
mereka semua berangkat ke bandara di sana Vino dan Adinda sudah menunggu,,,pengasuh Raka dan Bik Ida di bawa untuk membantu mengasuh Daffa serta Oma yang akan mengawasi Daffa serta Raka....
semua duduk dengan pasangan masing-masing,,,hanya oma yang duduk dengan orang yang tidak di kenalnya...
sesampainya di Bali mereka langsung menuju Villa yang sudah di sewa oleh Bram
" waw....indah sekali Om" pekik Tami yang melihat pemandangan di depan nya
"pengen lama-lama di sini" Lanjut Tami lagi
" nggak pulang donk" potong Naura
" hehehe....tapi nggak bohong deh ra,cantik"
" benar-benar cantik" gumam Bram di telinga Intan membuat perempuan ini merona
" hmmmm" nanti saja mesra-mesraan nya,,ayo lihat kamar kita" ajak Arini membantu Bagas menarik kopernya
__ADS_1
mereka semua masuk pada masing-masing kamar,,Tami,Dinda dan Oma berada satu kamar,karena menurut oma dia harus mengawasi dua anak perawan ini
" bun....kalau suasananya begini aku jadi rugi membiarkan mu keluar kamar" gumam Bagas saat mereka sudah sampai di kamar dan memeluk mesra Arini
"pih,,ini baru sampai,aku harus menyusun baju kita,,,jangan mengganggu ku" ucap Arini melepaskan pelukan suaminya ini
" yah... berarti belum bisa ya malam ini bun?" tanya Bagas kecewa
" no...no.....biarkan aku melepas penat pih,, perjalanan nya cukup melelahkan,,,pih... pemandangan nya bagus,,besok kita jalan ke pantai ya.."pinta Arini
" baiklah tuan putri,,aku keluar dulu,,cari udara segar di dalam sini pikiran ku terus ingin menelanj*ngi mu" ucap Bagas keluar kamar
Arini tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat isi otak suaminya itu....
para pria keluar dari kamar masing-masing karena memang di usir oleh istri mereka
Bagas berjalan kearah teras yang langsung berhadapan dengan hamparan lautan...
Arkan dan Bram tak lama keluar di susul oleh Vino sedangkan Rangga masih di dalam kamar membereskan pakaian nya,,
" Om....indah sekali pemandangan nya" ucap Arkan
__ADS_1
" om sengaja pilih Liburan di sini kan,tante mu suka pada lautan"
" iya,,dulu sewaktu kecil Intan paling suka kalau pulang ke kampung halaman papa karena hamparan lautan yang indah...dia paling suka bermain pasir" ingat Vino dengan masa kecil mereka
" sekarang tidak terasa bocah itu sudah besar,aku saja di langkahi nya, kalau bukan menikah dengan lelaki matang seperti mu,mungkin aku juga belum bisa merestui nya" aku Vino
" kenapa?" tanya Arkan penasaran
" Intan termasuk gadis yang manja,semua tang terjadi pada nya pasti di bicara kan nya pada mama,aku dan papa sangat memanjakan nya apalagi kalau melihat Intan sakit kami semua tidak bisa tidur,karena bocah itu selalu ingin ditemani kami semua" lanjut Vino
" aku bisa melihat kasih sayang papa pada Intan, sewaktu aku melamar Intan tampak sekali raut wajah sedih papa karena belum rela,tetapi mau bagaimana lagi aku sudah terlanjur cinta apapun akan aku berikan untuk Intan" ucap Bram
" menikahi gadis remaja kita harus ekstra sabar,mereka sudah merela kan masa muda nya untuk mengandung anak-anak kita,jadi sebisa mungkin kita mengimbangi hidup mereka" jelas Bagas
" tapi aku suka gas menikah dengan remaja,serasa selalu muda...." ucap Bram terkekeh
" oh ya kan, sepulangnya dari Liburan proyek kita secepatnya di jalan kan, jangan di tunda lagi,,om sudah merogoh kocek banyak kesini,jadi kau harus bekerja keras untuk mengembalikannya"ingat Bram
"iya tenang saja om,akan aku buat bisnis om semakin berkembang" bangga Arkan
" jadi kalian bekerjasama menyatukan perusahaan?" tanya Bagas
__ADS_1
" tidak...hanya bekerja sama untuk mengalahkan perusahaan mu" canda Bram
" ck...coba saja kalau bisa,Vin.. secepatnya kamu pindah ke perusahaan ku,kita kalah kan adik ipar mu yang songong ini" tunjuk Bagas tersenyum