
Bagas mengikuti langkah Arini kedalam kamar
" yank....kok jadi marah" ujar Bagas
Arini tidak bergeming dia duduk di atas ranjang mereka lalu di ikuti Bagas dengan mendusel-dusel di punggung Arini
" awas pih,,geli..." kesal Arini menjauhkan tubuhnya dari Bagas
" makanya jangan marah" jawab Bagas
" gimana nggak mau marah,kamu nggak peka banget,awas saja nanti..!!" Ancam Arini
" sudah mulai main ancam sekarang yank..!! kamu nya mau apa? ngomong yang jelas donk jangan marah nggak jelas gini,aku nya jadi bingung sayang" ucap Bagas memegang kedua pipi Arini dengan tangan nya
" mau belanja? mau makan di luar?" tawar Bagas dan di jawab hanya gelengan oleh Arini
" mau apa sayang??ngomong...pasti akan aku berikan"
" mau di manja..." jawab Arini malu dan menyusup kan kepala nya di dada Bagas
" hahahha" tawa Bagas pecah seketika
Arini mencubit perut Bagas kesal membuat Bagas menghentikan tawanya
__ADS_1
" aw...sakit yank" ringis Bagas menggosok perut nya
" tumben istri ku ini ingin di manja,biasanya juga aku yang selalu minta, kebersamaan Arkan dan Naura seperti nya berdampak baik untuk ku" goda Bagas dengan menaikkan Alisnya
Bagas ******* langsung bibir Arini tanpa memberikan aba-aba membuat Arini sedikit terkejut tetapi masih menikmati permainan suaminya ini,cukup lama Bagas bermain di bibir,tangan nya sudah bergelirya kedalam dress Arini hendak membuka pengait bra nya
" tok..."
" tok..."
" Rin....Daffa nangis,mungkin mau nyusu" pekik Oma dari luar
Arini langsung mendorong tubuh Bagas dan merapikan dress nya...
" yank...." panggil Bagas frustasi karena yang di bawah sana sudah berdiri
" tidak bisa pih,Daffa sudah menangis,nanti saja" jawab Arini berjalan ke depan Pintu
" cup...cup...Anak bunda haus ya?" Arini mengambil Daffa dari gendongan Oma dan membawanya masuk kedalam kamar
Arini membuka kancing Dress nya,sejak melahirkan pasti Arini selalu memakai pakaian yang berkancing depan karena memudahkan nya untuk menyusui...
Bagas beberapa kali meneguk Saliva nya melihat Daffa mengisap benda favorit nya,membuat kepala Bagas menjadi pusing..
__ADS_1
"Yank...." panggil Bagas menggosok punggung Arini lembut
" hmmmm" jawab Arini
" kapan bisa buka puasa yank,Indomie nya sudah lama habis" ujar Bagas
" masih menghitung Indomie kamu pih?" tanya Arini geli melihat tingkah suaminya ini
" iya,kan yang hilang cuma dua" Bagas mengangkat jari nya dua "jadi di tambah saja dua hari kedepannya"
" terus hasilnya?" tanya Arini
" harusnya sih kemarin,tapi aku belum lihat tanda-tanda kamu sholat" jawab Bagas polos
" dari kemarin kamu nungguin aku sholat?" tanya Arini tidak percaya kalau Suami nya selalu menghitung
" iya,bahkan subuh tadi aku sengaja bangun duluan pas azan subuh,tapi kamu nggak bangun-bangun" jawab Bagas jujur
Arini menggelengkan kepalanya bagaimana bisa isi kepala suaminya ini hanya itu saja
"Baiklah,berikan aku waktu istirahat siang ini,kamu ajak Daffa untuk bermain,biar nanti malam aku bisa Fit" ucap Arini
" beneran yank,,jadi kamu udah selesai nifas nya?" tanya Bagas dengan senyum mengembang
__ADS_1
" mau nggak??"
" iya lah mau...!!!" seru Bagas semangat "sini sayang nya aku,,bobok yang nyenyak ya,,cup...cup..." Bagas memberikan kecupan di seluruh wajah Arini dan mengambil Daffa pangkuan Arini lalu membawanya keluar...