
" Iren..." ucap Arini
" ini pesanan pak Bagas Rin,," Iren memberikan paperbag dari toko roti ternama
" kamu bawa saja Ren,tamu nya sudah pulang,kamu makan saja dengan Aska dan mbak Anita" ucap Arini memberikan kembali paperbag nya
." tapi..."
" tidak masalah,mas Bagas tidak akan marah" potong Arini
" baiklah.. terimakasih Rin" ucap Iren lalu pergi ke ruangan nya
Arini menutup pintu ruangan Bagas
" siapa bun?" tanya Bagas
" Iren memberikan roti yang kamu pesan tadi,tapi aku berikan pada nya kembali,tamu nya juga sudah pulang" jawab Arini mendekati Bagas kembali
" anak itu sejak berpacaran dengan Aska sekarang sangat lelet saat di suruh bun" adu Bagas
__ADS_1
" tadi dia mengobrol dengan ku pih di bawah" bela Arini
" lagi pula jangan terlalu tegas pih,kasian Aska usia nya sudah matang belum juga menikah karena kamu selalu menekan nya" ujar Arini lagi
" itu memang permintaan Ayah nya bun,minta Aska di didik dalam berbisnis"
" tapi jangan terlalu mengekang nya"
" iya...kamu tadi jadi menjenguk perempuan berdarah dingin itu bun?" tanya Bagas
" siapa?"
" itu Si Sinta...!!!"
" memang dia pantas di juluki begitu,dia ingin membunuh cucu dan anak ku" geram Bagas
" semua orang punya kesalahan pih, tidak ada yang sempurna,kita hanya manusia biasa,tidka boleh menghakimi seseorang,biar tuhan yang membalas nya,semoga Sinta bisa berubah jadi lebih baik lagi" ujar Arini
" bun,sejak kamu hadir semua berubah,Naura yang dulu tidak tau apa-apa jadi bisa menjadi seorang istri,aku yakin Daffa akan menjadi anak yang hebat karena didikan mu" puji Bagas
__ADS_1
" aku hanya wanita biasa pih,sama dengan yang lain nya,jangan terlalu memujiku,aku juga pernah salah,tetapi aku mencoba untuk memperbaiki diri dan sebisa mungkin mendidik Daffa"terang Arini
" jadi bagaimana kuliah mu bun? apa masih ingin di lanjut?" tanya Bagas
" kalau kamu mengizinkan aku mau,tapi kalau kamu membolehkan aku hamil lagi aku tidak melanjutkan nya pih,biarlah aku di rumah mengurus Daffa dan calon adik nya" jawab Arini
" aku takut kalau kamu hamil lagi bun, sewaktu melahirkan Daffa saja aku sangat khwatir kamu tidak mampu melewati nya,aku benar-benar tidak bisa kehilangan mu bun" peluk Bagas erat
" saat itu usia ku masih sangat muda pih 19 tahun....tapi saat ini sudah 20 lebih,kalau aku hamil lagi sudah cukup matang untuk melahirkan,tambah satu saja pih,,biar rumah kita ramai...." bujuk Arini
" baiklah tapi tunggu Naura sudah melahirkan baru KB mu di lepas,saat ini aku tidak ingin saingan dengan Arkan,bun..temani aku dulu istirahat di kamar" ujar Bagas menggendong Arini masuk kedalam kamar di dalam ruangan nya..
sedangkan Arkan dan Naura saat ini sedang berada di mall,Arkan menemani Naura yang sedang memilih perlengkapan Bayi,sedang asik memilih Naura melihat seseorang yang di kenalnya berjalan bergandengan tangan...
" tam.... Tami..." pekik Naura melihat Tami berjalan dengan Lelaki
" Naura......" gumam Tami yang merasa tertangkap basah Saat ini
Naura menutup mulut dengan kedua tangan nya
__ADS_1
" jadi.....dia yang di jodohkan dengan mu"ujar Naura
Tami mengangguk dan sedikit tertunduk