Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
mengikuti Arkan


__ADS_3

Naura mengirimkan SMS pada Arkan kalau dia beberapa hari ini menginap di rumah Papi nya,dia ingin Arkan menyadari kesalahannya,awalnya Arkan tidak mengizinkan tetapi Naura tetap kekeh ingin di rumah papi nya beberapa hari dengan Alasan Arini di tinggal Bagas pergi ke luar kota..


***


malam ini mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam..


" tumben tidur di sini ra?" tanya Bagas saat selesai makan


" kenapa pih,nggak boleh?" ucap Naura ketus


" boleh,cuma papi heran saja kok kemari tanpa Arkan,kalian ribut?"


" nggak,Arkan lagi banyak kerjaan pih, lembur terus,dari pada di tinggal sendiri mending aku pulang dulu, selesai urusannya baru aku pulang,bosan di rumah sendirian,di sini enak rame,aku juga rindu sama Daffa" ucap Naura


" syukurlah..papi kira ada apa-apa,dalam rumah tangga itu harus ada yang mengalah ra,jangan sampai berpisah cuma gara-gara hal sepele" terang Bagas takut kalau rumah tangga anak nya ini sedang bermasalah


" iya pi,aku mengantuk mau tidur dulu pih" Naura segera berdiri menuju kamarnya


***


sudah tiga hari Naura tidak pulang kerumah,Arkan rutin menanyakan kabar nya tetapi Naura beralasan papi nya belum pulang,Naura ingin mencari bukti dulu tentang perselisihan Arkan tetapi bingung harus memulai dari mana

__ADS_1


hari ini Naura berniat menunggu Arkan di depan kantor dan mengikuti suaminya


hari sudah semakin siang Arkan belum juga keluar dari kantornya,,,saat Naura hendak beranjak pergi Arkan keluar menuju mobilnya..


Naura mengikuti mobil Arkan agak jauh,Arkan berhenti di depan rumah Sinta


Naura masih terus memperhatikan Arkan yang turun dari mobil dan Sinta keluar dari rumah nya,Naura melihat jelas Arkan menuntun Sinta masuk kemobil nya lalu mereka pergi,Naura masih penasaran mereka kemana dengan jantung berdetak kencang Naura mengikuti mereka dari belakang


" rupanya dia sudah keluar dari penjara,jadi benar kamu menjalin hubungan lagi bersamanya by" gumam Naura


mobil Arkan berhenti di sebuah rumah sakit,Naura melihat Arkan membukakan pintu untuk Sinta dan membawa nya keluar,Sinta bergelayut di lengan Arkan,Naura hanya menangis di dalam mobil dia tidak sanggup untuk keluar dan melihat langsung perselingkuhan suaminya...


" pasti mereka akan memeriksa kan kandungan Sinta,kamu bajingan Arkan" Naura segera meninggalkan area rumah sakit,perut nya terasa kram saat ini


sesampainya di rumah Naura berjalan sedikit tertatih,menahan sakit pada perutnya


" kenapa kak ra" Ucap Arini cemas menuntun Naura


" perut ku sakit bun, seperti nya mau menstruasi" jawab Naura sambil memegang perut nya


" ayo..aku antar keatas, istirahat dulu"

__ADS_1


Arini membaringkan Naura di ranjang,dan mengusap perut nya pelan


" tunggu sebentar ya"


Arini mengambil air hangat kuku untuk Naura minum


" jangan terlalu lelah, bagaimana mau isi cepat, aktivitas mu terlalu padat" ucap Arini


" hey...kamu menangis ra" Arini melihat sudut mata Naura mengeluarkan air mata


" nggak bun,hanya menahan sakit" elak Naura yang belum mau bercerita


" bun,aku mau istirahat dulu,siapa pun mencari ku jangan bangun kan aku" ucap Naura


" kalau Arkan?" tanya Arini memastikan


"siapapun Bun?" tegas Naura


Arini diam sesaat dia yakin ada sesuatu pada Naura,tetapi dia tidak ingin menekankan Naura untuk bercerita,karena dia tau mungkin itu privasi nya,kalau Naura sudah siap pasti dia akan bercerita sendiri..


Arini keluar dari kamar Naura, Naura terisak menangis di dalam kamar nya,tidak pernah terbayang oleh nya di usia pernikahan sesingkat ini dia akan jadi janda, karena untuk di madu Naura dia sudah pasti tidak terima...

__ADS_1


__ADS_2