
saat ini Bagas dan Arini sudah sampai di salah satu mall,mereka masuk ke salah satu restoran di sana..
"mau makan apa sayang"tanya Bagas lembut
" mau spaghetti saja pih,kaya' nya enak dg es lemon" jawab Arini
" kenapa tidak nasi saja,kata nya lapar"
" tapi aku lagi tidak ingin makan nasi pih"
" jangan bilang kamu diet yank, kasihan Daffa,nggak ada diet-dietan" marah Bagas
" siapa juga yang diet pih,aku hanya lagi ingin spaghetti,nanti sampai dirumah aku makan nasi" ujar Arini memohon
akhirnya Bagas mengalah dan memesan Spaghetti untuk Arini dan memesan ayam saus untuk nya
saat makan lagi-lagi Arini melihat Karin bersama lelaki tua,Arini terus memperhatikan nya..
" kamu lihat apa yank?" tanya Bagas
__ADS_1
" seperti nya aku lihat mbak Karin pih,tetapi bukan bersama suaminya,sudah dua kali aku melihat nya pih, dengan lelaki tua itu,apa itu ayahnya,atau keluarganya?" tanya Arini
Bagas menoleh kearah Karin dan benar saja Bagas melihat Karin bergelayut manja di lengan lelaki tua itu,dan Bagas juga mengenali siapa lelaki itu
" orang tua Karin sudah lama meninggal yank,keluarga ayah atau ibunya juga tidak di sini,itu seperti nya pak Roby,dia pernah menjalin kerjasama dengan ku sewaktu Karin menjadi istri ku,ck..rupanya diam-diam dia menaruh hati pada Karin....biarkan saja yank,aku tau sifat pak Roby yang suka berganti-ganti pasangan,memang orang jahat pasangan nya juga akan jahat,mereka sama-sama licik,tidak usah kita lihat,teruskan saja makan mu" ucap Bagas menatap Arini
" jadi suami mbak Arini bagaimana pih?" tanya Arini penasaran
" mana aku tau,kalau aku mengurusi nya kamu pasti marah,aku juga tidak berminat ikut campur masalah nya,tidak heran dia bersama lelaki lain karena Karin memang wanita yang tidak setia..." jelas Bagas
" jadi kamu mau mengurusinya?" Arini bicara sedikit melotot
" kan salah lagi,jangan mulai yank,sudah ku bilang aku tidak berminat pada nya,ayo makan,sudah itu kita belanja,aku tidak ingin kita jadi tontonan orang di sini" ujar Bagas menghabiskan makanan nya
" yank,,ini bagus" ucap Bagas memberikan satu buah lingerie berwarna merah
" pih,terlalu transparan" ucap Arini malu
" tidak masalah,kan hanya aku yang melihat nya" bisik Bagas
__ADS_1
" ambil 6 yank,tiap hari biar pake lingerie" ucap Bagas tanpa Dosa
" itu mau nya kamu,nggak dua saja cukup" tekan Arini menuju kasir membawa dua lingerie
selesai dari sana mereka segera melihat-lihat toko mainan untuk Daffa,di toko ini sepasang suami istri ini juga meributkan sesuatu
" yank,,ambil mobilan ini sekalian" ujar Bagas
"mubazir pih,Daffa belum bisa menaikinya,beli yang bisa Daffa main kan saja" tolak Arini
" apa salah nya yank,kan dia bisa melihatnya dari sekarang"
" buat apa hanya di lihat tidak bisa di mainkan, jangan berlebihan,nanti kalau sudah bisa duduk baru kita beli" ucap Arini
lagi-lagi Bagas harus mengalah pada istri nya ini
" memang wanita terlalu perhitungan" gumam nya
" bukan perhitungan tetapi harus bisa membedakan mana yang di butuhkan mana yang hanya untuk gaya-gayaan,,kalau memang Daffa sudah bisa aku tidak akan melarang nya" omel Arini
__ADS_1
" janji ya,kalau Daffa sudah bisa minta sesuatu jangan di larang,semua nya akan aku berikan" kesal Bagas
"terserah pada mu,asal jangan minta bunda baru saja" ayo kita pulang ajak Arini setelah membayar di kasir beberapa mainan Daffa