jawab gimana Om?." Sahut Abdiel gemas.


"Jawab dengan mangatakan 'Iya' dengan nada bicara tegas!." Seru Papa Akifa pelan.


"Iya!." Jawab Rafka, Abhi, dan Abdiel.


"Nah gitu kan enak denger nya, kaya cewek aja jawab nya pake angguk kan kepala." Cibir Papa Tika.


"Iya deh iya, ini Papa sama Om sekalian udah berkemas buat besok?." Tanya Rafka pada para tetuah didepannya.


"Udah Mama kamu sama lain nya yang siapin, kita oara tetuah laki-laki cukup diam liat dan memeperhati kan." Cetus Papa Rafka dengan santai.


"Aduh iya deh, ayo lah kita tidur." Ajak Abdiel, dia sudah memposisi kan badan nya berbaring di ruang santai.


Pukul 02.30 pagi.

__ADS_1


Tetuah wanita bangun terlebih dahulu dan mata nya langsung tertuju pada jam dinding yang letak nya tepat di depan mereka.


"Cepet banget yah waktu berputar, rasa nya kaya baru tadi kita pejamin mata." Kata Mama Akifa dengan mata masih terpejam, beliau masih mengumpul kan nyawa nya yang belum menyatu.


"Udah ayo cuci muka dan kita bangun kan mereka semua baik yang di sini mau pun di sana." Titah Mama Rafka dengan berjalan ke arah kamar nya di rumah Rafka Zarine.


Setelah menyelesai kan urusan nya di kamar mandi tetuah wanita ini membangun kan anak-anak nya dan juga suami meraka.


"Ayo semua nya bangunnnn sahur sahur!!." Teriak Mama Akifa membangun semua orang di ruang santai rumah Rafka Zarine.


"Jam berapa ini sih? Suara Mama kaya toak masjid kenceng bat dah ah." Keluh Papa Akifa dengan mata terpejam.


"Ouh toak masjid yah, ok." Gumam Mama Akifa geram, Mama Akifa menarik nafas dalam-dalam dan... .


"Bangun woy!!!!." Teriak Mama Akifa kencang.


Semua orang sontak saja bangun dan duduk tegak di tempat nya.


"Astaghfirullah! Mama?!." Teriak Papa Akifa sambil memandang sang istri jengkel.


"Kata nya kaya toak masjid tadi, ya udah aku turuti." Acuh Mama Akifa dan langsung pergi ke dapur.


Mama Rafka dan para tetuah wanita lain nya hanya terkekeh pelan karena tingkah ke dua sejoli paruh baya yang akan punya cucu itu.


"Dah sana pada cuci muka, dan sikat gigi, habis itu baru ke meja makan." Suruh Mama Rafka.


"Mama keterlaluan tau ngga!." Seru Akifa dengan tangisan nya yang terisak pelan.


Mama Akifa berlari dari dapur dan menghampiri sang putri dan 2 bumil lain nya yang sedang mengusap air mata nya yang jatuh tanpa perintah.


"Maaf ya sayang yah, maaf aduhh maafin Mama ya, maafin Tante ya Alfi, Zarine, maaf banget." Ucap Mama Akifa penuh penyesalan dan memeluk 3 wanita hamil kesayangan nya ini.


Akifa dan 2 lain nya mengangguk kan kepala meng iya kan dan segera bangun dari duduk nya.


Pukul 03.00 pagi semua orang orang makan sahur di meja makan dengan lahap agar makan nya cepat selesai.


"Duh kalian lahap banget makan nya, kalau kurang bisa tambah." Ujar Mama Rafka yang melihat anak-anak nya lahap dalam makan.


"Ngga mau nambah kok Ma, kita cuma pengen cepat selesai aja makan nya." Papar Akifa menyanggah ucapan sang Ibu.


Selesai sahur semua orang pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan kemudian duduk di ruang santai dengan menonton TV.


Adzan subuh berkumandang merdu.


Para pria berkeinginan sholat berjamaah di masjid komplek.


Di perjalanan.


"Wah wah udah di pagi hari gini seger buanget yah." Ujar Papa Tika sambil menghirup udara pagi.


"Om sih kurang jalan-jalan, berkaaasss aja suka nya." Sahut Abdiel pada Papa sahabat nya ini.


"Ya kan Om harus bantu menantu Om Diel, kasian kalo Bang Idan kerja ngurus 2 perusahaan secara bersamaan ngga kuat nanti badan nya, bisa-bisa daya tahan tubuh menantu Om lemah dan berakhir sakit, ya ngga mau dong Om, nanti bisa-bisa ada berita 'Ayah mertua kejam pada menantu nya' hi serem, apa lagi netizen nya plus enam dua jempol nya ngga bisa kontrol, bisa di hujat habis-habisan Om." Panjang Papa Tika berbicara sampai sedikit keluar dari topik pembicaraan.


"Dih, Om ngga nyambung, ngapain nyampe-nyampe netizen plus enam dua? Ngga ada kaitan nya." Cetus Abhi sambil menggeleng kan kepala pelan.


"Dah! Berhenti berdebat ayo masuk masjid, mau iqomah tuh." Seru Rafka menghenti kan Abdiel, Abhi, dan Papa Tika berdebat.

__ADS_1


Beberapa menit sholat terlaksana, akhir nya selesai di akhiri dengan khotbah dari uztadz Ariz yang sangat panjang.


Pukul 05.10 menit.


"Ceramah uztadz Ariz luamaaaa buanget." Lebay Abdiel berucap.


"Meski luama tapi bermanfaat loh." Timpal Papa Abdiel yang di benar kan lain nya.


"Iya sih, tapi mataku ama badan ku pengen ketemu kasur." Ujar Abdiel sambil meregangkan otot nya.


"Huuu... ngga baik tidur pagi hari." Peringat Rafka.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


B E R S A M B U N G . . .


Lanjut besok ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2