Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
nasehat Bagas


__ADS_3

" wah....Naura yang masak bun?" tanya Bagas melihat sudah banyak makanan di atas meja makan


" belum pi, jatah aku besok..tadi masih lihat cara Bunda masak" jawab Naura cepat


" iya ra,memang harus begitu..oma senang kamu punya semangat untuk belajar masak,bagaimana pun enak nya masakan di luar pasti suami lebih menyukai masakan istrinya,jadi harus pintar memanjakan lidah suami" ucap Oma duduk di kursi makan


Arini sudah berdiri hendak mengambilkan Nasi untuk Bagas tetapi di larang Oma


"Biar Naura yang ambik rin, hitung-hitung belajar melayani suami dan mertua nya nanti" ujar Oma


Naura pun berdiri,mulai dari mengambil nasi untuk Bagas,Oma dan Arini


"Rasanya lucu gitu Oma kalau aku yang melayani kalian,hihihi..." tawa Naura pecah seketika yang dia bayangkan saat ini dia sedang melayani Arkan makan selama ini dia tipikal manja harus berubah karena akan menikah..


" jadi geli sendiri gue" batin Naura


" ra...ra...kapan dewasa nya kamu..!!" seru Bagas menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak perempuan nya ini

__ADS_1


" sudah...sudah...nanti kalau sudah punya suami bisa sendiri dia, awal-awal ya canggung,tapi lama-lama terbiasa" ujar Arini membela Naura


Selesai makan siang, mereka bercengkrama seperti biasanya di ruang tv,,


****


minggu pun tiba,,pagi ini Naura sudah heboh di dapur...


semua bahan masakan sudah di keluarkan nya,Arini mengajari Naura mulai dengan menggoreng tahu,hari ini Arini mengenal kan Naura masakan yang ringan..


selesai semua masakan Naura yang di awasi oleh Arini.


" bun,aku mandi dulu sebentar lagi Arkan datang" ucap Naura lalu berlari ke arah Kamarnya


Arini pun segera masuk kedalam kamar,hari ini dia akan mandi besar,karena masa nifas nya sudah berakhir,malam nanti dia akan memberikan kejutan pada bayi besarnya yang sudah lama berpuasa


***

__ADS_1


"apa kabar kan? bagaimana dengan skripsi mu,lancar?" tanya Bagas saat Arkan sudah di ruang tamu


" Alhamdulillah baik om, skripsi nya juga lancar tinggal menunggu wisuda" jawab Arkan sopan


" jangan memanggil ku om, panggil papi sama seperti Naura, sebentar lagi kau akan menjadi menantu ku" ucap Bagas


" iya pi, terimakasih sudah mau menerima saya"


" apa pun yang membuat anak saya bahagia pasti akan saya lakukan,sebenarnya saya belum bisa melepaskan nya karena dari umurnya tiga tahun kami selalu bersama, tanpa sosok ibu di sampingnya...Naura anak yang manja,setiap kali saya pulang telat dia selalu merajuk terkadang saya membawa nya kekantor agar dia tidak merasa bosan dan menanyakan ibunya" ingat Bagas saat di mana dia harus berjuang membesar kan Naura tanpa kasih sayang seorang ibu


" tapi melihat kesungguhan mu dengan Naura membuat saya merasa bisa melepaskan Naura,tolong jaga dia,perlakuan dia sebaik mungkin,jika suatu saat kau bosan atau pun jenuh dengan nya, jangan pernah bermain tangan atau pun kekerasan,kembalikan dia baik-baik pada saya" pesan Bagas sambil menepuk pundak Arkan pelan


" inssallah saya akan memperlakukan Naura sebaik mungkin pih,saya mencintai nya,dan akan sekuat tenaga saya menjaga nya" ujar Arkan menyakini Bagas


tak terasa air mata Naura jatuh mendengar obrolan papi nya dan Arkan..


Naura sangat menyayangi papi nya,karena dari kecil hanya papi dan Oma orang yang selalu ada di sampingnya sedangkan mami nya sendiri tidak menginginkan dirinya..

__ADS_1


__ADS_2