Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kencan pertama


__ADS_3

ceritanya memang nya saya kasih pasangan semua ya say..biar seru...nanti kita lanjut ke season anak-anak mereka,untuk saat ini kita Bucin-bucinan dulu ya...nggak ada konflik berat dan orang ketiga,cerita ini memang sengaja alur nya ringan...yang suka bucin merapat ya...yang suka konflik berat silahkan mampir di novel sebelah saya Jodoh terbaik dan balada rumah tangga isinya tentang poligami yang menguras emosi....jangan lupa tinggalkan jejek di sana 🙏🙏🙏


yuk lanjut lagi di part selanjutnya,ke bucinan Om Bram dan nanti di lanjut Rangga ya...!!!!


***


malam ini Om Bram sudah bergaya serapi mungkin karena ini kencan pertama nya dan Intan...


ntah ini bisa di sebut kencan atau tidak yang jelas bagi Om Bram ini kencan nya...


Intan tak kalah gugup nya malam ini,ini kali pertama nya jalan dengan pria,apalagi Om Bram pria dewasa...


" sudah lama menunggu Om?" tanya Intan yang baru datang menghampiri Om Bram yang duduk di salah satu meja Kafe


" belum lama, silahkan duduk ntan" ucap Om Bram menarik kursi untuk Intan


" terimakasih"


" mau pesan apa?" tanya Om Bram


" sama kan saja dengan Om,saya tidak memilih dalam hal makanan"


" tetapi postur tubuh mu tidak gendut,kemana larinya makanan itu" canda Om Bram menghilangkan kecanggungan mereka

__ADS_1


" hehehe....tidak tau juga om,mungkin ini suatu Anugerah bagi saya,banyak makan tapi tidak gendut,banyak wanita di luar sana yang sibuk dengan diet ketat nya..."


" saya tidak begitu suka dengan wanita yang diet ketat,kalau memang cinta jangan fisik di jadikan permasalahan" potong Bram


" tapi fisik juga menunjang om,jangan munafik lelaki lebih suka perempuan cantik dari pada jelek dan kusam apalagi gendut" ucap Intan


" iya aku akui hampir separuh lelaki pasti memandang fisik duluan, tetapi kalau hatinya buruk juga tidak bisa di jadikan istri,kalau bisa harus imbang agar rumah tangga bisa awet, perempuan juga begitu mencari yang tampan dan Mapan...itu lumrah" ujar Bram sambil memberikan pesanan nya pada pelayan


" tapi bukan berarti matre om,,itu kebutuhan.." potong Intan lagi


" aku suka pemikiran mu,boleh aku lebih serius untuk mengenal mu Ntan...jika kamu berkenan boleh aku tau nomer ponsel mu?" tanya om Bram karena pertemuan mereka saat ini di jembatani oleh Arini dan Bagas,Bram belum mengetahui nomer ponsel Intan


" boleh aku bertanya lebih dahulu om?" tanya Intan balik


" kenapa om tertarik mengenal ku,aku ini masih remaja Om,sedangkan om sudah dewasa,apa tidak takut jalan bersama remaja seperti ku,bukan kah berpacaran dengan anak remaja akan menguras isi kantong mu Om?"


" hahahaha...justru aku berpikir kamu yang takut jalan dengan pria dewasa dan duda seperti ku Ntan,karena aku bukan lagi mencari pacar tetapi istri yang mau mengandung anak-anak ku kelak" jelas Bram membuat Intan merona malu


" aku tidak bisa memberikan alasan apapun saat ini karena kita baru kenal,cuma satu hal yang aku bisa katakan,aku menyukaimu pada pandangan pertama,mungkin bisa di bilang cinta pandangan pertama,kalau soal uang itu tidak masalah selagi aku bekerja dan keluarga ku bahagia itu suatu kepuasan tersendiri untuk ku" ungkap Om Bram lagi


" jadi bagaimana..bisa kah kita saling mengenal satu sama lain,jika memang benar-benar siap kita segera menikah" ucap Bram tegas


Intan tertunduk malu,dia tidak bisa menjawab nya karena ini sangat tiba-tiba bagi nya,apalagi om Bram adalah pria pertama yang berani menyatakan keseriusannya

__ADS_1


" nanti saja di jawabnya,habis kan dulu makanan nya" ucap om Bram membuyarkan lamunan Intan


selesai acara makan mereka om Bram mengajak Intan berkencan di taman,mereka sedikit bercerita tentang kehidupan masing-masing,untuk saling mengenal....


Bram Melirik jam tangan nya, waktu menunjukan pukul 10 malam,sudah waktunya dia mengantar Intan pulang


" ayo...sudah malam besok kamu akan kuliah kan" ujar om Bram dan di angguki Intan


tak berselang lama mobil om Bram sudah sampai di depan rumah Intan


" jadi bagaimana jawaban nya,apa kita bisa lebih dekat?" tanya Om Bram lagi


Intan menganggukan kepala malu,om Bram segera meraih ponselnya di saku dan memberikan pada Intan


" catat nomer mu,agar aku bisa menghubungi dan menjemput mu" Ucap Om Bram


Intan segera mencatat nomer nya,tetapi tidak menyimpan nya,dia tidak tau harus di simpan dengan nama siapa di ponsel Om Bram


" terima kasih" ucap Om Bram saat Intan memberikan kembali ponsel nya


" sama-sama,aku masuk dulu Om" ujar Intan keluar dari mobil Om Bram


setelah mobil Om Bram menghilang baru Intan masuk kedalam rumah nya...

__ADS_1


__ADS_2