
Arini keluar dari kamar mandi dengan wajah sedikit di tekuk,,,
" nggak usah manyun gitu bun, nyenengin suami itu pahala lo" goda Bagas,yang saat ini sudah selesai mandi
" kamu nggak bisa di pancing dikit aja ya pih,tu otak minta di Rukiyah kaya' nya" oceh Arini
" kalau dekat kamu tegangan nya tinggi yank,hahaha" bagas tertawa tanpa dosa
"nggak usaha tertawa begitu pih,mau aku tambah jatah puasa nya" ancam Arini membuat Bagas diam seketika
" tapi aku suka kamu cemburu yank,kata orang cemburu itu tanda cinta, berarti kamu memang beneran cinta sama aku"
" ya iya lah cinta,kalau nggak cinta nggak mungkin ada Daffa,aku sudah mau berkorban pih melahirkan anak mu,meninggalkan masa muda ku,kalau kamu mengkhianati ku aku akan pergi membawa Daffa,jangan harap kamu akan menemukan kami" Ancam Arini serius
" jangan sayang aku bisa gila kamu tinggal,aku janji tidak akan pernah berkhianat atau pun menyakiti mu" Bagas memeluk Arini dari belakang
"percaya lah tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi mu di hatiku" bisik Bagas mesra
" Sudah sana,aku mau lihat Daffa dulu" Arini sudah merasakan ada sesuatu yang mengeras lagi di bawah sana
" biarkan seperti ini dulu bun"Bagas mengencangkan pelukannya
"tok...."
__ADS_1
" tok..."
" siapa lagi yang ganggu kesenangan ku" oceh Bagas pelan
" mama,,," ucap nya melihat Oma sudah di depan pintu
" Arini mana Gas? ne Daffa nangis kayanya mau nyusu" ujar Oma
" sini ma,biar sama aku saja" Bagas mengambil Daffa dari gendongan mama nya
" anak papi udah wangi,sudah mandi ya" Bagas mencium pipi Gembul Daffa,Bayi ini seakan tau dengan ke gemasan Bagas dengan nya Daffa mengangkat-angkat tangan nya.
" Bun,Daffa mau nyusu nih" ucap Bagas memberi kan Daffa pada Arini
" jangan di habisin ya dek,papi juga mau..!!!" ucap Bagas tanpa dosa sambil menggosok pelan kepala Daffa
Arini melotot tajam pada Bagas,dia tidak habis pikir dengan ke mesuman suaminya ini,bisa-bisa nya bicara begitu dengan Daffa
" pih,jangan ngomong sembarangan dengan Daffa,aku nggak suka" tegur Arini
" iya....reflek yank,karena punya aku harus di bagi"
***
__ADS_1
seminggu berlalu pagi ini Arkan tidak menjemput Naura dia ingin memberi kan kejutan untuk Naura yang masih merajuk dengan nya...
jam makan siang Arkan baru selesai mengunjungi kafe yang dia sewa untuk melamar Naura,,tadi pagi Arkan sudah menghubungi Bagas dan Arini,malam ini dia akan melamar Naura secara resmi lalu meminta bantuan mereka serta tami dan Intan..
Arkan memesan satu buah buket bunga,dia menunggu di depan kampus untuk menjemput Naura sore ini dan mengajaknya langsung ke butik..
Saat Arkan mengambil pesanan Buket bunga nya Naura melihat,dia pikir Arkan yang memberikan buket tersebut kepada perempuan belia penjual bunga..
" Arkan..." pekik Naura berlari ke arah Mobil nya
Arkan menjatuhkan buket bunga nya dan mengejar Naura"Ra....Naura..." pekik nya menggedor pintu mobil Naura
" kenapa lagi dia" ucap Arkan lirih,dia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi saat ini
" tam,bantuin gue,Naura marah lagi" ujar Arkan yang melihat Tami baru datang
Arkan menjelaskan perihal tentang bunga tersebut pada Tami
" dia salah paham kan,Naura memang selalu menyimpulkan apa yang dia lihat bukan yang dia dengar" jelas Tami
" jadi bagaimana tam,malam ini gue sudah menyiapkan segalanya" keluh Arkan menendang kaki nya ke udara
" tenang saja,,Lo siapkan saja semua nya,nanti malam biar gue sama Intan yang jemput dan bawa dia ke lokasi" ucap Tami menenangkan Arkan
__ADS_1
" thanks tam,gue pergi dulu" Arkan mengambil lagi buket bunga nya yang sempat terjatuh tadi dan segera pergi