
" tumben kemari kak?" tanya Kirana saat membuka pintu nya Naura yang datang
" aku merindukan mu,sudah lama tak bertemu bumil" jawab Naura masuk kedalam rumah
" ayo duduk" ajak Kirana
" bagaimana keadaan mu na,sehat?"
" Alhamdulillah kak sudah lebih baik,saat ini sudah bisa mencium beberapa masakan,awalnya terlalu mual kak,untung nya aku mendapat kan mertua pengertian tak banyak bicara" ungkap Kirana jujur
" aku turut senang kau bahagia, jika menginginkan sesuatu jangan sungkan memberitahu pada ku atau bunda na"
" iya,,tapi aku benar-benar belum mengidam kak,,"
" Rangga mana?" tanya Naura yang tak melihat Rangga dan mama nya
" Rangga sedang Koas saat ini kak,sedangkan mertua ku sedang keluar untuk belanja bulanan" jawab Kirana yang saat itu memnag sedang sendirian,hanya ada pembantu yang menemani
" bagaimana mertua mu na,baik?" selidik Naura
__ADS_1
" baik kak,apalagi sejak tau aku hamil,menyapu pun tak di perbolehkan nya,semua kebutuhan ku di siapkan di sini kak,aku merasa beruntung mempunyai mertua seperti mama Inggrit" ucap Kirana tersenyum
" Alhamdulillah ya na,,saat ini kamu sudah bisa merasakan kebahagiaan yang tertunda" Ujar Naura terkekeh
" siapa bilang aku tak merasa kan kebahagiaan,tinggal bersama bunda Arini dan papi Bagas cukup membuat ku bahagia,tak kekurangan Keluarga,apa lagi di kelilingi kakak-kakak yang baik hati seperti kak Naura,Intan dan Kak Tami,semau serasa mimpi bagiku..." ungkap Kirana jujur
" bulan depan kita akan berangkat ke Lombok na, periksa dulu kandungan mu,takutnya Dokter tak mengizinkan"
" iya kak,awal bulan aku akan kontrol,,oh ya kabar bunda dan papi bagaimana?"
" baik,,kami semua baik"
" belum ada kabar,nanti juga akan di share di grup jika ada acara,oh ya anak Irene dan om Aska sudah lahiran na,kamu tau??"
" iya di group,,aku belum sempat melihat nya, karena kemarin mabuk berat" ujar Kirana sedikit lemah karena kemarin tak bisa ikut
" tenang saja,bulan depan semua nya ikut,,kau bisa puas Melihat anak tante Irene...dia cantik dan lucu Na,," terang Naura tersenyum,Naura memang sangat gemas bila melihat anak perempuan,, serasa ingin mempunyai mereka tetapi belum siap..
" berikan Raka adik kak, untung-untung dapat perempuan"
__ADS_1
" ya kalau perempuan,,kalau lelaki???aku belum siap Na,,masih menikmati menjadi mama Raka,kalau masih rezeky pasti akan di berikan,tapi untuk saat ini belum dulu,cukup satu Raka"
cukup lama Naura bermain di rumah Kirana,dan dia memutuskan pulang dengan taksi online
****
"tu mama pulang" ucap Arini melihat Naura mengucapkan salam
" nangis bun?" tanya Naura menggendong Raka
" anak mu tak kan pernah menangis di sini,malahan dia menikmati bermain di sini dari pada di rumah kalian,,di sini bisa bermain bersama Daffa dan menjahili Bianca" sahut Arini
" aku khawatir meninggalkan nya bun,takut menangis"
" tidak,,tadi juga ada kembar D,mereka baru saja pulang karena sebentar lagi Om Bram akan pulang dari kantor"
" takut juga si nyonya pada Om Bram" ejek Naura
" ya iya lah,,seberani-berani nya wanita,pada suami harus tunduk,saat seorang ayah melepaskan anak perempuan nya pada suami,saat itu pula peralihan tanggung jawab,dan surga Intan ada pada Om Bram, ridho istri ada pada suami,,jadi jangan pernah membentak suami ku,tapi jika suami mengajak kejalan yang salah baru kita memberontak....tapi sejauh ini yang aku lihat Mulai dari papi,om Bram,Arkan,Vino bahkan Rangga semua lelaki yang baik dan taat agama,yang paling penting sayang istri" ucap Arini....
__ADS_1