
" dok...tolong istri saya mau melahirkan" ujar Bagas sedikit tergesa
Arini di bawa keruang tindakan,ketuban nya sudah pecah tetapi Arini dalam keadaan pingsan
" maaf,, pasien harus segera di operasi karena kondisi nya kritis dan banyak mengeluarkan darah" terang sang dokter
" lakukan yang terbaik dok,selamatkan cucu dan menantu saya" ucap Oma
Bagas terduduk lemas melihat kondisi Arini yang pagi ini tak sadarkan diri lagi,padahal semalam mereka masih sempat tertawa bersama..
" tolong di urus administrasi nya,agar pasien segera di operasi" ucap Sang dokter
Bagas segera beranjak dan berlari tempat pembayaran, setelah semua selesai Arini segera di operasi sc...
kurang dari satu jam operasi selesai, Perawat keluar dengan menggendong bayi laki-laki tampan,dia segera memindahkan ke ruang bayi...
" ma,,itu bayi ku" tanya Bagas menatap suster yang berlari memindahkan bayi nya
" seperti nya iya" jawab Oma
setelah mengazani bayinya Bagas segera keluar menunggu di depan ruang operasi Arini
"pasien masih dalam keadaan koma,saat ini pasien di pindahkan ke ruang ICU terlebih dahulu" terang sang dokter
__ADS_1
sampai saat ini tidak ada yang tau dengan kejadian mengapa Arini bisa sampai pingsan di kamar Mandi...
setelah Arini di pindahkan ke ruangan ICU,mereka masih setia menunggu di luar,,
" Gas,pulang lah dulu,bersihkan diri mu" ucap Oma
" tidak ma,aku mau di sini saja menunggu Arini sampai sadar,aku tidak ingin di tinggal ma" ujar Bagas lemah di depan ruangan
" baik lah kalau begitu Naura pulang duluan ambilkan baju ganti papi mu,kita pulang bergantian saja,hubungi mertua mu Gas" ingat Oma
" astagfirullah...aku lupa ma,," Bagas mencari ponselnya di saku ternyata dia lupa membawa
" ra,sekalian bawa ponsel papi kesini ya" pinta Bagas
" ma....bagaimana kalau Arini meninggalkan ku dan anak kami" ucap Bagas memeluk mamanya
Baru kali ini dia merasakan sangat ketakutan,dulu sewaktu mami Naura pergi meninggalkan nya bahkan Bagas tak sedikit pun melarang,tapi kali ini sangat beda.. melihat Arini terbujur di atas brangkar rumah sakit membuat Bagas sangat ketakutan....
" Arini perempuan yang kuat,mama yakin dia akan bangun"ujar oma menguatkan Bagas
tak lama kemudian Bu Surti dan pak Bastian datang
" Gas,,di mana Arini??" tanya Bu Surti
__ADS_1
"di dalam bu,Arini masih belum sadarkan diri" jawab Bagas lemas
" siapa yang memberi tau ibu?" tanya Bagas lagi
." tadi Naura menghubungi katanya Arini melahirkan,ponsel kamu ketinggalan di rumah"jelas pak Bastian
" iya Bu,do'a kan Arini cepat pulih bu"
" ibu boleh masuk?" tanya Bu Surti
" belum ada yang boleh masuk bu, tunggu dokter keluar dulu" jawab Oma
Bu Surti duduk termenung di depan ruangan,tak terasa air mata nya menetes,mengingat putri satu-satunya ini sudah menjadi ibu,tetapi malah kondisinya kritis
" pih,makan dulu,ini tadi aku beli kan nasi di depan" ucap Naura menyodorkan satu buah Kantong berisi nasi bungkus dan air mineral serta baju ganti Bagas
" papi tidak lapar ra,,Titip Arini ma,Aku ganti baju dulu" Dengan langkah gontai bagas menuju kamar mandi
" suami pasien mana?" tanya Sang suster
" sedang di kamar mandi sus,ada apa saya ibunya" jawab Bu Surti
" pasien sudah bisa di jenguk ya bu, tapi satu-satu karena kondisi pasien masih belum stabil,tetapi sudah sadar" jelas sang Suster
__ADS_1
" Alhamdulillah" ucap mereka serentak