
"Bunda ingat Pak Toha sama Bu Violet ngga?." Tanya nya.
Bunda mengehentikan makan nya dan mengingat-ingat nama yang disebut kan oleh Zarine.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Pak Toha dan Bu Violet." Beo Bunda.
1 menit berpikir... .
2 menit berpikir... .
Lalu... .
"Ouh! Pak Toha guru SMA di sekolah lama kamu itu kan?." Tanya Bunda memastikan.
"Iya Bun itu." Antusias Zarine.
"Emang kenapa dengan beliau?, dan Bu Violet itu istri nya Pak Toha yang kerja jadi guru SD itu kan?." Tanya Bunda.
"Iya Bun, tadi di sekolah kita semua ketemu sama Pak Toga dan Bu Violet." Cerita Zarine.
"Loh?, kok ada di sini?, pindah tugas ya?." Tebak Bunda.
__ADS_1
"Kata nya sih gitu Bun, dan Pak Toha dengan Bu Violet sekarang alhamdulillah sudah di karuniai 2 anak kembar." Beri tahu Zarine semangat.
"Pasti itu yang membuat kalian terlambat pulang, iya kan?." Tabak Raina.
"Hehehehe iya Kak, kita ngobrol seru sama Pak Toha dan istri nya." Jawab Zarine sambil nyengir kuda.
"Kapan-kapan ajakin Pak Toha sama Bu Violet ke sini ya Za, kita silahturahmi." Kata Bunda.
"Iya Bun." Singkat Zarine menjawab.
Makan malam selesai.
Bang Rafa Raina dan Bang Idan Tika pamit pulang terlebih dahulu.
Bunda masuk kamar, dan hanya tersisa 3 keluarga junior.
"Aku pengen liat dedek bayi twins nya Pak Toha." Kata Zarine sambil memeluk bantal sofa.
Posisi mereka ada di ruang santai Rafka Zarine.
"Iya, lucu deh kaya nya." Timpal Alfi dan Akifa mangangguk kan kepala nya menyetujui perkataan Alfi.
"Nah bener banget tuh." Sahut Rafka dan Abdiel bersamaan.
'Bukkk!.' Bantal sofa melayang ke arah wajah Abhi dan Abdiel yang di lempat oleh Alfi dan Akifa.
"Awsss." Ringis Abdiel dan Abhi kompak.
"Ehem!." Rafka berdehem menahan tawa yang ingin pecah.
"Bisa ngga sih kalo ngomong di filter dulu?!." Sungut Akifa dengan pipi bersemu merah malu.
Begitu pun dengan Alfi, dia malu karena suami nya membahas hal itu.
"Lah?!, kan bener Yang, dari pada liat anak orang mending bikin sendiri, kamu mau nya berapa?, 2, 3, ouh atau 11?." Tanya Abdiel ngawur.
"Mau bikin team sepak bola ya sampe 11 anak?." Canda Rafka dengan tawa kecil nya.
"Mungkin aja." Celutuk Abhi.
__ADS_1
"Hehehehe, ya udah kalo kita punya waktu, kita ber kunjung ke rumah Pak Toha, kalo aku liat tadi alamat nya ngga jauh dari prumahan ini." Kata Zarine.
"Atau besok minggu aja kita ke sana nya." Timpal Akifa.
"Kembar nya kira-kira cewek-cowok, cowok-cowok, atau cewek-cewek ya?." Tanya Alfi.
"Kalo cewek-cowok pasti seru." Akifa sudah membayangkan anak-anak Pak Toha.
"Ya udah diusahakan nanti deh biar dapet kembar." Kata Abdiel manyahut.
"Udah ah ngga mau bahas aneh-aneh." Akifa mengalihkan obrolan.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Maaf kalo garing😢🙏
Jaga kesehatan selalu readers
Maaf typo di mana-mana🙏😢
Salam sayang dari ViCa😍.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku ngga menarik.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran😢.
__ADS_1