Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cemburu buta


__ADS_3

" gimana keadaan Naura bun?" tanya Bagas saat mereka hendak tidur


"seperti nya mereka sudah berbaikan pih,tadi sudah turun berdua dan makan berdua" jelas Arini


" syukurlah kalau begitu, berarti hanya kesalahan pahaman saja,aku takut kalau Arkan benar-benar mengkhianati Naura,tidak akan aku beri ampun bun" ucap Bagas sedikit emosi


" tidak mungkin pih,aku bisa melihat kalau Arkan mencintai Naura,buktinya dia tidak mau memanfaatkan Naura untuk membeli rumah,padahal Naura sudah berulang kali menawarkan nya,apa lagi saat ini Naura tengah hamil anak Arkan tidak akan mungkin Arkan berpaling..." jelas Arini


" kok kamu bisa yakin gitu,apa jangan-jangan kamu dulu nya juga sempat suka pada Arkan?" tanya Bagas penuh selidik


" mulai deh kamu pih,nanti ujung-ujungnya ngambek lagi,bahas yang nggak penting...Arkan itu menantu kita.....!!!" kesal Arini


" kan cuma nanya aja,kok kamu jadi sewot gitu bun"


" siapa yang nggak sewot di tuduh gitu,ingat kita itu sudah ada Daffa, sebentar lagi sudah mau punya cucu,sifat cemburu nya di kurangi sedikit Pih...lagian kamu ini aneh harus nya aku tu yang cemburuan ini malah kamu...!!" ketus Arini


" iya...iya....maaf...aku kan cuma khawatir kamu berpaling bun" ucap Bagas penuh sesal


" sudah ah,aku malas ngomong sama kamu,aku mau tidur dulu" Arini menarik selimut ke seluruh tubuh nya


" bun,,maaf..." ucap Bagas memeluk Arini Erat di dalam selimut


" pih..nggak bisa nafas aku" kesal Arini


" maafin dulu nggak,,," paksa Bagas sambil mendusel kepalanya di punggung Arini

__ADS_1


" pih,,geli pih...." pekik Arini menahan tawa


" iya bilang dulu maafin aku"


" iya...iya...aku maafin,sudah lepas" pekik Arini sambil membuka selimut yang membuat nya sesak nafas


Bagas menciumi seluruh tubuh Arini


" hey...jangan modus,aku sudah mengantuk" protes Arini


" ayo lah bun, sebentar saja" bujuk Bagas


" selalu saja begitu" cebik Arini yang kali ini mengalah akhirnya memenuhi keinginan bayi besarnya ini....


seminggu berlalu mereka sudah berbaikan,selama seminggu ini juga Arkan selalu pulang sebelum magrib, dia tak lagi meninggalkan istrinya untuk lembur...


Arkan mengangkat tangan nya,dan mengendus bau badan nya sendiri


" perasaan ku tidak bau yank" ucap Arkan


" tapi aku mual mencium aroma tubuh mu kalau belum mandi,mandi dulu pakai Parfum ku" perintah Naura


" masa' aku harus memakai parfum kamu sih,jadi beda wangi tubuh ku" protes Arkan


" aku mau nya wangi vanilla by,masa' kamu tega lihat aku muntah-muntah"

__ADS_1


" ya sudah,aku mandi dulu" ujar Arkan meninggalkan Naura


selesai mandi Arkan mengganti pakaian nya di depan Naura


" kebiasaan deh,main lepas sembarangan" omel Naura dan hanya di tanggapi senyuman oleh Arkan


" yank,kita kedokter yuk?" ajak Arkan


" kenapa,aku masih baik-baik saja,obat nya juga belum habis by" ujar Naura


" aku mau nanya kapan bisa jenguk anak ku,sudah dua minggu Lo yank aku puasa apa kamu tidak kasihan pada ku" ucap Arkan dengan nada memelas


sebenarnya Naura juga menginginkan nya tetapi dia memang kemarin tidak sempat bertanya hal itu pada Dokter di samping mereka sedang tidak berbaikan saat itu juga ada Arini jadi Naura malu untuk menanyakan nya..


" sabar dulu lah by seminggu lagi,biar genap dulu dedek nya Satu bulan"ujar Naura


" yah,,harus nunggu lagi yank" ucap Arkan lemas


"sholat dulu by,setelah itu kita duduk di taman"


Arkan segera sholat dan setelah selesai sholat


ponsel Arkan tiba-tiba berbunyi,Arkan melirik nya ke arah layar tertera nama Sinta di sana


" siapa By?" tanya Naura karena melihat Arkan tak kunjung mengangkat nya

__ADS_1


" Sinta yank" jawab Arkan


wajah Naura berubah seketika....


__ADS_2