Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
sakit


__ADS_3

seminggu ini Intan terlihat lesu, wajah nya pucat tidak bergairah sama sekali,, berkali-kali om Bram menghubungi nya tetapi tidak di angkat oleh Intan,dia takut memberikan harapan palsu untuk Om Bram...


sudah tiga hari Intan tidak masuk kuliah,dia terlihat lemas di rumah


" kamu sakit sayang?" tanya mama Intan


intan hanya menggelengkan kepala,dirabanya kening anak nya ini memang tidak panas,suhu tubuh Intan normal saja


" kenapa lesu begitu? kamu masih memikirkan Bram? maaf kan mama Ntan,mungkin yang di katakan papa mu ada benarnya,cobalah lupakan Bram,saat ini fokus pada kuliah mu dulu" bujuk mama Intan


hati intan sedikit sakit mendengar ucapan mama nya yang juga sudah tidak setuju dengan pilihan nya menikah muda


Intan hanya diam tak bergeming sedikitpun,mama nya keluar mengambil makanan karena sudah beberapa hari ini Intan terlihat tidak nafsu makan,hanya beberapa sendok saja


" ayo makan dulu,mama suap kan?" bujuk mama nya lagi


Intan menuruti perkataan mama nya,setelah beberapa sendok masuk Intan menghentikan kunyahan nya


" sudah ma,aku kenyang" ucap Intan meraih Air teh hangat buatan mama nya itu


" mama keluar dulu sayang... istirahat ya" pesan Mama Intan mencium pucuk kepala anak nya ini


***


disisi lain Bram tampak uring-uringan,Intan tidak mau mengangkat telpon nya


" om.... bagaimana dengan proyek yang kita rencanakan kemarin?" tanya Arkan saat berkunjung ke kantor om nya ini

__ADS_1


" om..." panggil Arkan lirih


" om..." pekik Arkan dengan sedikit menggebrak meja


" astagfirullah....kan bisa pelan kan suaramu" ujar Bram terkejut


" dari tadi om melamun,ada apa? boleh bercerita dengan ku,agar beban om sedikit berkurang" ujar Arkan


" hanya tidak enak badan saja" elak om Bram


" tidak mungkin,,aku tau om memang sedikit tertutup tetapi coba lah bercerita,mana tau aku bisa membantu" tawar Arkan


Bram menghela nafas berat


" hufff....."


" orang tua Intan menolak om....dia tidak setuju Intan menikah muda" jelas Bram


" mereka tidak bilang begitu,hanya saja takut Intan berhenti kuliah di tengah jalan" ujar Bram menggelengkan kepalanya


"om sudah coba hubungi Intan??"


" dia tidak mau lagi mengangkat telpon om, seperti nya dia menerima keputusan orang tuanya"ungkap Bram lesu


" nanti aku coba bicara pada Naura agar dia menghubungi Intan,jadi bagaimana proyek kita kemarin om,aku sudah tak punya waktu lagi,karena Naura akan melahirkan hanya menunggu hari saja" ucap Arkan


" om belum bisa berpikir jernih, bagaimana kalau setelah Naura melahirkan saja kita lanjutkan proyek nya"

__ADS_1


" maksud ku juga begitu Om,saat ini aku harus fokus menjaga Naura dan om juga harus fokus untuk memperjuangkan Intan... semangat..." ujar Arkan menepuk pundak om nya ini


" terimakasih atas dukungan mu kan,om belum menyerahkan,do'a kan semua nya di permudah....." ucap Om Bram tersenyum simpul


Arkan pamit dari kantor Om Bram,dia langsung pulang kerumahnya karena takut meninggalkan Naura di rumah saat ini, walaupun di rumah banyak orang Arkan takut kalau tiba-tiba Naura melahirkan tanpa dirinya...


" yank...." panggil Arkan saat masuk kedalam rumah


" Naura mana ma?" tanya nya pada Oma yang sedang asik menonton siaran televisi


" di taman belakang bersama Arini" jawab Oma tanpa menoleh pada Arkan,wanita tua ini tengah asik menonton film India kesukaannya di temani Daffa yang asik bermain dengan Robot nya...


" yank.." panggil Arkan mendekat pada Naura yang sedang memakan apel di gazebo belakang


" sudah pulang by" sahut Naura sambil mengunyah apel nya


" iya,tadi hanya ke kantor om Bram sebentar menanyakan proyek kerjasama kemarin"


" bagaimana kabar om Bram dan Intan?" sela Arini yang ikut memakan apel di atas piring bunga-bunga tersebut


" itu lah bun yang mau aku bahas dengan kalian,Om Bram terlihat kusut bun, Orang tua intan menolak nya,dan Intan saat ini tidak mengangkat telepon dari Om Bram lagi,Om Bram terlihat patah hati bun" jelas Arkan


" astaga.... kasihan om Bram" potong Naura


" kamu hubungi dia Yank,tanya kan kenapa dia tidak mengangkat telepon om Bram lagi,kalau memang dia juga mencintai om Bram seharusnya dia juga ikut berjuang dengan Om Bram untuk menyakinkan orang tuanya" ungkap Arkan sedikit kesal


" biar nanti bunda saja yang menghubunginya Ra,nanti kamu malah emosi,keburu melahirkan sebelum waktunya" ujar Arini

__ADS_1


" sudah waktunya juga bun,tinggal menunggu hari,kalau keluar karena marah pada Intan malah lebih baik" ucap Naura asal


" hus....jangan sembarangan, melahirkan itu butuh pikiran yang jernih dan rileks bukan malah emosi,,biar bunda saja yang menghubunginya" Arini segera berdiri dan masuk kedalam rumah untuk mengambil Ponselnya


__ADS_2