
setelah Rombongan Bagas pulang Arini dan keluarga masuk kedalam rumah dan melihat barang hantaran yang di bawa Bagas sekeluarga
" wah..cantik banget buk tas nya,mahal ini buk" ucap Irene melihat tas hermes yang di bungkus cantik dengan sepatu menjadi sebuah parsel
"Bisa saja itu Kw" ucap Bude Sumi ketus
raut wajah nya menandakan ketidak suka an atas apa yang di dapat Arini
Bu Surti hanya mengelus dada melihat sifat iparnya ini
" bilang saja iri" ucap Bude Sri tak kalah ketus sambil berjalan kearah barang hantaran Arini
" Rin,simpan ini,,,satu set perhiasan emas,pasti harganya mahal ini Rin,jangan di taroh sembarangan ntar di gondol maling" kata Bude Sri dengan suara sengaja di keras kan dan melirik ke arah Bude Sumi
Arini mendekat dan mengambil kotak perhiasan yang di berikan Bude Sri
" itu juga di simpen Rin,ntar di minta orang lagi" Bude Sri menunjuk pada satu set perlengkapan mandi dan skincare mahal
"Mbak kue nya di taroh di mana ini?" tanya Bude Sri pada Bu Surti
" Sebagian di kasih tetangga saja Sri,sebagian lagi di potong taroh di meja bapak-bapak mengobrol,kalau mau kamu bawa pulang juga boleh,kasih sama Sumi juga" kata Bu Surti
__ADS_1
" ck....memang nya aku berharap apa di kasih kue begituan,aku juga masih mampu beli kok" gumam Sumi pelan
"Arini sini....!!!" panggil Bude Sri" Rin,enak Lo kue nya,kamu mau cicip" tawar Bude Sri yang sedang memindahkan kue ke piring
" Iren mau?" tawar Arini sambil mencicipi kue nya
Iren terlihat malu ingin mencicipi nya
" ini...." Bude Sri menyodorkan satu piring penuh kue brownies coklat pada Iren
" makasih de" ucap Iren
" ibu mau?" tawar Iren pada ibunya yang dari tadi melihat Iren makan dengan lahapnya
" nggak Bu,sama sekali nggak pahit,lembut lagi, jarang-jarang dapat kue mahal begini" ucap Iren polos
Bude Sumi mencubit lengan Iren" jangan asal bicara di dengar orang malu" bisik nya
" coba ibu cicip,kalau tidak enak kamu yang habiskan ya" Bude sumi mengambil satu potong brownies nya dan langsung melahapnya
" enak kan bu?" tanya Iren
__ADS_1
" lumayan..." jawabnya santai mencoba tidak memperlihatkan raut wajah terkejut dengan rasa brownis yang nikmat itu
" masa sih lumayan,Arini saja yang sudah pakar membuat kue belum bisa buat seenak ini Lo bu,ini pasti mahal" cerocos Iren
" bawel makan saja" ucap Bude Sumi kesal
setelah selesai semua para tetangga sudah pulang dan kini tinggal Bude Sri dan Suami nya serta Bude Sumi dan pakde Darman serta Iren
" Bawa ini Sri,nanti nggak ada yang makan di sini" ucap Bu Surti memberikan beberapa bungkus kue dan lauk sisa acara
" Iren ini buat kamu?" Bu Surti juga memberikan bungkusan pada Iren
" ambil saja Ren,kalau nggak mau nanti berikan pada kucing mu" ucap Bude Sri menyindir
Iren mengambilnya dan mereka semua pamit untuk pulang
****
Arini masuk kedalam kamar,dia membaringkan tubuhnya di kasur rasa lelah ditubuhnya membuat Arini cepat tertidur pulas sampai ponsel nya berbunyi berkali-kali pun Arini tidak sadar
" sayang kemana kamu,kenapa tidak diangkat" gumam Bagas kesal dari tadi menghubungi Arin tetapi tidak diangkat nya
__ADS_1
Bagas menghempaskan tubuh nya di atas ranjang dan memilih memejamkan mata karena rasa kantuk dan juga lelah sisa lamaran tadi sore...