
Arkan masuk mengikuti langkah Tami dan Intan,,,
" assalamu'alaikum om" sapa Arkan sopan
" hmm" jawab Bagas
" yank,di balas salam nya" ujar Arini
" waalaikumsalam" jawab Bagas ketus
" yank,,,nggak boleh gitu...nggak baik ketus begitu jawab salam nya,dosa Lo sayang"ingat Arini mencair kan suasana yang tegang
" bude kita masak apa hari ini" tanya Tami mengalihkan perhatian
" kamu mau nya apa cah ayu??" tanya bude Surti
" kaya' nya ngeliwet enak deh bude,sama buat serabi pake toping coklat sama keju" ucap Tami
" boleh juga tuh,,kamu mau nya makan apa ra?"tanya Bu Surti pada Naura
" terserah oma mau masak apa,semua masakan nya oma enak, ngeliwet juga boleh,,, " jawab Naura
Bu Surti berjalan ke dapur untuk menyiapkan masakannya
__ADS_1
" sayang,tolong ambil daun pisang yank di belakang" pinta Arini pada suaminya yang sedang duduk dengan Ayah nya
" biar saya saja Rin,om Bagas duduk saja" ucap Arkan berdiri
" tunjukan di mana tempatnya" pinta Arkan
" Ra,,,tunjukan sama dia dimana letak pohon pisang nya,,kamu di bantu ibu saja di dapur yank,di belakang licin nanti terpeleset" ucap Bagas pada Arini yang hendak menunjukkan di mana pohon pisang nya berada
Arini menganggukan patuh pada suaminya tidak ingin membuat Bagas bertambah marah karena hari ini niat mereka datang ke rumah ibu untuk bersenang-senang bukan malah marah-marahan...
" hati-hati ra,sedikit becek" pekik Oma Surti
" iya oma" jawab Naura sambil memasang sandal jepit swallow milik Radit di kakinya
" itu daun nya,agak tinggi sih,biasanya opa menaruh arit nya di sana" tunjuk Naura pada buluh panjang yang ujungnya telah di pasangan arit oleh pak Bastian untuk memanen buah yang sudah matang,karena di belakang rumah ada beberapa pohon pisang,sukun dan juga ada pohon nangka...
pak Bastian memang suka berkebun,dulu sewaktu Arini masih sekolah selain menjadi buruh dia sering menjual hasil kebunnya ke pasar, sekarang sejak Arini menikah Bagas lebih sering memberikan uang bulanan pada mertuanya biar pun mereka tidak meminta,jadinya hasil kebun nya lebih banyak untuk di olah sendiri untuk cemilan dan sebagian ada yang bagikan pada tetangga...
Naura berjalan pelan,Arkan masih dibelakang nya,saat Naura hendak menurun sedikit turunan dia terpeleset,karena licin semalam hujan,,beruntung Arkan sigap menangkapnya bola mata Arkan bertemu dengan Naura,sesaat mereka saling pandang dan mengagumi satu sama lain
" kalau di lihat dari dekat ganteng juga ni cowok" batin Naura
" cantik...imut" gumam Arkan kecil
__ADS_1
" hmmmm"Radit berdehem saat melihat Naura dan Arkan dengan posisi sangat dekat
" maaf.." ucap Arkan membantu Naura berdiri
" ya,, terimakasih sudah membantu" jawab Naura kaku
"Dit,,tolong bantu kak Arkan ambil daun pisang nya" pinta Naura sedikit tertunduk karena masih malu menatap Arkan
" sini kak,,,Radit bantu,kakak potong daun nya Radit yang tangkap" ucap Radit memberikan instruksi dan di ikuti oleh Arkan
setelah mengambil daun pisang mereka masuk kembali kedalam
Naura membantu Arini merebus telur,,,dan menggoreng tempe yang sudah di bumbui oleh Arini
selesai sudah acara masak-masak mereka,Tami dan Intan membantu menyajikan makanan nya di teras depan,,,karena lebih nikmat ngeliwet sambil memandang pekarangan dengan angin sepoi-sepoi
"jadi bagaimana perkembangan kebun yah?" tanya Bagas sambil menyesap teh bikinan istrinya
" lumayan bagus tanaman nya,bubuk yang kamu kirimkan cukup berkualitas semoga panen nya lebih banyak dari kemaren ya,jadi lebih semangat lagi buat kedepannya" cerita pak Bastian
" semoga ya yah,,,kalau hasilnya banyak bisa lebih banyak lagi sumbangkan sama yang membutuhkan" jawab Bagas
" opa....papi ayo makan..." ajak Naura
__ADS_1
Bagas dan pak Bastian segera menyudahi acara ngobrol mereka dan ikut bergabung bersama....