Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
hamil


__ADS_3

" lelaki brengsek,bukan nya merenungi kesalahan malah semakin senang aku keluar dari rumah" maki Naura


" aku pastikan akan menuntut mu"


Naura terus mengumpat disela isak tangis nya,perut nya terasa sangat sakit,Naura kekamar mandi untuk memeriksa, ternyata ada bercak darah di CD nya


" kan aku halangan,padahal baru telat 3 hari" gumam Naura lalu mencuci dan mengganti celana nya


Naura membaringkan tubuhnya di ranjang untuk beristirahat kepalanya sedikit pusing karena kebanyakan menangis,dimatikan nya ponselnya,dia tidak ingin mengangkat panggilan dari Arkan nanti


***


" bun,Naura mana?" tanya Bagas karena tidak melihat Naura makan malam


" katanya tidak ingin di ganggu pih,aku heran deh pih, seperti nya Naura sedang ada masalah dengan Arkan,tadi Arkan menghubungi ku,karena ponsel Naura mati,aku tanya katanya tidak ada masalah apapun, tetapi Naura seperti nya tertekan gitu" jelas Arini


" besok aku temui Arkan langsung saja bun,biar tau permasalahan nya,mungkin sia tidak enak bercerita padamu" ucap Bagas


" iya pih,kamu sudah makan nya,aku mau lihat Naura dulu di atas ya,kamu tolong ambil Daffa sama bik Sumi ya,bawa ke kamar" ujar Arini berjalan kearah kamar Naura


" ra.....Naura" panggil Arini sambil menggedor pintu kamar Naura


tidak ada jawaban dari dalam Arini sedikit membuka pintu Naura karena tidak di kunci,kamar Naura masih gelap

__ADS_1


" ya allah sudah malam belum juga bangun kamu ra" omel Arini sambil menghidupkan lampu kamar dan mendekat ke sisi ranjang Naura


" ra...." panggil Arini sambil mengusap lengan Naura


"astagfirullah..kamu demam ra,kok panas" Arini mengusap dahi Naura


" pih....papi....." teriak Arini dari lantai Atas


" kenapa bun?" balas Bagas


" Naura demam,tolong hubungi dokter pih,badan nya panas" ucap Arini khawatir


" iya..." teriak Bagas


Arini segera mengambil air hangat untuk kompres Naura dan mengganti baju Naura dengan daster lembut


" nggak tau pih,tadi siang tidak seperti ini,hanya saja sedikit lesu" jawab Arini masih mengompres Naura


" Aku hubungi Arkan ya" ucap Bagas


" nanti saja pih,biar dokter memeriksa Naura dulu,takut nya Arkan sedang sibuk,kamu tau sendiri kan akhir-akhir ini Arkan sedang ada proyek besar"


" iya...aku tunggu dokter di bawah ya bun" Bagas pamit keluar kamar Naura

__ADS_1


tak berselang lama dokter keluarga mereka datang ,Bagas segera membawa nya kedalam kamar Naura


"sejak kapan demamnya buk?" tanya sang Dokter


" tadi siang masih baik-baik saja dok,saya keatas barusan sudah panas" jelas Arini


" hmmm... seperti nya dia sedang hamil muda,tetapi saya belum bisa memastikan nya,besok bawa saja ke klinik kandungan,untuk saat ini saya kasih obat penurun panas saja ya, selebihnya konsultasi dulu ke dokter kandungan,kalau memang tidak hamil,malam besok hubungi saya lagi jika panas nya belum reda" terang Sang Dokter tersebut


" aku juga sudah menduga nya hamil dok,karen dia tidak nafsu makan,tetapi Naura masih mengelak, baik lah terimakasih dok, besok akan saya bawa kerumah sakit"


Arini mengantar dokter tersebut keluar rumah...


" kenapa Naura rin?" tanya oma yang baru datang karena menindurkan Daffa saat Bagas naik ke atas


" kata dokter kemungkinan hamil ma,besok akan aku temani dia kedokter" ucap Arini yang naik kelantai Atas


" Alhamdulillah...aku akan menjadi puyang" Gumam oma tersenyum


" pih,,kamu tidur dengan Daffa dulu ya,aku malam ini jaga Naura" ucap Arini


" tapi nanti aku susah tidur yank" rengek Bagas pelan


" pih,, kasihan Naura kalau di tinggal sendiri,peluk Daffa dulu malam ini,sudah mau jadi Opa juga masih manja" omel Arini

__ADS_1


"sudah sana keluar,kalau Daffa terbangun malam nanti kamu bawa kemari ya,kamarnya tidak di kunci" Arini mendorong Bagas pelan untuk keluar dari kamar


mau tidak mau Bagas harus mengalah lagi malam ini...


__ADS_2