
" ini dimana??" tanya Naura yang baru saja mengerjapkan mata nya dan melihat sekeliling ruangan
" Naura kamu sudah sadar" ucap Bagas mendekati anak perempuan nya ini
" pih,,kenapa aku ada di sini?" tanya Naura bingung karena melihat Arkan juga ada di dekatnya
" ada sesuatu yang terjadi dengan mu tadi" ujar Bagas sedikit geram mengingat hampir saja anak nya mengalami pelecehan
Naura mencoba mengingat apa yang terjadi dengan nya tadi,dia ingin mencari bantuan karena ban mobilnya kempes dan tiba-tiba ada yang membekap nya,lalu dia tidak ingat apa-apa lagi...
" untung Arkan datang tepat waktu sehingga kamu tidak mengalami hal buruk" ucap Bagas
" terima kasih yank" ucap Naura menatap ke arah Arkan sedangkan yang di tatap merasa masih takut pada Bagas apalagi Naura memanggilnya sayang...
****
setelah memberikan keterangan nya di kantor polisi Naura ,Bagas serta Arkan pulang kerumah,kasus mereka akan di tangani segera oleh pihak kepolisian...
Mobil Naura sudah di bawa oleh orang suruhan Bagas,sedangkan Arkan pulang dengan membawa motornya
" sampaikan permintaan maaf papi pada Arkan" ucap Bagas saat mereka sudah di dalam mobil
" kenapa tidak bilang langsung saja tadi" jawab Naura
__ADS_1
" tidak sempat" ujar Bagas singkat,padahal bukan nya tadi tidak sempat hanya Bagas terlalu gengsi untuk melakukan nya...
tuduhannya selama ini ternyata salah,justru Arkan lah orang yang telah menyelamatkan Putrinya...
****
sesampainya di rumah Naura segera masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya,Bagas segera mencari istrinya kedalam kamar karena tadi meninggalkan Arini dalam keadaan mereka bertengkar
Arini sedang meringkuk di kasur,Bagas segera membersihkan dirinya karena badan nya terasa lengket dan banyak kuman yang menempel...
setelah mandi dia ikut berbaring dan memeluk Arini dari belakang,di cium nya tengkuk Arini lembut..
" sayang....maaf kan aku" bisik Bagas
Arini pura-pura tidur, sekuat tenaga dia menahan agar tak mengeluarkan suara,mood nya benar-benar buruk sesudah bertengkar dengan Bagas tadi...
Bagas melirik jam di nakas,pukul satu dini hari,,perutnya berbunyi karena lapar,karena tadi memang belum sempat makan malam,dia sudah keburu pergi mencari Naura...
Bagas keluar dari kamar nya menuju dapur mencari makanan yang bisa di makan,,dia membuka kulkas melihat ada beberapa lauk yang harus di panaskan...
Arini mengeliatkan badan nya,tidak ada tangan kekar yang memeluknya,karena kehamilan nya yang sudah membesar membuat Arini tidak bisa tidur terlentang,,selalu kesamping dan Bagas selalu setia memeluknya,tapi malam ini tidak ada tangan kekar itu,kemana dia pikir Arini...
Arini ikut keluar kamar,dia mencium bau sesuatu yang dari dapur,lihatnya lelaki yang hampir setengah abad itu sedang memanas kan makanan nya,terlihat semakin gagah Bagas berdiri di depan kompor dengan menggunakan kaos singlet dan celana pendek,bentuk tubuh Bagas terlihat jelas membuat Arini menelan Slavina nya...
__ADS_1
" aduh.....kenapa otak ku ini..." batin Arini memukul pelan kepalanya
Bagas berdehem melihat istrinya melamun melihat nya
" kenapa keluar??" tanya Bagas
Arini hanya diam saja tidak menjawab suaminya karena dia masih kesal dengan pertengkaran mereka...
Bagas duduk dan menikmati makanan nya,Arini memandang pada makanan Bagas dia juga merasakan lapar,apalagi dalam kondisi berbadan dua.
" Mau??" tawar Bagas lagi
Arini masih juga tidak bergeming,rasa laparnya mengalahkan rasa gengsinya..
" kenapa aku bisa keras kepala begini ya sejak hamil" batin Arini merasakan kalau ini benar-benar bukan dirinya
Bagas mendekatkan diri nya pad la Arini,bagas tau kalau istrinya ini masih marah padanya,Bagas mencoba menyuapi Arini dan ternyata Arini tidak menolak,sudah beberapa suap yang masuk kedalam perut Arini samapi Bagas pun tidak jadi memakan makanan nya..
Habis sudah nasi di piring yang Bagas ambil,lauk pun sudah tandas,Bagas mencuci tangan nya dan membimbing Arini masuk kembali kekamar...
" ayo tidur....hari sudah larut malam,tidak baik untuk anak ku" tekan Bagas mengingatkan kalau Arini sedang mengandung Anak nya
" dia juga Anak ku" Ucap Arini ketus
__ADS_1
Dari tadi baru kali ini Arini buka suara membuat Bagas sedikit menarik sudut bibirnya
" iya..anak kita,ayo tidur" ujar Bagas mengalah