
setelah puas jalan-jalan malam mereka kembali pulang kerumah Aska...
" aku pikir tadi mantan istri om Bram lo pih" ucap Arini saat mereka hendak tidur..
" bukan,,itu mantan pacar yang meninggal kan Bram dan lebih memilih tunangan nya,,saat itu Bram masih kuliah,dia sangat terpuruk dan menerima perjodohan mama nya" jelas Bagas
" kalian sempat hidup di lingkungan perjodohan ya"
" iya Bun,tapi tidak ada yang berakhir bahagia,justru malahan gadis remaja yang menjadi sahabat anak ku yang bisa membuat ku bahagia" ucap Bagas menarik Arini Kepelukan nya,saat ini mereka tidur berempat dengan Daffa di sudut,Bianca di tengah lalu di ikuti Arini dan Bagas..
" kalau saja saat itu kamu menikah dengan tante Bella ya pih,mungkin kita tak kan pernah begini" ucap Arini
" kalau aku menikah dengan Bella tak kan pernah sebahagia ini bun,kami sumber kebahagiaan di rumah ku,ini yang di namakan jodoh...tak kan pernah tertukar"
" kalau mantan istri om Bram di mana pih?" tanya Arini penasaran
" tidak tau,,dulu terakhir mereka berpisah juga di Jakarta bun,aku tak pernah bertanya pada Bram,tapi saat ini aku salut dengan kalian bun,tak pernah bermain fisik untuk melawan pelakor di luar sana,baik kamu,Intan bahkan Naura..." puji Bagas
__ADS_1
" kami perempuan yang cerdas pih, kekerasan tak kan menghentikan lawan,,tetapi kecerdasan akan membuat takluk lawan" sahut Arini
" terkadang aku melihat perempuan saling menyerang,adu mulut tapi kalian dengan santai nya melawan pelakor"
" kekuatan nya cuma satu Pih,,dengan kalian mencintai kami pasti kami akan menang,pelakor akan lari dengan sendirinya...satu yang harus terus di ingat jangan pernah memberi celah pada orang lain untuk bisa masuk dalam hati kita masing-masing..." ucap Arini memegang dada nya lalu berpindah pada dada Bagas
***
" kenapa kamu cuek saja tadi mas??" tanya Intan
" lalu kamu maunya aku bagaimana?" tanya Bram
" aku tak bisa yank,,lebih baik membentengi diri dari pada luluh nantinya,kamu juga yang repot"
" cinta mu belum cukup kuat pada ku jika kau bisa luluh dengan nya" Sindir Intan
" kalau untuk cinta jangan kau ragukan lagi yank,, mati pun aku rela jika kau yang menginginkan"
__ADS_1
" jangan berlebihan,,kau sudah bisa menebak kalau aku tak kan mungkin menginginkan kau mati" kesal Intan berbaring di ranjang yang sudah di tiduri oleh anak kembar mereka
" aku bisa apa yank,,semua sudah aku berikan pada mu,apa tak cukup rasa membuktikan cintaku,,aku hanya lelaki biasa yank,jika terus meladeni nya pasti lama-lama juga akan luluh,jadi lebih baik tak saling dekat karena harus menjaga perasaan mu,kau istri ku jadi sepatutnya perasaan mu yang aku utamakan" jelas Bram ikut bergabung di ranjang dan memeluk Intan
Intan membalas pelukan Bram karena sejujurnya dia hanya menguji kesabaran Bram dalam mengahadapi sikap nya yang terkadang uring-uringan,tetapi Bram selalu punya cara untuk menenangkan dirinya...
***
"kamu mengenal perempuan tadi by?" tanya Naura
" tidak,,om Bram dulu orang nya cukup tertutup,sejak menikah dengan Intan yang membuat nya berubah seperti bumi dan langit sangking jauh nya" jawab Arkan
" tante Intan tak pernah cerita pada ku kalau dia pernah bertengkar"
" tak seluruhnya apa yang terjadi di rumah tangga ini harus di cerita kan yank,ada kala nya seseorang mengambil kesimpulan untuk diam agar rumah tangga mereka menjadi damai,mungkin tante Intan sudah di berikan penjelasan oleh om Bram,,kamu juga jangan bertanya jika dia tak bercerita,ada Privasi antara mereka yank...." jelas Arkan
" begitu juga dalam rumah tangga kita, walaupun bunda Arini sahabat mu tetapi semua kejadian harus di perhitungkan duku untuk di cerita kan , jika hanya akan membuat kalian bersitegang dan saling menyalakan lebih baik do pendam,toh mereka juga akan mengerti,ini pun berlaku di rumah tangga kita" tegas Arkan
__ADS_1
setelah perbincangan malam itu, semua pasangan terlelap tidur karena besok pagi mereka akan pulang kembali ke kota mereka....