Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
ke rumah tante Rindu


__ADS_3

Naura turun dengan memakai dress motif bunga-bunga dengan rambut yang di gerai sebahu,karena manja Naura lebih senang bergaya seperti princess.


" Rin.....pih..." pekik Naura


Naura mencari papi dan Arini tapi tidak menemukan dia menuju meja makan dan memakan sarapannya


seusai sarapan dia juga belum menemukan di mana papi dan sahabatnya,Naura memutuskan berjalan kebelakang untuk melihat koleksi ikan hiasnya yang terletak di kolam dekat taman


Naura mendengar suara tawa dari taman belakang,dia berjalan menghampiri melihat papinya tersenyum berbicara dengan Arini


Naura berjalan menuju gazebo tempat papi nya dan Arini bersantai


" di cari in juga,tau nya asik ngobrol disini" celetuk Naura


" tadi kan udah dibangunin,kamu nya yang gak mau bangun,ya kami makan duluan" jawab Arini


" jangan jadiin kebiasaan donk ra bangun siang,apa lagi anak gadis gak baik kesiangan ntar jodohnya diambil orang" goda Bagas


" ih papi memang nya siapa yang mau nikah" jawab Naura cemberut


" bukan papi nyuruh nikah,tapi nanti lama ketemu jodoh" Bagas menjelaskan maksudnya


" sama aja papi,aku masih mau sekolah dulu yang tinggi,baru mikirin nikah" tekan Naura


"kaya' nya enak,mau rin" ucap Naura mengambil puding dari tangan Arini


" di kulkas ada kok di tinggalin untuk kamu" ucap Arini

__ADS_1


" yang ini aja,males kedalam" Naura menyuapkan puding kedalam mulutnya


Bagas hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Naura


" kita jadi ke rumah tante Rindu pih" tanya Naura sambil menikmati pudingnya


" jadi,,rin kamu ikut ya,kita kerumah tante Rindu jengukin dia habis lahiran sekalian lihat oma" ajak Bagas


" gimana ya pih,mending aku pulang aja" tolak nya


" yah....kok pulang..kan izin nya juga tiga hari sama ibu" ujar Naura


" gak enak,jadi repotin kalian"


" bukan ngerepotin malah kami senang kamu disini,rumah ini seperti hidup kembali,ada yang urus " jawab Bagas


" bukan gitu...susah jelasinnya,ya udah kita kerumah tante Rindu aja" Ajak Bagas yang susah menjelaskan maksudnya


mereka memasuki mobil, Arini dan Naura duduk di belakang sedangkan Bagas di depan


" kok papi kaya' jadi supir.." ucap Bagas


" trus papi maunya gimana,kan gak mungkin kita berdua duduk di depan" jawab Naura


"papi nggak enak nyetirnya kalau sendiri" protes Bagas


" ya udah rin kamu pindah ke depan,kalau aku yang di depan nanti papi marah,soalnya tangan gue tu sering ngusilin musik sih papi" jujur Naura

__ADS_1


akhirnya Arini pindah duduk ke depan di perjalanan Bagas sempat mencuri pandang sekilas ke arah Arini


" pih,jangan lama ya di sana,aku tu suka sebel sama si Arkan" ucap Naura


" kenapa gitu,gak boleh gitu ra,ntar jodoh baru tau rasa" jawab Bagas


" jangan lah pi,aku gak suka sama dia sok kegantengan gitu" ujar Naura sebel


Arkan adalah keponakan dari suami tante Rindu,dia tinggal di rumah tante rindu karena orang tuanya pindah tugas ke Jakarta,karena Arkan masih kuliah di Solo jadi dia menetap di rumah tante Rindu


sesampainya di rumah Tante Rindu Naura berlari duluan keluar dari dalam mobil dia ingin segera melihat adik barunya,anak dari tante Rindu


sementara di dalam mobil Arini sedang kesusahan membuka seatbelt


Bagas mendekat berusaha ingin membantu jantung Arini berdegup kencang tak beraturan


" pih...." ucapnya lirih saat wajah mereka mendekat



"clek..." bunyi sabuk pengamannya terbuka


" kenapa tidak bilang kalau kamu kesusahan membukanya" bisik Bagas


" sit......apa-apa ini" batin Arini


Wajahnya memerah menahan malu,pikirnya Bagas akan menciumnya di dalam mobi,Arini segera turun karena dadanya merasa sesak atas kejadian tadi

__ADS_1


Bagas tersenyum karena merasa sukses menjahili Arini


__ADS_2