Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kemarahan Arini


__ADS_3

Bagas keluar dari kamar dengan senyum mengembang sambil menggendong Daffa yang sedang tertidur


" kenapa di bawa keluar Gas?" tanya Oma


" bunda nya capek ma,mau istirahat dulu ..jadi biar aku yang menemani nya tidur" jawab Bagas ingin membaringkan Daffa di depan Tv


" tunggu,,mama bersihkan dulu kasur nya,takut ada debu atau semut,bisa melukai kulit cucu ku" ujar Oma sambil mengibas-ngibas kasur nya


setelah di rasakan bersih oma menyuruh Bagas untuk membaringkan Daffa


" bobok yang nyenyak ya sayang,,papi temenin,kita kasih bunda istirahat dulu..." bisik Bagas sambil mencium pipi Daffa


papi dan Anak ini berbaring di depan Tv hingga kedua nya sama-sama tertidur..


" ma.." panggil Naura


" pelan,,adik mu sedang tidur" jawab oma menoleh pada Naura


" nanti kalau papi nyari in aku bilang aku keluar dulu sebentar dengan Arkan ya ma" pesan Naura lalu menciumi oma nya sebelum pergi


****


" mau kemana yank?" tanya Naura saat mereka sudah berada di dalam mobil

__ADS_1


" Kita nonton bioskop aja ya ra,, seperti nya kita belum pernah kesana selama pacaran" jawab Arkan


" boleh,tapi kamu beneran nggak sakit perut yank,sudah makan ayam tadi?" tanya Naura serius


" iya,,,kalau aku sakit perut berarti nggak menghargai perjuangan dan pengorbanan kamu donk,sudah capek-capek masak untuk calon suaminya" rayu Arkan membuat pipi Naura memerah seperti kepiting rebus


"I love you" ucap Arkan menggosok pipi Naura lembut dengan satu tangan nya membuat Naura memeluk pinggang Arkan erat dan menyandarkan kepala nya di pundak Arkan yang sedang menyetir


" Love you to my hubby" jawab Naura malu-malu dan di hadiahi kecupan oleh Arkan di keningnya


***


Arini mengeliatkan tubuh nya melihat jam sudah Ashar,dia segera bangkit mencari Anak dan suaminya,tetapi mereka tidak ada di kamar


" mayang...." pekik Arini membuat Bagas terkejut dan langsung terbangun


" buk...ma-af....." ucap Mayang terbata


" apa-apa an kamu??" suara Arini menggelegar di dalam rumah membuat Oma yang sedang tertidur pun keluar dari kamar


Arini yang tidak pernah marah kali ini menampakkan taringnya,dia marah besar membuat Bagas pun ikut ketakutan memikirkan nasib belalai nya malam ini...


" alamak.....bakalan gagal malam ini" batin Bagas kesal menatap mayang

__ADS_1


" ada apa Rin? kenapa berteriak begitu" ucap Oma kaget


" dia ma?? pengasuh itu?" tunjuk Arini pada Mayang yang sedang tertunduk takut


" kenapa??" tanya Oma


" dengan lancangnya dia memperhatikan wajah mas Bagas sedang tertidur" jawab Arini yang tidak bisa lagi membendung emosinya


" yank,,pelan kan suara nya nanti Daffa bangun" ingat Bagas


" kenapa ha,,apa kamu suka di tatap dengan perempuan itu" kini Arini malah menyalahkan Bagas


" aduh... salah ngomong lagi" gumam Bagas menepuk bibirnya pelan


" benar Mayang?" bentak Oma


Bagas yang memang tidak melihat kalau Mayang tadi memperhatikan nya membuat Bagas bingung ingin membela siapa,yang pasti dia harus membela istri kecilnya yang sedang dalam mode singa ini.....


" ma-af nya,,tadi....." Cicit Mayang takut


" tadi apa?" kali ini Bagas yang membentak


" itu tadi ada....."

__ADS_1


__ADS_2