
Seminggu berlalu Arini sudah berdandan rapi dan cantik siang ini..
" ma,aku titip Daffa ya,mau kekantor mas Bagas" ucap Arini memberikan Daffa pada oma
" iya,,sana kamu manjain dulu bayi besar mu,seminggu ini dia suka marah-marah tak jelas,tiap hari menghitung Indomie yang tak ada kesudahan nya" omel Oma
" susu Daffa sudah aku taruh di kulkas,minta mbak Mayang untuk memanasi nya jika Daffa menangis ma,kalau ada apa-apa hubungi aku ya" pesan Arini pada mertuanya lalu dia pergi
tangan kanan Arini menenteng bekal makan siang untuk suami nya dan tangan Kiri nya menenteng tas keluaran terbaru dari Gucci yang dia beli via online bersama Naura, sebenarnya Arini tidak terlalu suka belanja,tetapi kalau Naura dan Oma belanja Arini selalu di suruh memilih,jadi mau tak mau dia juga ikut belanja...
tak....tak....tak...
terdengar hentakan high heels Arini memasuki lobi kantor,,semua mata tertuju pada perempuan cantik beranak satu ini,, dengan bentuk tubuh yang sedikit seksi karena habis melahirkan dan dada yang padat berisi karena menyusui Daffa.
Arini langsung masuk kedalam lift menuju ruangan suaminya,Arini tidak sombong tetapi dia menjaga wibawa nya sebagai istri dari pemilik perusahaan
" mbak Anita suami saya ada di dalam?" tanya Arini lembut
" ada buk, mari saya antar kan" jawab Anita sopan yang tidak mau mengulang kembali kesalahan nya
__ADS_1
pesan Bagas pada Anita siapa pun tamu nya dan sedang apa pun dia bila Arini datang haris secepatnya memberitahu padanya...
Anita mengetuk pintu ruangan Bagas, setelah terdengar jawaban dari dalam dia membuka nya
" mari bu,," Anita mempersilakan Arini untuk masuk
" sayang kenapa tidak menghubungiku ku dulu" tanya Bagas melihat istrinya masuk kedalam ruangan
" mau mengantar makan siang nya yank" jawab Arini lembut dan sedikit tersenyum
" kenalkan ini istri saya Arini" ucap Bagas memperkenalkan Arini pada Utari rekan bisnis nya
" mohon maaf,ini waktunya makan siang,saya hendak makan siang bersama Istri saya terlebih dahulu,kalau anda masih ada keperluan bisa menunggu saya di ruangan Anita" ucap Bagas
" tidak... seperti nya saya sudah selesai,besok penandatanganan kontrak nya bisa melalui sekretaris saya saja" jawab Utari lalu pamit keluar
" Pantas saja Bagas tidak pernah tertarik pada perempuan lain,istrinya terlalu cantik untuk di saingi dan masih muda" gumam Utari pelan saat keluar dari ruangan Bagas
***
__ADS_1
" kenapa tidak bilang kalau kesini yank,kan aku bisa jemput,tadi di antar siapa?" tanya Bagas membawa Arini duduk di sofa
"di antar pak udin,,aku sengaja masak siang ini untuk kamu pih,ayo kita makan dulu" ajak Arini
" sudah lama nggak di suapin kamu yank,sejak ada Baby Daffa waktu kita berdua jadi berkurang" keluh Bagas
" tidak boleh seperti itu pih,Daffa kan anak kamu,masa mau saingan dengan anak sendiri, tidak akan lama dia tumbuh besar,lihat saja Naura sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita" jelas Arini lembut agar Bagas tidak merasa di nomer dua kan
" iya,rasanya baru kemarin dia merengek minta ikut ke kantor dengan ku, sebentar lagi akan menikah,,huff.....rupanya aku sudah tua sayang" Bagas menarik nafas berat
" siapa bilang kamu masih muda,maka nya mulai sekarang kamu harus semakin rajin berolahraga biar selalu sehat dan terus berada di sisi kami" ucap Arini sambil menyiapkan makan siang mereka
" Aku jadi semakin takut sayang"
" takut apa??"
" takut kalau kau malah berpaling,dan meninggalkan ku,tidak lama lagi aku akan memasuki 50 tahun,sedangkan kau malah semakin cantik dan matang,aku sedikit minder berdampingan dengan mu"
" jangan pernah meragukan ku sayang,aku tidak akan pernah meninggalkan mu meskipun kau yang memintanya,,aku berpenampilan seperti ini sekarang dan seterusnya hanya untuk kamu,jadi jangan pernah berpikir yang macam-macam,aku ingin kita berdua menua bersama,dan hanya maut yang bisa memisahkan kita" ujar Arini memenangkan suaminya
__ADS_1
Bagas melayangkan kecupan mesra di kening Arini,hanya Arini yang selalu bisa menenangkan diri nya....