
semua terdiam dan menetap panik kearah Naura
" kenapa yank" tanya Arkan panik
" seperti nya mau melahirkan by,,perut ku sakit nya tidak berhenti " jawab Naura
semua yang ada di sana panik melihat Naura yang kesakitan..
" ayo kita kerumah sakit,," Ucap Bram yang melihat Naura meringis memegang perut nya
Bram mengeluarkan mobilnya Arkan dan Naura lalu oma Naik kedalam mobil Bram..
Rangga dan Tami menyusul dari belakang membawa Intan ikut serta
sedangkan Arini dan Bagas pulang dulu karena akan mengambil keperluan Naura melahirkan,,
mereka semua sudah berpencar sesuai dengan perintah Arkan....
setelah mengambil keperluan nya Arini berangkat bersama Bagas,tadi sebelum pulang Arini sudah menghubungi ibunya terlebih dahulu untuk datang kerumah menjaga Daffa, kasihan kalau di bawa kerumah sakit, terlalu berbahaya bagi Daffa..
" bu...titip Daffa dulu ya, setelah selesai aku langsung pulang" ucap Arini Pamit
" iya....kamu jangan panik,Daffa biar ibu yang jaga,di rumah juga ada bik Sumi, selesai kan saja dulu Naura di sana "pesan oma Surti
Bagas dan Arini segera menuju rumah sakit
****
" dok..tolong istri saya mau melahirkan" pekik Arkan
__ADS_1
Oma terus memegang tangan Naura..
Naura di periksa dan segera di larikan ke ruang bersalin
Tami,Rangga serta Intan datang tergesa lalu tak berapa lama di ikuti Bagas dan Arini yang memberikan perlengkapan tas yang sudah di siapkan Naura pada Arkan
" hanya suami pasien yang boleh menemani, selebihnya tolong tunggu di luar" ucap sang perawat
Tami,Arini,Intan serta oma menunggu dengan gelisah di luar...
" di mana Daffa Rin?" tanya Oma
" bersama Ibu ma di rumah" jawab Arini dengan nada cemas
" kita berdo'a bersama semoga cepat selesai" ujar Oma dan di angguki oleh ketiga Perempuan cantik ini
" yank...sini..kenapa mondar-mandir di situ" ujar Bram
"panik lah mas,kasihan Naura di dalam" ucap Intan mencebik
sementara keadaan di dalam cukup tegang
Arkan yang berada di sebelah Naura meringis kesakitan karena kuku cantik Naura habis menancap tubuhnya
" yank....sakit" ringis Arkan
"seharusnya aku yang sakit by,kenapa jadi kamu?" tanya Naura tanpa dosa sudah menyiksa Arkan
"selepas kamu melahirkan aku yang harus di rawat karena luka cakar" ketus Arkan
__ADS_1
" itu belum seberapa by dengan perjuangan ku melahirkan anak kita"
" ayo buk,tarik nafas nya lagi" ucap Sang Dokter melerai perdebatan suami istri ini
Naura mulai mengikuti arahan dokter tersebut
"huf....." Naura membuang Nafas kasar menahan sakit
" pasti bisa buk, sekali lagi ya" bujuk sang Dokter
" ayo yank...lebih kencang lagi" ucap Arkan
" kamu saja yang melahirkan by,heboh banget" marah Naura
" mana bisa yank,kan aku cuma bisa nyumbang benih nya,kalau aku yang hamil pasti lucu lah yank...!!" jawab Arkan asal membuat dokter dan suster di sana tertunduk malu menggeleng
"ayo buk,ini sudah kelihatan,dorong sekali lagi pasti bisa"
Naura menarik nafas dalam dan mengeluarkan nya...
" hoek.....hoek....." terdengar suara tangisan bayi barulah Naura bisa bernafas lega
" makasih sayang" ucap Arkan mencium kening Naura melihat anak mereka sudah lahir
setelah di bersihkan bayi mungil itu di berikan pada ibunya...tak henti-hentinya Naura bersyukur karena melahirkan buah cinta nya bersama Arkan,di usia Muda dia sudah menjadi seorang mama tapi ini lah pilihan nya..
" laki-laki yank" ujar Arkan mengambil anak nya dan segera mengazani...
Naura pun di bersihkan untuk segera di pindahkan ke ruang perawatan....
__ADS_1