Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
tidak bisa tidur


__ADS_3

Bram membolak-balik badan nya merasa tidak bisa tidur..


" Bram..jangan lasak" ucap Bagas kesal


" kau terlalu banyak bergerak" lanjut nya


" kau saja yang terlalu menempel pada ku,,sana minggir" dorong Bram pada Bagas


" ini semua karena ide konyol mu gas,aku tidak biasa tidur tanpa memeluk Intan" keluh Bram


" kau pikir aku bisa tidur tanpa Arini" marah Bagas


" kau kan juga setuju dengan ide ku jadi jangan banyak mengeluh" kesal Bagas


" kenapa nyonya-nyonya itu tega sekali pada kita" ucap Bram lemah


" yang salah itu kita kenapa mengikuti ide konyol papi" sahut Arkan


" kau menyalakan papi juga kan, menantu kurang ajar...!!!" seru Bagas


" tidak pih,,hanya berpikir pada diri ku yang bodoh ini kenapa mau mengikuti ide papi" sindir Arkan


" itu sama sajaj,sekarang bagaimana cara nya kita harus membalas nyonya itu,, mereka dengan nyenyak nya tidur tanpa memikirkan nasib kita" ucap Bagas


" tidak...aku tidak mau lagi mengikuti ucapan mu, bisa-bisa hukuman kita di tambah,lagi pula aku yakin ini ide istrimu,Intan dan Naura mana sampai kepikiran untuk menghukum kita kalau bukan nyonya Sultan yang bertindak" ujar Bram


" benar juga om,aku yakin ini ide Bunda,karena yang paling jenius bunda,pikiran Naura tidak akan sampai ke situ" sahut Arkan


" apalagi Intan ditinggal di sebentar saja sudah manja minta ampun, ini dia bisa meninggalkan ku tidur dengan kalian,, benar-benar sial aku mengikuti ide konyol mu,suami istri sama konyolnya" gerutu Bram


" sudah-sudah..... bagaimana pun kalian mengoceh nasib kita sudah begini, nikmati saja malam ini,kalau kau tidak bisa tidur peluk saja Arkan" ucap Bagas memiringkan tubuh nya membelakangi Bram


akhirnya pukul 2 dini hari baru ketiga Lelaki ini bisa tidur....


****

__ADS_1


pagi ini suasana rumah Naura sudah heboh karena gelak tawa ketiga perempuan cantik itu,mereka sedang menikmati berenang di teras belakang


"bagaimana malam ini bun,apa aku sudah bisa kembali kerumah?" tanya Intan yang semalam juga kesusahan tidur


" boleh,,tapi kita lihat dulu cara mereka membujuk kita Ntan,jangan langsung mau,jual mahal sedikit" ucap Arini terkekeh


" iya tante Intan,,, ngerjain mereka sesekali tidak masalah,ini juga karena mereka sudah menggagalkan misi kita" sahut Naura


" Tami pulang nggak ya hari ini?" tanya Intan


" kenapa??"


" jadi nggak sabar dengerin cerita malam pertama nya,biasanya dia yang paling kenceng ngebully kita"


" kita lihat saja nanti,mungkin pulang, soalnya kan mereka mau lihat rumah barunya,aku juga nggak tau kalau ketiga suami kita memberikan hadiah itu,,tapi seneng juga bisa satu komplek isi nya rumah kita semua,apa lagi Irene dan Aska ikut gabung "ucap Arini


" seperti nya nggak bun,soalnya om Aska akan bawa Irene jauh dari sini,takut di ikuti bude Sumi bun,bisa jadi mereka pindah ke Jakarta" jelas Naura


" padahal seru ya bun,kalau di sini" timpal Intan


Ketiga lelaki ini keluar dari kamar dengan mata sembab, kekurangan tidur...


" turun mas,,langsung mandi,bik Ida sudah membawa kan pakaian mu" ucap Intan


" tapi pulang ya,kamu lihat nggak ini mata kau sudah sembab nggak bisa tidur semalaman,meluk Arkan beda rasanya yank nggak enak,nggak ada squishy nya" ceplos Bram tanpa malu


" astaga.....mulut suami ku" geleng Intan " ayo mandi" ujar Intan menarik tangan Bram


Bram membuka baju nya,dan mengenakan celana pendek lalu ikut bergabung dengan perempuan-perempuan cantik tersebut


" nggak mandi gas?" tanya Bram


" malas...mau langsung pulang" ucap Bagas cuek


" kenapa bun?" tanya Naura menatap Arini

__ADS_1


" mana aku tau,bukan nya semalam dia tidur bersama suami-suami kalian,mungkin mereka bertengkar memperebutkan Arkan untuk di peluk" jawab Arini asal


" enak saja....papi hari ini ada janji meeting dengan klien wanita di kafe" ucap Arkan memancing Arini


" yang benar kan,ini kan hari libur" jawab Arini


" iya bun, kalau tidak percaya ikuti saja" ujar Arkan ikut masuk kedalam kolam


Arini segera naik dan berjalan kekamar mandi untuk berganti pakaian


" oma,,titip Daffa dulu ya,aku mau lihat papi" ucap Arini berjalan keluar rumah


" bener mas?" tanya Intan...


" iya....ayo pulang yank,kalau tidak mau aku juga ikut nanti bersama Bagas" ancam Bram


" coba saja,,," Intan mencubit pinggang Bram kecil


" makanya pulang" ajak Bram lalu membantu Intan Naik


Bram mengedipkan sebelah matanya pada Arkan,,,Arkan tersenyum kecil dia tau ini hanya akal-akalan mertua nya agar Arini mau pulang..


Arkan memeluk Naura dan Raka di dalam kolam


" yank,,titip Raka pada pengasuh nya" bisik Arkan


" tidak... hukuman kamu belum berakhir" tolak Naura


" yank..,itu ide konyol papi mu untuk mengerjai kak Vino,aku sebagai menantu mana berani menolak" ujar Arkan dengan tampang memelas


" tapi kamu ikut juga kan" tuding Naura


" ya mana berani membantah nanti jadi menantu durhaka,ayo yank,,titip sebentar saja" bujuk Arkan


" aku lelah by"

__ADS_1


" semalam kalian tidur nyenyak,,masa' masih lelah..." Arkan mengigit kecil pundak Naura


akhirnya Naura mengalah memberikan Raka pada pengasuh nya dan memanjakan suaminya ini...


__ADS_2