
seminggu berlalu,,kondisi mama Rangga semakin membaik,hari ini Tami datang kerumah Rangga untuk bertemu mama nya..
" kenapa tidak menghubungi tante dulu sayang,,kan tante bisa pesan kue kesukaan mu" ucap mama Rangga
"tidak usah repot-repot tan,,tante juga baru sembuh"
"untuk kamu tidak ada yang merepotkan,kamu sama siapa kesini?"
" sendiri,,kata mama dia sudah menjenguk tante dua hari lalu" jelas Tami
" iya...mama mu sudah datang menjenguk tante,dia bilang kamu saat ini sibuk kuliah"
" iya tan,,saat ini Tami sedang sibuk kuliah.." jawab Tami mengiyakan penyataan mama nya
" Tan,,apa kondisi tante sudah membaik?" tanya Tami
" ya...cukup baik apalagi kalau melihat mu,tante senang sekali Tam kalau kamu kesini seakan Tante sedang di temani anak sendiri,Kamu tau dulu saat kamu kecil sering kemari tetapi sejak beranjak dewasa kamu asik bermain dengan teman seusia mu dan melupakan tante,tante berharap banyak pada mu Tam" ucap Mama Rangga menggenggam tangan Tami
__ADS_1
" tan,,boleh Tami jujur?"
"silahkan"
" awal tante mendekatkan Tami pada Rangga saat itu Rangga mendekati Naura sahabat Tami dan akhirnya Naura menikah dengan Arkan,Tami sudah membuka hati untuk Rangga tan,tapi memang kami tak berjodoh,saat ini Rangga sudah mempunyai pasangan begitu juga dengan Tami,bisa kah kami memilih jalan hidup masing-masing tan?"
"apa kah adinda perempuan yang kamu maksud?" tanya Mama Rangga sedikit emosi
" ya,,tapi jangan salah kan dia tan,dinda perempuan yang baik,Tami yang hadir menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka" jelas Tami
" Adinda datang kemari?" tanya Tami
" ya....dua kali sudah dia datang, seperti tak punya harga diri, Adinda terlalu murahan Tam,tante tidak suka" ucap mama Rangga
" Tan,,dia hanya mencoba memperjuangkan cintanya,yang salah di sini bukan Dinda tapi Rangga yang tidak tegas dalam memilih,jika awalnya dia ingin bersama ku,lupakan Dinda,tapi Rangga tak bisa tan...bayangan Dinda selalu menghantui nya,Aku tak bisa hidup di bawah bayangan masa lalu,jadi aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami" jelas Tami
" tapi tante tidak bisa menerima nya Tam,," kekeh mama Rangga
__ADS_1
" bukan tak bisa hanya belum terbiasa dan tante tidak ingin membuka hati dan menerima nya seperti tante menerima Tami,,coba lah tante kenali dia,dinda gadis yang cantik dan baik,Tami yakin Rangga bahagia bersama nya jika tante bisa menerima nya"
" kamu???" tanya Mama Rangga
" inssallah Tami ikhlas dan saat ini sudah bahagia Tan,,kita tidak di takdir kan menjadi menantu dan mertua tapi kita bisa jadi ibu dan anak yang kompak...." ucap Tami tersenyum
" masih bisa nyalon bareng,masih bisa shopping bareng?" tanya Mama Rangga
" pasti.....semua nya masih bisa,hanya hubungan ku dengan Rangga yang tak bisa bersama" jawab Tami memeluk Mama Rangga
sebenarnya mama Rangga sudah tau semuanya,saat Dinda datang kerumahnya saat itu dan saat Tami membisikkan sesuatu di telinga nya saat di rumah sakit,karena tidka sepenuhnya dia belum sadar,tetapi untuk membuka mata dia belum mampu....mama Rangga belum mampu menerima semuanya saat itu....
sekarang hati Tami sedikit plong setelah bercerita pada mama Rangga,dia bisa mengakhiri hubungan nya tanpa ada yang bermusuhan...kalau rasa kecewa pasti ada,dihati Tami pun masih ada rasa kecewa pada Rangga tetapi dia mencoba membuang jauh karena Vino adalah masa depan nya....
"maaf kan anak Tante sayang,maafkan dia yang masih belum bisa bersikap dewasa,tante yakin Rangga akan menyesal menyia-nyiakan gadis sebaik dan secantik kamu" bisik Mama Rangga memeluk Tami
" biarlah semua berjalan seperti air mengalir Tan,jika Rangga menyesal itu konsekuensi dari perbuatannya nya,biar ini di jadikan nya pelajar menuju proses dewasa" jawab Tami membalas pelukan mantan calon mertuanya ini....
__ADS_1