Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
salah sangka


__ADS_3

Arini naik kelantai atas dengan hati-hati,biarpun emosinya tidak bisa terkontrol dia masih memperhatikan bayinya yang ada di rahimnya,tidak mau gegabah dengan apa yang di perbuatanya..


dengan memegang perut nya dia berjalan ke kamar Naura


" ra.....boleh masuk" ucap Arini lembut


" masuk bun" jawab Naura dari dalam


Arini tersenyum tipis dan duduk di kasur Naura..


" kenapa menangis??" tanya Arini pura-pura tidak tau


" aku kesal bun??"


" sama??" tanya Arini


" sama Arkan" jawab Naura


" kok Arkan bukan nya papi?" Arini memastikan


" papi juga sedikit tapi lebih kesal ke Arkan" ucap nya manja


" kok bisa?" Arini membelalakkan matanya karena telah salah sangka pada suaminya,dia pikir Bagas lah sumber utama kekesalan Naura


" masa dia nggak perjuangin aku bun,malah nyerahin aku gitu aja sama papi, seolah-olah aku ini orang yang nggak patut buat di perjuangkan,di tarik kek tangan aku dari papi" oceh Naura kesal


" memangnya kamu barang yang harus di di perebutkan,,apa lagi yang di hadapi Arkan bukan lelaki lain melainkan orang tua kamu sendiri" Arini berusaha menenangkan Naura


" memangnya tadi papi ngapain di sana?" tanya Arini penasaran


" ngajakin aku pulang katanya belum boleh pacaran karena kuliahnya belum selesai, sebenarnya ada benarnya juga ucapan papi bun,tapi suer deh aku belum jadian sama si Arkan bun" jelas Naura

__ADS_1


" kamu suka sama Arkan??" tanya Arini lagi


" gimana ya bun, seperti nya sudah mulai suka tapi Arkan nggak gesit gitu deket in aku nya,tadi dia sempat bilang mau nembak aku gitu hari ini, he keburu ketauan papi kalau kami pergi berdua,ya gagal bun" jelas Naura polos


" pantas saja papi belum ngebolehin kamu pacaran ra,sifat kamu saja masih anak-anak begini nggak ngerti apa-apa,untung yang ngajak nonton si Arkan,kalau sempat Arya sudah habis Lo di dalam bioskop" batin Arini


" sudah lah,ikuti kata hati kamu,kalau memang ada perasaan sama Arkan jalani saja" ucap Arini


" tapi papi bun"


" soal papi biar aku yang urus, Sekarang istirahat saja, sebelum magrib kita bangun,yuk aku temani tidur" ajak Arini yang sebenarnya nya malu untuk keluar karena sudah salah menilai Bagas


akhirnya mereka berdua tertidur lelap sore ini


Bagas menaiki tangga ingin melihat istri dan Anak nya


" sayang bagun,hampir magrib, tidak baik tidur magrib" bisik Bagas


Arini bangkit lalu membangunkan Naura untuk segera mandi dan bersiap Sholat magrib


Arini turun ke bawah dengan pelan,beruntung oma hari ini pergi menginap di rumah Rindu karena merindukan cucunya jadi tidak mendengar kan pertengkaran mereka tadi...


selepas Sholat magrib Arini duduk bersandar di ranjang sambil membuka ponselnya mengecek jika ada pengumuman di grup Wa kelasnya


Bagas mengelus perut Arini yang mulai membuncit


" sayang nya papi lagi apa?" tanya Bagas pada perut Arini


" bunda lagi marah sayang,tolong bujukin ya" oceh Bagas


sebenarnya Arini sudah tersenyum malu,tetapi sebisa mungkin dia sembunyikan

__ADS_1


" sudah..…sudah...jangan di gosok terus,,geli" ucap Arini dengan nada ketus


" sayang,sudah donk marah nya,aku tidak tenang,nanti makan nggak enak,tidur nggak nyenyak" rengek Bagas


"kamu kira ceramah alm ustadz Zainuddin MZ


makan nggak enak,tidur nggak enak,itu cerita saklabah dalam ceramahnya" ujar Arini menahan tawa


" aku serius yank,kok jadi larinya ceramah" Bagas memeluk Arini dari samping


" yank,,sayang....." panggil Bagas Lirih sambil mendusel kepala nya di lengan Arini


" hmmmm" jawab Arini


" maafin aku ya yank" ucap nya


" janji deh nggak akan larang Naura lagi, tetapi Arkan harus bisa buktikan kalau dia benar-benar mencintai Naura tulus bukan Nafsu" lanjut Bagas


" janji???kalau Arkan memang tulus mencintai Naura papi nggak larang hubungan mereka biar kan mereka bersatu" ujar Arini memberi kan kelingking nya


" janji,tapi ada syaratnya yank?" pinta Bagas


" apa lagi pih...!!!" tanya Arini


" malam nanti kasih aku jatah,,,gimana?? deal" ucap Bagas menarik tangan Arini untuk berjabat tangan


" kenapa nggak di jawab yank?" tanya Bagas


" percuma deal nggak deal tetap aja di buat Deal,aku udah hapal otak mesum mu,nggak kan jauh dari sel*ngkangan" jawab Arini keluar dari kamar


" hahahaha.....kamu pintar yank selalu benar kalau menebak otak ku" pekik Bagas

__ADS_1


__ADS_2