Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
obrolan lelaki mapan


__ADS_3

Intan menyandarkan tubuh nya di salah satu sofa di kamar hotel pengasuh anak nya..


"sudah lebih baik?" tanya Tami yang baru datang membawa Vita, tadi mereka jalan-jalan sekitar hotel


" hmmm...." sahut Intan


" terkadang hidup itu memang butuh warna ntan...jika kehidupan mu terlalu sempurna tanpa godaan membuat tak ada tantangan" ujar Tami


" tapi aku juga tak kuat kalau terus begini beb"


" lalu kamu mau apa?? menyerah..." ucap Tami seperti mengejek Intan


Intan menghela nafas panjang dan menggeleng " tidak tau" jawab Nya singkat


" ingat kamu punya si kembar, perjuangkan hak mereka.. jangan membiarkan pelakor yang memenangkan permainan ini" tekan Tami


" aku juga tak ikhlas beb,tapi akhir-akhir ini aku seperti kehilangan kepercayaan diri"


" kau lebih segalanya ntan,, jangan biarkan rumah tangga mu berantakan hanya karena perempuan seperti Monica,,aku yakin kamu bisa menghadapi nya" Tami menepuk pundak Intan untuk menyemangati iparnya ini..

__ADS_1


sebelum nya Intan tak pernah seperti ini,karena melihat suaminya di peluk tanpa menolak membuat nyali Intan sedikit menciut, kepercayaan diri nya hilang seketika,dia merasa sedang berjuang sendiri...


" selesaikan urusan mu segera besok kita akan berkeliling kota Lombok untuk mulai petualangan belanja.... jangan bilang selera belanja mu menghilang hanya karena hal sepele ini" ucap Tami terkekeh


" hahaha...tidak seburuk itu,malahan dalam keadaan begini aku semakin gila belanja, meluapkan emosi dengan barang branded" jawab Intan tertawa lepas


****


Bram menyesap coklat panas pesanan nya sambil menikmati semilir angin pantai


" bagaimana....sudah baikan?" tanya Bagas yang baru datang dan menepuk pundak Bram


" kali ini sedikit susah membujuk nyonya itu,biasanya dia tak seemosi itu" jawab Bram


" itu hanya kesalahan pahaman kak,semuanya murni hanya rasa iba,tak ada perasaan lebih"


" tapi bagi Intan berbeda,,kau dan Monica mempunyai hubungan di masa lalu" potong Bagas


" kalau kata Naura insting seorang istri lebih tajam dari pada anjing pelacak om, padahal belum tentu apa yang di lihat sama persis dengan apa yang terjadi sebenarnya, perempuan lebih cepat menyimpulkan sesuatu yang negatif" tukas Arkan yang baru datang dan ikut bergabung

__ADS_1


Aska dan Rangga pun ikut menyusul dari belakang...


" di mana istri-istri kalian?" tanya Bram


" lagi mengerumpi di kamar si kembar jadi kami ikut turun kebawah" jawab Aska mendudukkan bokongnya di kursi berhadapan dengan Bagas yang duduk di samping kanan Bram


"aku tak seburuk pemikiran nya, kegagalan masa lalu sudah suatu pelajaran berharga untuk ku,aku memperlakukan Intan seperti ratu bukan tak mempunyai alasan,aku takut dia bosan dan jenuh menikah dengan pria tua seperti ku,,masa mudanya sudah ku renggut dengan mengurus anak-anak berserta aku jadi hanya dengan kemewahan dan memanjakan nya yang bisa aku lakukan" ungkap Bram jujur


" apa hal yang paling kau takuti?" tanya Bagas


" kehilangan Intan,bukan nya sudah pernah aku katakan kalau di suruh memilih antara Intan dan anak-anak saja aku masih memilih Intan apalagi antara Intan dan Monica,,Intan sudah menyatu dengan diriku,sejak mengenal nya aku sudah tak bisa berpaling lagi...dia tak perlu bersaing dengan siapa pun karena dia sudah memenangkan hati ku" jawab Bram serius


" aku suka prinsip mu om,kau lelaki bertanggung jawab" seru Arkan


" cara kita mengungkapkan perasaan cinta dan sayang berbeda kan,mungkin kalian hanya dengan cara biasa sudah membuat rumah tangga kalian berwarna,tapi berbeda dengan ku,aku ingin membuat sesuatu berkesan sehingga jika aku mati pun Intan tak bisa melupakan nya" jelas Bram


" kita semua mencintai istri-istri kita tak mungkin kalau tak cinta kita menikahinya, rumah tangga itu tak sepenuhnya mulus,, menyatukan dua pemikiran yang berbeda itu sulit,tapi sebisa mungkin perbedaan itu di jadikan persamaan,aku yakin Intan bisa berpikir antara mana yang sayang dan mana yang rasa Iba" ucap Bagas menatap Bram


" semoga saja mas,,,karena Intan belum begitu jenius kearah itu" ungkap Vino ragu

__ADS_1


" pelajaran yang di berikan Arini sudah cukup dalam...apalagi saat ini mereka sedang bersama...." jawab Bagas


keenam lelaki mapan ini menatap hamparan laut luas..... Mereka sama-sama merenung dengan kehidupan yang sudah di lalui nya...jungkir balik percintaan mereka tak semulus jalan Tol....


__ADS_2