Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
lelah


__ADS_3

puas berbelanja mereka kembali pulang kehotel, anak-anak sudah kelelahan...


" bun... pegang dulu Daffa biar aku bawa barang belanjaan mu" ucap Bagas...


" Daffa sudah berat pih,mana bunda sanggup membawa nya sampai ke kamar" ujar Arini yang sudah kelelahan di tambah harus menggendong Daffa yang tertidur


akhirnya Barang belanjaan di bawa oleh Pengasuh Daffa dan Arini...Bagas tetap menggendong anak lelakinya ini..


" hufs..... melelahkan" gumam Kirana yang berjalan cukup lama membuat kaki nya kram


" tadi sudah aku ingat kan jangan terlalu lincah,,takut perut nya sakit" ujar Rangga


" perut ku tidak masalah beb,hanya kaki sedikit pegal "sahut Kirana


Rangga menggosok kaki Kirana dengan minyak angin dan mengurut nya pelan agar rasa pegalnya sedikit berkurang...


"tidur saja saja yank..." ucap Rangga sekilas mengecup kening Kirana


Kirana memejamkan matanya dan tertidur lelap karena memang sudah sangat lelah..


" yank...ini belanjaan mu ditaruh di mana??kamar ini sudah penuh yank" ujar Arkan mengangkat belanjaan Naura


" di sudut sana By,,nanti aku bereskan,,aku lelah...." ucap Naura membaringkan tubuhnya di ranjang


" kamu kalau belanja selalu kalap yank,,isi lemari di rumah sudah penuh semua dengan barang-barang mu"

__ADS_1


" semua nya lucu by, membuat ku tertarik" jawab Naura dengan mata terpejam


" kurangi sedikit yank gila belanja mu, walaupun uang mu banyak kita tak punya anka perempuan untuk di warisi"


" jangan mulai memancing ku by,untuk saat ini aku belum mau,," Naura segera membuka mata nya


" lalu kapan??" tanya Arkan yang sudah ingin menambah anak


" hmmmm..... seperti nya dua atau tiga tahun lagi" jawab Naura asal lalu memejamkan matanya kembali


Arkan ikut berbaring di sebelah Naura dan memeluk tubuh istrinya,dia pun merasa lelah karena berkeliling menemani Naura...


***


" yank.... kalau lelah biar aku yang menidurkan Vita" ujar Vino melihat Tami sedang menyusui anak nya


" terimakasih kamu sudah mau menyayangi Vita tulus,dan mau menyusui nya"


" kakak bicara apa? Vita anak kita, jelas aku menyayanginya,di tukar dengan apa pun di dunia nyata ini tak akan aku berikan" ucap Tami mencium pucuk kepala Vita


" aku sering mendengar perempuan muda tak mau menyusui anak nya dengan berbagai alasan yang tak masuk akal"


" kalau soal itu tergantung pribadi masing-masing kak,bagi ku perkembangan dan kesehatan anak nomer satu,jadi sebisa mungkin aku berikan yang terbaik untuk Vita,,"


" terima kasih kamu sudah menjadi istri dan ibu yang hebat buat kami" Vino memeluk erat kedua perempuan yang mengisi hari-hari nya saat ini..

__ADS_1


****


" yank......sayang....." pekik Bram dari kamar mandi


" apa mas?" sahut Intan


" tolong bawakan handuk ku yank,aku lupa membawanya"


setelah pulang Bram langsung mandi karena bajunya kotor tertumpah minuman Daniel


Intan menjulurkan handuk pada Bram tetapi bukan handuk yang di tarik oleh Bram melainkan Intan...


" mas...." pekik Intan kesal karena Bram menarik nya masuk kedalam


"ayo mandi bersama,sudah lama kau tak memandikan mu" ucap Bram membuka baju Intan


" aku lelah mas" tolak Intan


" setelah mandi kamu boleh tidur nyenyak" ujar Bram terus membuka pakaian Intan


Intan yang tak dapat lagi mengelak permintaan suaminya ini,pikir Intan menolak juga akan percuma....


mereka mandi di bawah guyuran shower,,Bram menggosok tubuh Intan pelan,, sesekali mengecup bibir Intan gemas


" mas .....ayo cepat selesai kan mandinya" pinta Intan

__ADS_1


akhir-akhir ini Bram selalu bertingkat manja,karena merasa tersaingi oleh si kembar atau memang ingin bermanja-manja dengan istri kecilnya ini...


__ADS_2