
" kenapa ra??" tanya Arini
" bun,,jawab jujur ya?" Naura memulai bicara
" kenapa?" tanya Arini cemas takut terjadi apa-apa
" saat bunda di kunci di toilet bunda mendengar sesuatu?" tanya Naura
" sesuatu?"
" ya,,"
Arini mencoba mengingat kejadian saat dia di dalam toilet seketika Arini menutup mulut nya
" iya bun???" tanya Naura
Arini mengangguk pelan
" cerita bun,tidak masalah aku juga sudah putus" ucap Naura
" jangan dekati dia lagi ra,aku tidak suka kamu bersama nya,jangan sampai papi tau kamu berhubungan dengan lelaki brengsek seperti Arya" ujar Arini
" berarti mereka berlanjut di dalam toilet bun?" tanya Naura bergedik jijik
" iya... perempuan nya juga bodoh mau saja di ajak ML di sana" kesal Arini
" sudah,,mulai sekarang jauhi dia,,kalau kau tidak ingin papi mu membunuh nya" ingat Arini
" ya,,kemarin setelah aku menghajar Sinta aku memutuskan nya bun"
" Bagus jangan lagi mau berdekatan dengan nya"
__ADS_1
Setelah sesi curhat mereka Naura keluar dari kamar nya ,dan Arini membaringkan tubuhnya...
baru saja mata nya terpejam tangan kekar sudah melingkar di tubuh nya
" jangan tidur dulu sayang,tepati dulu janjimu" bisik Bagas di telinga Arini
" kamu ini,kalau soal itu saja cepat sekali menagihnya" kesal Arini
" hehehe.....lalu apa lagi,tidak mungkin kan aku menagih dengan yang lain sementara yang berjanji diri mu" Bagas langsung ******* bibir Arini lembut
" besok malam saja pih,aku sudah mengantuk" ucap Arini mencoba bernegosiasi
" tidak bisa sayang aku tidak bisa tidur kalau belum mendapatkan nya" dengan segala Alasan yang di lontarkan Bagas membuat Arini tidak bisa menolak
" adik kecilku tidak mau tidur sayang kalau belum bertemu sarang nya,coba pegang sini dia minta di manja-manja dengan mu" ucap Bagas menuntun tangan Arini untuk memegang adik kecil nya
kepala Arini pusing sendiri melihat tingkah suaminya ini yang sangat sulit untuk berkompromi jika sudah menginginkan nya
" karna suami mu baik hati biar aku saja yang bekerja"
bibir Bagas menyesap dan memainkan dengan lihai lidah nya di dalam rongga mulut Arini
Bagas menyanggah badan nya dengan kedua tangan nya takut menghimpit perut Arini
" pih pelan" ucap Arini
Nafas bagas tersengal menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun
mungkin karena sudah menahannya dari tadi Bagas langsung menyerang Arini,dengan lihai nya dia membuat tubuh nya dan Arini polos
karena sudah tidak tahan Bagas memasukan ke intinya dengan pelan tanpa menyakiti nyawa lain yang sudah bersemayam di perut istrinya
__ADS_1
lenguhan panjang akhirnya keluar dari bibir Arini menandakan dia ikut menikmati permainan suaminya ini
" keluarkan sayang..." ucap Bagas masih memompa pelan dibawah sana
tangan Arini melingkar di leher Bagas,Bagas masih bermain dengan pelan..
" sayang aku ingin keluar" ucap Bagas mengerang dan menumpahkan nya di perut Arini
" papi...kenapa di luar,,kan kotor..." ujar Arini kesal melihat Bagas tidak biasanya menumpahkan benihnya di luar
" sampai usia kandungan mu Sembilan bulan dokter menyarankan untuk membuangnya di luar sayang,jadi nikmati saja prosesnya" ucap Bagas tersenyum
Arini segera membersihkan dirinya,keluar dari kamar mandi Arini segera membaringkan tubuh di ranjang,dia melirik kearah Bagas yang terlihat senyum-senyum
" kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Arini masih sedikit kesal
" kamu cantik sayang kalau lagi marah" jawab Bagas mencium pipi Arini
" jangan bilang masih belum puas pih" tebak Arini
" tidak,,,aku hanya ingin ini saja sambil tidur" ucap Bagas menunjuk pada dada Arini
" ya tuhan papi pikiran mu tidak akan jauh dari itu" pekik Arini kesal berbaring memunggungi Suami mesum nya ini
" dosa Lo sayang tidur memunggungi suami begitu..." ucap Bagas
kalau sudah bicara dosa Arini bisa apa segera dia membalik kan tubuh nya dan menarik atasan yang dikenakan nya,dia sudah tau maksud dari perkataan suami nya ini
Bagas menyesap pada Arini seperti bayi yang sedang kehausan sambil menutup matanya,terkadang Arini merasa geli dengan tingkah suami manjanya ini,yang tidak bisa tidur kalau ke ingin nya belum di penuhi...
Benar saja lima menit kemudian Bagas sudah tertidur lelap,Arini menggosok pelan kepala suaminya dan mengecup singkat kening Bagas lalu menyusul untuk tidur
__ADS_1