Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Polos


__ADS_3

tak terasa sudah dua minggu berlalu kandungan Naura pun semakin membesar...Naura pagi ini berjalan menuruni anak tangga dengan di tuntun Arkan di sebelah nya..


" ngeri deh kak aku lihat nya,pindah ke kamar bawah saja mulai besok" ujar Arini melihat Naura bolak balik turun tangga


" iya,,suruh Bik Sumi bereskan pakaian mu pindah di kamar tamu dulu" timpal Bagas


" kandungan mu sudah jalan berapa bulan ra?" tanya Oma


" delapan bulan akhir ma,,sudah sedikit sesak" jawab Naura


Daffa yang sudah mulai belajar jalan membuat seisi rumah heboh takut bocah itu terjatuh...


" Daffa makin lucu ya bun" ujar Naura merasa terhibur dengan Daffa yang berjoget mendengar kan music dari layar televisi


" iya,,dia semakin aktif" ucap Arini melihat tingkah Daffa...


" sudah tau kak,jenis kelaminnya?" tanya Arini


" biar saja jadi kejutan bun" sahut Arkan


" kalau papi dulu sewaktu aku hamil heboh nya minta ampun,pengin tau anak nya apa..!!"seru Arini

__ADS_1


" ya karena kan sudah ada Naura yang Perempuan,kalau mereka kan anak pertama,jadi nggak masalah jadi kejutan" potong Bagas


sedang asik mengobrol di dalam terdengar bel berbunyi,Bik Sumi pun berlari kedepan membuka pintu..


" he..ada Pak Bram" ucap bik Sumi


" Bagas ada di rumah bik?" tanya Bram melangkah kan kaki nya masuk


" ada pak" jawab Bik Sumi sopan


Bram langsung masuk ke ruang TV yang melihat keluarga ini sedang berkumpul


" Bram.." ujar Bagas


" memang sengaja kesini,di rumah suntuk sendirian" ucap Bram mendudukkan bokong nya di sofa


" mau aku bikin kan teh om?" tawar Arini


" boleh,tapi jangan terlalu manis Rin,nanti diabetes,sudah tua harus banyak pantangan " ucap Bram dan di sambut kekehan kecil oleh Bagas dan Arkan


" maka nya cepat nikah,biar nggak bosan di rumah,kalau ada yang menemani mu keluar rumah pun jadi malas" goda Bagas

__ADS_1


" iya..aku masih berusaha menyakinkan orang tua Intan,hari ini rencana nya aku akan mengajak nya bertemu orang tua ku dulu,,ini sedang menunggu kabar dari nya" ucap Bram mengeluarkan ponselnya


" wah.....om cepat juga ya,,tapi ingat Om jangan menyakiti sahabat ku,Intan orang yang paling polos di antara kami,jadi jangan sampai Om menyakiti nya" ujar Naura angkat bicara


" om tipe yang setia ra,tanya pipi mu...jangan meragu om,kalau Intan mau menikah om pastikan dia akan bahagia dan jadi Ratu di rumah Om"


" memang nya kamu nggak polos yank?" tanya Arkan menatap Naura


" dulu iya,tapi sejak kenal kamu nggak,ini buktinya" jawab Naura menunjukkan perut nya yang besar sehingga membuat semua tertawa


" sama ra,aku dulu juga polos,sejak kenal papi hilang sudah kepolosan ku" sahut Arini datang membawa Nampan berisi cemilan dan teh


" jangan menyalahkan ku bun,kamu juga menikmati nya" potong Bagas


" tapi kamu yang memaksa" sahut Arini


" enak saja.... terkadang kamu yang minta" protes Bagas


" sudah...sudah...kalian membuat ku iri saja,sini Rin teh nya...aku harus cepat-cepat beranjak dari rumah kalian" ucap Bram menarik teh dari nampan Arini dan meminumnya


" mau kemana om buru-buru,habis kan dulu kue nya,pasti om suka kue buatan bunda" ucap Naura

__ADS_1


Bram mengambil satu potong kue dan memasukan kedalam mulut nya,,


" om berangkat dulu menjemput tante mu" pekik Bram sambil berjalan keluar rumah...


__ADS_2