Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kantor


__ADS_3

siang ini Arini sudah siap untuk berangkat ke kantor suaminya dengan menenteng tas mahal dan bekal makan siang Bagas,tadi Arini sudah menghubungi Bagas siang ini mereka akan janjian dengan WO.


Arini masuk kedalam lobi dengan mengenakan dress ternama,lekuk tubuh nya yang semakin indah dan Aura kecantikan nya semakin memancar sejak kelahiran putra pertama mereka


" Mbak...suami saya ada di dalam" seperti biasa Arini bertanya dulu dengan Anita yang berada di depan ruangan Bagas


" ada buk,Bapak sudah menunggu dari tadi,silahkan masuk" Anita mengantar kan Arini untuk masuk


" Sayang,kenapa lama sekali" keluh Bagas mencium kening dan pipi Arini


" macet pih..ayo makan dulu,nanti keburu pihak Wo nya datang"ucap Arini menarik Bagas ke Sofa


" kamu janjian dengan orang nya jam berapa?" tanya Bagas


" sesudah sholat Zhuhur,ini sudah hampir jam 12 ,setelah makan langsung Sholat pih,biar nanti nggak ke ganggu pas diskusi nya" usul Arini sambil menyiapkan makanan


seperti biasanya kalau Arini yang kekantor pasti bayi besar nya ini ingin di manja,Arini menyuapi Bagas seperti seorang ibu menyuapi anaknya, menurut Bagas ini lah momen yang sangat berarti dan membuat rasa cinta mereka makin dalam..


"minum dulu pih" Arini menyodorkan air mineral pada Bagas


selesai Acara makan mereka di lanjutkan dengan Sholat dan tak lama kemudian pihak Wo pun datang..


" silahkan mbak" ucap Arini sopan mempersilakan tamu nya untuk duduk


Pihak Wo menjelaskan konsep apa saja yang mereka punya


"pih,nggak minta pendapat dulu pada Naura?" tanya Arini


" tadi aku sudah hubungi dia,dia bilang ikut saja semua pilihan kamu" jawab Bagas


" baiklah mbak seperti nya kami pilih konsep yang ini" tunjuk Arini pada salah satu foto wedding yang simpel tapi terkesan mewah


" selera ibu cukup ok" puji Sang Wo

__ADS_1


"untuk catering nya bisa sekalian mbak?" tanya Arini tersenyum


" ya buk,ini bisa satu paket langsung dengan makanan,harga nya sudah tertera di sana" jawab sang Wo


Arini melihat semua rincian biayanya


" dilunaskan atau Dp dulu mbak" tanya Arini yang memang belum tau cara pembayaran nya karena dulu sewaktu dia menikah sudah di handle oleh Bagas


" terserah dengan bapak atau ibu saja,semua nya tergantung kemampuan klien kami" jawab Sang Wo ramah


" baik lah,nanti di Wa saja nomer rekening nya,kami runding kan dulu ya mbak" ucap Arini sopan dan di angguki oleh pihak WO


setelah perundingan selesai mereka keluar dari ruangan Bagas..


" pih,,mau nya gimana,di lunas kan atau di DP?" tanya Arini


" Dp aja sayang,takutnya nanti kalau di lunas kan ada sesuatu yang kita nggak suka jadi nggak bisa di protes lagi...!!! selesai acara baru kamu transfer sisanya" ujar Bagas sambil memeluk Arini yang ada di sebelah nya


"kenapa lagi pih"


" aku masih kangen yank" rengek Bagas sambil melirik ke jam tangan nya


" coba saja tidak ada tamu lagi,pasti aku akan mengurung mu di kamar" ujar Bagas lesu karena dia sudah ada janji dengan Klien nya untuk membahas proyek perumahan elit yang akan mereka bangun


"malam nanti saja yank, sekarang papi cari uang yang banyak dulu ya" bujuk Arini mencolek gemas pipi suaminya ini


bukan Arini tidak mau berlama-lama dan memanjakan suaminya ini,tetapi tadi Arini mendengar Bagas mengangkat telepon kalau dia sudah ada janji jam 3 ini..


" janji ya yank,sudah 2 hari aku berpuasa" ucap Bagas memberikan kelingkingnya


" iya...iya..kali ini aku janji" ujar Arini menyambut kelingking Bagas sambil memamerkan senyum manis nya yang membuat Bagas tidak kuat untuk tidak ******* nya


Ciuman panas itu terjadi selama 3 menit dan terdengar ketukan pintu dari luar,Arini segera merapikan pakaian suami nya,dan mengusap bibir Bagas dengan tisu.

__ADS_1


" masuk" ucap Bagas


Anita menampakan kepalanya di balik pintu


"maaf mengganggu pak,pihak perumahan Mekar sudah di lobi,apa kah sudah bisa saya suruh keatas?" tanya Anita takut menganggu bos nya ini


" langsung suruh merek keruangan saya,kamu panggil Aska sekalian untuk ikut rapat di sini" perintah Bagas


Anita menutup pintu nya dan segera ke ruangan Aska terlebih dahulu


" aku pulang ya pih" Pamit Arini sekali lagi dan mencium pipi suaminya


Arini keluar ruangan Bagas,saat menuju lift Arini menunggu pintu Lift nya terbuka,keluar perempuan cantik berpakaian sedikit ketat,menampakkan paha mulus dan gunung kembar yang seakan ingin meloncat keluar..


perempuan itu berjalan terburu,hingga tersandung dan menabrak Arini yang hendak masuk kedalam lift


" aw..." ringis Arini memegang bahunya yang tertabrak


" kamu bisa lihat jalan nggak" bentak perempuan tersebut


" bukan nya anda yang terburu-buru,makanya jangan memakai heels terlalu tinggi" ucap Arini sedikit ketus


perempuan tersebut mengibas rambut nya dan meninggalkan Arini


" bra nya yang kesempitan atau isi nya yang kebesaran" gumam Arini menggeleng


Arini bukan tipe perempuan sombong, biarpun sedang berada di perusahaan suaminya dia tidak pernah berbuat seenaknya..


" bukan kah dia atas hanya ruangan papi,Aska dan Anita,ingin menemui siapa dia" pikir Arini yang saat ini sudah di lobi


ingin rasanya naik kembali keatas tetapi itu tidak mungkin,karena Bagas pasti merasa terganggu karena Arini tidak mempercayai nya dalam bekerja...


" sudah lah,,nanti saja aku tanyakan" gumam Arini sambil masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya

__ADS_1


__ADS_2