
"tante....kau harus tau sesuatu" ucap Naura menarik tangan Intan masuk ke dalam suatu ruangan seperti Aula di hotel tersebut
Arini dan Tami serta Irene mengikuti langah kaki Naura membawa Intan
" ada apa?" tanya Arini
" gawat bun,, kita harus bergerak terlebih dahulu sebelum tante tua itu mengganggu om Bram" ucap Naura
" tante tua mana?" tanya Intan tak mengerti
" tadi papa Raka bertemu dengan Mantan Istri om Bram di sini,dia menanyakan om Bram, seperti nya dia menyesal meninggalkan om Bram jelas Arkan tadi" cerita Naura menarik dalam nafas nya
" yanga benar kamu ra?" tanya Arini penasaran
" benar Bun,mana mungkin Arkan berbohong" ucap Naura
" menurut mu bagaimana ntan?" tanya Arini
" baru saja kita membahas itu kemari bun,sudah kejadian" ucap Intan melemah
" om Bram kan tak menyukai nya ntan,tenang saja,kalau mereka saling cinta tak mungkin bercerai" sahut Tami
" iya... lagi pula jangan berpikiran negatif,mungkin dia hanya ingin menjalin Silaturahmi dengan om Bram,, berpikir positif saja,kalian sudah mempunyai anak yang lucu tak kan mungkin om Bram mengkhianati mu" kali ini Irene yang angkat bicara
" tapi tidak ada salah nya menyiapkan bekal dulu sebelum berperang" ucap Naura
"ya.. menurut ku juga begitu,kau jangan lengan ntan.. bagaimana pun juga dia pernah hadir di kehidupan Om Bram, jangan beri celah sedikitpun...." ingat Arini
" ya bun...aku harus lebih waspada, sebelum mempunyai anak saja aku tak ingin berbagi suami,apa lagi sudah punya anak aku harus lebih memperjuangkan kebahagiaan anak-anak ku..."ujar Intan
" hmmm..... seperti nya menikahi lelaki tua dan mapan lebih besar cobaan nya ya bun,tak pernah ada habis nya,karena yang mapan lebih jadi incaran" lanjut Intan menghela nafas panjang
" berjuang....kita lebih segalanya dari wanita di luar sana,yang paling penting lebih berhak...!!!" seru Arini menyemangati Intan
semua masukan di berikan oleh Arini,Tani,Irene serta Naura mereka bersatu untuk menyemangati Intan..
__ADS_1
" jika terjadi sesuatu jangan pernah lambai kan tangan mu tante,,kami selalu ada di samping mu,bukan di belakang karna-"belum sempat menyelesaikan ucapan nya sudah di potong Tami dengan semangat
" sahabat akan menemani sahabat nya dalam keadaan apapun,berjalan sejajar agar tak merasa gentar" potong Tami
mereka saling berpelukan menguatkan Intan lalu keluar dari ruangan tersebut
sore ini mereka berpasangan melihat sunset...
sekeliling pantai di penuhi oleh pengunjung...
" pih,,aku mau foto di sana?" ajak Arini menarik Bagas
mereka berpencar mencari lokasi foto yang bagus...hanya Rangga dan Kirana yang menetap menikmati indah nya pantai...
" Yank...jangan terlalu ketengah nanti basah semua baju ku,nanti masuk angin"ucap Bram memperingati Intan
Intan kembali kepinggir tetapi kaki nya seperti tertusuk karang kecil,,,
" kenapa yank?" tanya Bram khawatir
" mas,,kaki ku"
Bram menggendong Intan kepinggir dan mencabut karang kecil yang menusuk kaki istrinya
" sudah,,,hanya sedikit terluka,nanti mas obati sesampai di hotel,, jangan bergerak duduk di sini saja menemani bumil" ujar Bram mengambil satu gelas Es jeruk dan memberikan pada Intan
sedang enak menikmati pemandangan tiba-tiba seseorang memanggil Bram
" Bram...." pekik Monica yang juga sedang berjalan di sekeliling pantai
" Monica...." ucap Bram pelan
" ya,,aku... ternyata kau masih mengenali ku" ucap Monica mendekat
__ADS_1
" hmm....kena-pa kau di sini?" tanya Bram gugup
beda dengan ekspresi Intan yang biasa saja dia sudah mengira cepat atau lambat pasti akan bertemu dengan mantan istri suaminya ini karena satu tempat bahkan mungkin Monica tinggal di sekeliling hotel Mereka
" aku tinggal di sekitar sini" jawab Monica
" apa kabar mu?" lanjut Monica bertanya
" Alhamdulillah baik,,,"
" Mas...aku mau ke hotel melihat si kembar" ucap Intan memotong pembicaraan Suaminya
Intan berpikir sejenak luka nya ini bisa di manfaatkan nya untuk menyerang Monica
" iya Yank" sahut Bram
" maaf aku harus kembali ke kamar untuk melihat anak ku" pamit Bram lalu mendekat kearah Intan dan menggendong istrinya ini
Monica menatap sinis saat Intan membenamkan kepalanya di dada Bram dan mengalungkan tangannya di leher Bram
" apa kamu memiliki istri cacat Bram?" tanya Monica menyerang Intan
Bram memberhentikan langkah kaki nya dan kembali menghadap ke arah Monica
Intan yang hati nya sedikit panas tetapi masih masih bisa mengontrol emosinya langsung turun dari gendongan Bram dan mendekat pada Monica tanpa menghiraukan perih kaki nya..
" itu bentuk rasa cinta suami ku,di mana pun berada dia tak pernah malu untuk memperlihatkan kemesraan nya" tegas Intan
" jangan terlalu norak" balas Monica tak kalah sengit
" hanya orang yang tak tau malu seperti mu yang terlihat norak jika bermesraan di luar, perempuan terhormat seperti ku masih tau batas dan tempat untuk bermesraan bersama suami sah ku" ucap Intan mempertegas kalau dia istri Bram
" ayo sayang....jangan meladeni hal yang tak penting" ucap Bram menarik kembali Intan ke gendongan nya
Intan tersenyum sinis sedangkan Monica mengepalkan tangan nya geram...
__ADS_1
Kirana dan Rangga yang tak tau persoalan nya hanya diam,mereka tidak tau siapa Monica..