
selesai subuh Bram bersiap-siap untuk pulang,tetapi sebelum pulang Bram mampir untuk sarapan dulu di kafe depan Apartemen nya....
" Bram..." pekik Mela yang tidak sengaja ingin sarapan di sana juga
" hmmm..." Bram menanggapi nya dingin
" Bram....kenapa kamu begitu dingin pada ku,apakah salah ku tidak bisa di maafkan?" tanya Mela
" kalau kamu memang tidak bisa memaafkan ku berarti kamu masih menyimpan rasa untuk ku"ucap mela yakin
Bram menyesap kopi nya,dan memakan beberapa potong sandwich yang sudah terhidang di meja nya setelah itu Bram menatap Mela
" aku sudah memaafkan segala kesalahan mu,jadi tidak ada lagi yang perlu di bahas" ucap Bram masih dengan nada datar
" kalau memang sudah memaafkan berarti kita sudah bisa berteman donk"
" aku tidak menutup pertemanan pada siapa pun,termasuk kau" ucap Bram,Mela menyungging kan senyum nya berharap Bram bisa kembali lagi pada nya
" tapi aku juga membatasi pertemanan tersebut,kita berteman bukan berarti harus dekat kembali,hanya sekedar aku mengenal mu dan kau mengenal ku" tekan Bram
" kalau begitu kita sahabat" ajak Mela yang masih kekeh ingin berdekatan dengan Bram
" tak ada persahabatan antara pria dewasa dan wanita dewasa yang murni,itu hanya alibi"ucap Bram
__ADS_1
" kalau tidak bisa bersahabat kita kembali seperti dulu,sepasang kekasih" ucap Mela tanpa tau malu
' ck.....kau ingin jadi kekasih ku?" tanya Bram menyakinkan
" iya...aku yakin kau masih mencintaiku Bram, ayolah jangan berbohong lagi,aku saat ini sudah sendiri begitu juga dengan mu"
" maaf,,,perlu aku tekan kan satu hal pada mu, istriku jauh cantik dan muda dari mu,istri ki jauh Sholeha di banding dengan mu,dan satu lagi yang paling terpenting istriku jauh lebih berharga dari mu,dan aku sangat mencintai nya" tekan Bram lalu keluar
" Bram mungkin yang kamu kata katakan benar tetapi hati seseorang tak bisa berbohong sebagaimana pun cantik istrimu di rumah tetapi rasa cinta mu pasti masih ada untuk ku" pekik Mela
" kau salah besar,aku sudah mencampakkan perasaan ku pada mu saat kau mencampakkan ku,hati ku sudah terisi penuh untuk Istriku,sedangkan kamu hanya mantan yang pantas di buang jauh..."
" tapi aku mantan terindah mu" tekan Mela masih belum terima dengan ucapan Bram
"brengsek... seperti apa istrinya sehingga berani sekali menolak cinta pertama nya" umpat Mela
****
pukul 11 Bram sudah sampai di rumah,Bram masuk kedalam mencari istri yang membuat nya pusing semalaman
Bram melihat kearah dapur,hanya ada bik ida
" bik...mana ibu?" tanya Bram
__ADS_1
" ada teras belakang pak" jawab bik ida yang sedang memasak untuk makan siang
Bram melangkah kan kaki nya ke teras belakang rumah nya,di lihat nya Intan sedang duduk di dalam ayunan sambil membaca buku nya menghadap ke arah taman belakang...
" sayang...." panggil Bram lirih
Intan menoleh kearah Bram
" mas...sudah pulang" ucap nya berdiri dan berlari memeluk suami nya
" mas kangen....." bisik Bram mesra memeluk istrinya ini
" sayang,mas mengaku menyerah dan tidak sanggup lagi berjauhan dengan mu,semalam tidur mas tidak nyenyak" ucap Bram tanpa melepaskan pelukan nya
" hmmmm,,,aku juga mas, merindukan mu" ucap Intan malu
" yank,tubuhmu wangi sekali, rambutnya kamu potong ya? " tanya Bram yang melihat sedikit perubahan pada istrinya
" iya,,hanya sedikit mas,agar terlihat lebih segar,mas tidak suka?" tanya Intan pula
" suka,sangat suka,apa pun yang kamu punya mas suka,ayo kita ke kamar mas ingin seharian ini kita hanya di kamar" ucap Bram menggendong Intan menuju kamar mereka...
__ADS_1