
"oma,kenapa Papi mencari Arini?" tanya Naura pada omanya
" kenapa menanyakan pada oma?"
" tadi aku tanya pada papi,dia meminta ku untuk meminta penjelasan pada oma" jawab Naura jujur
"memangnya papi mu bilang apa?" tanya oma penasaran
" tadi papi menanyakan dimana Arini sering pergi jika sedang marah" Naura mengulang kembali pertanyaan Bagas tadi
"terus kamu jawab apa?"
" taman,kalau tidak Danau dekat sekolah kami dulu"
" berarti mereka sedang marahan,ck seperti Abege saja kamu Bagas" gumam oma
" maksud nya apa oma? siapa yang marahan,aku tambah tidak mengerti" ucap Naura yang memang bingung
" papi mu, sedang marahan dengan Arini" ceplos oma menutup mulutnya
" Arini dan papi marahan,kenapa?"tanya Naura semakin bingung
" ra...kamu jadi kan mengizinkan papi mu menikah?" tanya oma tiba-tiba dan di angguki oleh Naura
__ADS_1
" nah..itu dia" pekik oma membuat Naura kaget memegang dadanya
" bilangnya aku dan papi yang hobi bicara kaya' di hutan,ternyata oma juga" sindir Naura
" hehehe,,kelepasan...Arini dan papi mu akan menikah" ucap Oma
" ha........tidak mungkin" pekik Naura kaget
" oma jangan bercanda,prank nya nggak lucu oma" ucap Naura kesal
" siapa yang prank,ini betulan kok,kalau kamu nggak percaya lihat saja nanti,sekarang papi mu lagi berusaha meluluhkan Orang tua Arini untuk mendapatkan restu" jelas Oma
" kok bisa oma,bukannya selama ini papi menganggap Arini sebagai Anak?"
" hahaha...kalau aku tau Arini yang menjadi ibu tiri ku sudah dari dulu aku Restui oma,papi sih main kucing-kucingan" kekeh Naura
" hust...kamu kira papi mu binatang apa,main kucing-kucingan" omel Oma
" itu istilah oma,istilah keren sekarang,oma nggak gaul sih"
" nggak perlu gaul,yang penting tajir melintir" bangga oma
" ih...apa hubungan gaul dengan tajir,oma mulai ngaco deh"
__ADS_1
" seru juga ya oma, orang tua Arini jadi oma aku,biasa manggil ibu sama ayah sekarang mau aku ganti jadi Bu Ma sama Ya pa,hahaha" canda Naura
" panggilan apa itu?" tanya oma penasaran
" Bu Ma, ibuoma kalau Ya Pa,Ayahopa...hahaha..kan seru...!!!" kekeh Naura
"terserah kamu saja,yang jelas bujuk in Arini cepat baikan sama papi kamu,biar mereka cepat nikah Oma punya mantu cantik kaya Arini" ucap Oma
" mulai deh,nanti lupa sama cucunya" cebik Naura
" uluh...uluh....gemes kalau lihat kamu merajuk,jadi pengen gendong cucu lagi" ucap Oma
" makanya jangan lupain aku"
" nggak ada yang bisa gantikan posisi cucu kesayangan oma ini" bujuk oma mencubit kecil pipi Naura
Naura tersenyum "oma tenang aja,percaya sama Arini,dia itu tipe yang mudah maafin orang terus dia juga dewasa dalam menyikapi masalah,jadi oma tidak perlu khawatir,palingan nanti juga baikan" terang Naura yang memang sudah tau sifat Arini...
" kemaren aku sempat khawatir kalau calon istrinya papi tante bela Lo oma,untung saja bukan"
" mana mau papi kamu sama perempuan begitu,kalau pun sama Bella oma orang pertama yang akan menentang hubungan mereka,jauhan kemana-mana Arini lah,cantik,pintar masak,trus masih muda" ucap Oma memuji Arini
" iya ma,aku setuju banget kalau Arini yang jadi ibu sambung aku,nggak berasa punya ibu tiri"
__ADS_1
" mudah-mudahan aja ya ra,oma nggak sabar lihat papi kamu bahagia lagi" ujar oma tersenyum