Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cemburu


__ADS_3

"makan lagi sayang...aaaa??" ucap Bagas menyuapi Arini


" sudah yank,,kenyang" tolak Arini pelan,sudah setengah piring habis nasi di makan Arini


" minum obat nya ya" ucap Bagas mengambil obat dan membantu Arini meminumnya


Oma yang duduk di sofa tersenyum melihat Bagas dengan telaten merawat Arini


clek


pintu ruangan terbuka...


" assalamualaikum" ucap mereka serentak


Tami dan Intan mendekati Arini


sedangkan Naura dan Arkan duduk di sofa dekat Oma


" siapa ra?" tanya Oma yang memang belum pernah melihat Arkan sebelum nya


" Arkan nek" ucap Arkan menjulurkan tangan


" panggil oma nak,,saya oma Naura" ucap Oma memperkenalkan diri


" oh...maaf oma" ucap nya Sopan


" bun,,apa nya yang sakit??" tanya Tami


" cuma masih mual aja" jawab Arini pelan


" semoga baik-baik saja ya bun,," ujar Intan di balas senyuman oleh Arini


"pih sini?" Naura memanggil Papi nya yang sedang duduk di samping Arini


" kenalin ini Arkan teman kita" ucap Naura


" Arkan om" Arkan mengulurkan tangan nya pada Bagas

__ADS_1


" Bagas,papi nya Naura,suaminya Arini" ucap Bagas


" gimana ra dengan penyelidikan nya" tanya Bagas


" dugaan papi benar,ada dalang nya..dia sengaja mengurung bunda di dalam toilet" jelas Naura


" motif nya apa ra,kan kamu tau sendiri bunda mu orang yang lembut tidak punya musuh" ucap Bagas sedikit emosi


" cemburu pih,dia cemburu dengan Arkan,sikap baik bunda ke Arkan di salah artikan nya,dia mengira bunda mencari perhatian Arkan"


" jadi pacar kamu pelaku nya?" tuduh Bagas


" Bukan om,lebih tepatnya mantan pacar,saya sudah putus" sanggah Arkan cepat


" jadi sudah kamu beri pelajaran ra?"


" sudah pih,,malah tadi hampir mati tu si sundel rambutnya di tarik gitu sama Naura" potong Tami


" tam..." tegur Naura karena Arini mendengar nya


" nggak di apa-apa in bun,cuma pelajaran kecil,udah tenang aja,nggak sampai mati kok,itu udah setimpal dengan perbuatannya ke bunda" jawab Naura


" biarlah sayang,,itu belum seberapa,kalau aku ada di sana lebih parah lagi aku siksa nggak peduli dia perempuan atau bukan,sudah berani mengganggu keluarga ku berarti sudah berani berhadapan dengan ku" oceh Bagas


" pih...nggak boleh gitu,ingat Lo aku lagi hamil" ucap Arini berusaha mengingat kan suaminya


" ha,,,,kamu hamil bun?" pekik Tami heboh


" iya,,bentar lagi gue punya adik,nggak rebutan lagi deh pengen gendong Syifa,udah bisa gendong adik sendiri" ucap Naura


" kalau nggak mau rebutan buat sendiri Beb" potong Intan


" ngaco kamu" tegur Arini


Arkan melirik kearah Naura sekilas


" hehehe.....maaf bun,kelepasan"ucap Intan cengengesan

__ADS_1


" jadi kangen Syifa,,,udah kasih atau sama tante Rindu oma kalau kita di rumah sakit?" tanya Naura pada oma


" belum,,,kasihan Syifa kalau di bawa kerumah sakit banyak penyakit,dia masih bayi,besok saja kalau sudah di rumah" jawab Oma


" Oma Surti jadi datang pih?" tanya Naura


" sudah....tu makanan bawaan dari oma Surti semua,tadi pagi kesini,dia nggak bisa menginap karena Radit besok harus sekolah,dan lagi bunda kan besok sudah boleh pulang" terang Bagas


" opa Bastian juga sedang sibuk berkebun,sekarang sedang panen,minggu depan kalau bunda sudah sehat kita berkunjung kesana" lanjut Bagas


" jadi kangen sama masakan oma Surti" khayalan Naura


"Sama beb,,,soto nya itu Lo enak banget" celetuk tami yang ikut mengkhayal


" minggu depan ikut aja beb" ucap Naura


" oke"


" pih ini ada flashdisk rekaman kejahatan nya si Sinta,pegang dengan papi" ucap Naura memberikan pada Bagas


" menutut kamu gimana bun,,mau di apakan?" tanya Bagas


" sudah lah yank,nggak perlu di perpanjang,kan sudah jelas juga motif nya cuma cemburu buta,lagian aku juga nggak apa-apa"


" nggak asik kamu bun,kasih efek jera dikit" ujar Tami geram dengan kebaikan Arini


" kan udah di hajar Naura,aku yakin dia tidak akan berani lagi macam-macam dan pasti Naura udah ngasih tau kalau aku sudah menikah,jadi nggak ada yang perlu di perpanjang,kalau pun di bawa kerenah hukum kasihan Arkan yang nggak ada salah ikut kebawa-bawa,bagaimanapun Sinta melakukan itu karena cemburu,cari damai aja,,,bukan nya kita warga Indonesia yang baik,cinta Damai..." kekeh Arini


" baiklah terserah padamu,tetapi aku harus bertemu juga dengan nya sayang,ingin tau bagaimana rupa nya orang yang berani mengganggu istri ku,dan bertemu dengan orang tua nya untuk memperingati agar tidak terulang lagi kejadian ini" ucap Bagas mendekat ke arah Arini


" weh.....nggak usah di lihat pih tampang nya mah jauh dari bunda" ujar Tami


" jauh apanya,jauh cantikan dia???" tanya Arini


" hahahaha.....ya jauh kemana-mana cantik an kamu bun,makanya Arkan sampai melirik" ceplos Intan yang di hadiahi tatapan tajam Arini dan Bagas


Arkan yang namanya di bawa-bawa seolah-olah tidak mengerti.....

__ADS_1


__ADS_2