Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
bertengkar


__ADS_3

" kenapa nggak aktif ya" gumam Arkan beberapa kali mencoba menghubungi ponsel Naura


" apa aku coba telpon Arini...!!" lanjutnya


karena ponsel Naura tak kunjung aktif juga Arkan mencoba menghubungi Arini,dia cukup Khawatir dengan Naura karena tidak biasanya ponselnya susah di hubungi


" hallo,,, assalamualaikum Rin,eh bun..." ucap Arkan kaku,,dia masih bingung memanggil Arini dengan sebutan apa


" waalaikumsalam kan,ada apa??" tanya Arini


" Naura sudah pulang bun?"


" belum,bukan nya dia masih ada di kampus??kan biasanya kalian pulang bareng..!!!seru Arini


"iya tadi aku pulang duluan karena dia ada jam kuliah tambahan,tetapi hati ku tidak tenang bun,soalnya tidak biasanya ponselnya mati" terang Arkan


" apa lebih baik aku susul saja ya??" tanya Arkan meminta pendapat Arini

__ADS_1


" kalau kamu tidak keberatan disusul saja,hari sudah mau magrib nanti papi nya marah dia belum pulang "ujar Arini


" baiklah bun,aku susul Naura dulu, assalamualaikum" ucap Arkan mematikan ponselnya


Arini hendak masuk kedalam kamar tetapi mendengar bunyi mobil masuk kedalam pekarangan rumah mereka menjadi kan nya menunggu di depan pintu,dia tau kalau yang pulang suaminya


" assalamu'alaikum yank,,," ucap Bagas memberi salam saat masuk


" waalaikumsalam,,,Arini mencium tangan bagas dan mengambil jas serta tas kantor


" mau aku buatkan es jeruk yank?" tanya Arini


" yank,,kok rumah sepi oma belum pulang ya??Naura mana??" tanya Bagas


" belum,,oma masih di rumah tante Rindu,Syifa sakit habis di imunisasi,kalau Naura...hmmmm" Arini ragu untuk menjawab nya


" di mana???"

__ADS_1


" belum pulang yank..." ucap Arini pelan menggosok lengan Bagas agar tidak marah


" kan,,,sudah aku bilang pacaran membawa dampak buruk baginya,sekarang sudah berani tidak pulang saat magrib, besok-besok pulang malam,dan besoknya lagi tidak pulang" bentak Bagas membuat Arini sedikit takut


" dia ada kuliah tambahan pih" Arini Berusaha menjelaskan


" alasan saja mana ada jam segini,masih ada kuliah,jangan kira aku ini anak kemarin sore yang bisa di bohongi,,aku juga pernah muda seperti kalian..." ucap Bagas emosi


" jangan terlalu keras dengan nya,Arkan lelaki yang baik" bela Arini lagi


" kamu selalu saja membela lelaki itu,apa hebatnya dia di mata kamu dan Naura,kalau saja terjadi sesuatu pada Naura kamu orang yang pertama harus bertanggung jawab" Kali ini Bagas tidak lagi dapat menahan Emosi nya


" kenapa jadi aku...??" tanya Arini tak kalah emosi


" ya,karena kamu yang selalu mengizinkan Naura untuk pergi bersama pria itu,,coba kamu pikirkan kalau pria itu menyakiti atau bahkan sampai berbuat tak senonoh pada Naura,,bagaimana kuliahnya???"


" pikiran kamu selalu saja kotor,sudah ku bilang tidak semua lelaki hanya mementingkan nafsu dan Naura masih bisa menjaga dirinya dari perbuatan maksiat" bentak Arini

__ADS_1


" terserah pada mu,,kamu tunggu di rumah aku akan menyusul Naura,jika mereka sedang asik berpacaran kali ini aku akan mengirim nya keluar Negri,agar tidak bertemu lagi dengan Si Arkan-arkan itu" gumam Bagas


Bagas meninggalkan rumah, hatinya tidak tenang karena anak gadisnya belum pulang, sementara hari sudah hampir Magrib...


__ADS_2