
dirasa kondisi Naura sudah membaik Mereka segera melihat siapa orang yang menolong Naura...
" bagaimana keadaan nya dok?" tanya Arkan
" pasien mengalami patah tulang di kaki nya karena hantaman mobil,saat ini kondisi pasien sedang kritis" jelas sang dokter
" siapa dari kalian keluarga korban?"
" kami semua keluarga nya dok?" jawab Bagas cepat
" kalau begitu siapa yang akan bertanggung jawab pada pasien karena pasien harus segera di operasi"
" saya yang bertanggung jawab" ucap Bagas
"by..aku takut..." bisik Naura lirih dan memeluk suaminya
" tidak apa-apa sayang kita do'a kan saja semoga orang yang sudah menolong mu selamat" ujar Arkan membalas pelukan Naura dan menenangkan istrinya ini
" ayo pak,ikut saya" ucap sang dokter
" papi pergi dulu ya bun" pamit Bagas dan di angguki Arini
" Kan,, siapa orang yang sudah menolong Naura?" tanya Arini
" tunggu papi saja bun,kita lihat bersama"
Bagas menyelesaikan semua administrasi nya
" dok, sebelum di operasi bisakah kami melihat korban terlebih dahulu" ujar Bagas
" ya pak,silahkan...." ucap Sang dokter
__ADS_1
Bagas,Naura,Arkan serta Arini masuk kedalam ruangan perawatan tersebut,terlihat lelaki tergolek tak sadarkan diri,yang saat ini sedang di kelilingi oleh perawat untuk di persiapkan menjalani operasi nya...
" bun..." pekik Naura melihat siapa lelaki tersebut
" ra.... kenapa dia???"gumam Arini lirih
" siapa dia bun?" tanya Bagas
sedangkan Arkan diam mematung melihat lelaki yang selama ini sudah lama menghilang dan hampir menghancurkan istrinya tetapi saat ini dia yang menyelamatkan nyawa istrinya..
" pih,,dia Arya....orang yang ikut terlibat dalam kasus Naura tempo hari tetapi dia berhasil kabur" bisik Arini
Naura menangis terisak di pelukan Arkan "by..aku membencinya tetapi kenapa justru dia menyelamatkan ku, aku sudah tak ingin berurusan dengan lelaki ini" isak Naura menyembunyikan kepalanya pada dada Arkan
" sudah ra, bagaimana pun saat ini dia yang sudah menyelamatkan mu,Kan bawa Naura pulang kerumah,susul papi ke Kantor polisi" perintah Bagas
mereka semua keluar dari ruangan tersebut
" bun,ikut Arkan pulang,aku harus ke kantor polisi dulu,kamu jaga Naura di rumah dia pasti sangat Syok saat ini" ujar Bagas pada istrinya
" iya sayang....."
Arkan mengantarkan Naura dan Arini pulang sedang kan Bagas langsung ke kantor polisi
" bun,,aku langsung pergi ya,titip Naura" pamit Arkan langsung menyusul Bagas
tak berselang lama Arkan datang kekantor polisi..
" mana pelaku nya pih?" tanya Arkan geram
" lagi di jemput petugas"
__ADS_1
dua orang polisi membawa Sinta ke hadapan Arkan dan Bagas,Sinta menundukkan kepala nya,saat ini tangan nya di borgol...
" Sinta" gumam Arkan lirih
"apa??? lagi-lagi Perempuan ini yang mengganggu Keluarga ku" geram Bagas
" apa kamu belum kapok juga mendekam di penjara? ku akui nyali mu besar sekali,tetapi kamu salah bermain-main dengan ku...!!" ucap Bagas dengan tatapan Sinis
" maaf kan aku Om" cicit Sinta
" maaf kata mu,sudah hampir membunuh anak ku maaf kata mu..!! aku bukan malaikat yang berhati baik untuk memaafkan mu,aku hanya manusia biasa yang punya rasa marah dan kesal"
" kamu sangat keterlaluan Sin" ujar Arkan
" aku melakukan ini semua karena mu Kan,karena aku mencintaimu" pekik Sinta
" ini bukan cinta sin,ini obsesi,kamu tau akibat yang kamu lakukan saat ini,Arya Kritis..dia yang sudah kamu tabrak" hardik Arkan
" Arya...... tidak mungkin Arya,dia sudah lama menghilang" ujar Sinta
" aku tidak tau cerita nya,yang jelas saat ini kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu ini" kesal Arkan
" kalau bukan perempuan kau sudah aku habisi,aku bukan banci yang menyiksa Perempuan,tetapi akan aku pastikan kau mendekam di sini sampai mati" tekan Bagas membuat Sinta bergedik ngeri memikirkan nasibnya
" tolong aku kan?? maaf kan aku" mohon Sinta
" sudah terlambat Sin,aku sudah katakan pada mu kalau aku tak mencintai mu,dan jangan ganggu lagi kehidupan ku,tapi kau tetap tidak menggubris nya,saat ini mertua ku sudah murka,dan tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu" Arkan meninggalkan Sinta yang sedang mematung menangis
"tolong kasus ini di tangani segera" ucap Bagas pada petugas kepolisian
mereka lalu meninggalkan kantor polisi tersebut
__ADS_1
" kenapa harus Arya yang menyelamatkan Naura" gumam Arkan kesal
dia tidak ingin istrinya ini terikat hutang budi pada masa lalu nya, bagaimana pun mereka sempat dekat,Arkan takut Naura merasa kasihan pada Arya....