Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
bukan saingan


__ADS_3

" kenapa Bete begitu yank?" tanya Arkan melihat istrinya sedikit cemberut


" by..aku tak suka dengan perempuan tadi,,dia seperti nya menyukaimu" ucap Naura ketus


"biarkan saja yank,,yang terpenting itu diri ku, kalau aku meladeni nya baru kamu perlu khawatir,,aku tak tertarik pada nya,"


" kalau terus bersama bisa saja kamu mulai luluh" tuduh Naura


" Hahaha...tak semudah itu meluluhkan ku yank,kamu ingat dulu sebelum mengenal mu aku selalu bersama dengan Sinta tapi namanya aku tak suka tetap tak kan suka yank,aku bukan lelaki gampangan,lagi pula kau tak perlu takut, wanita-wanita yang ada di sekeliling ku bukan saingan mu...." jelas Arkan menarik tangan Naura dan mencium nya


" oh ya by bagaimana kabar Sinta,,aku sudah tak pernah melihat nya lagi,apa sudah keluar dari penjara?"


" kata Arya sudah,,saat ini Sinta ada di kota S,dia kembali lagi bersama orang tua nya..."


" hufs....aku berharap setelah ini tak ada lagi kejahatan ya by,hidup damai saja terkadang masih membuat kita pusing dan berpikir keras,apalagi hidup dengan ancaman bahaya" Naura mengangkat bahu nya bergedik ngeri


" aku rasa Sinta sudah tak lagi berulah yank karena dia juga ingin hidup tenang"


" kamu mau kembali kerumah atau kantor?" tanya Arkan

__ADS_1


" antar aku kerumah Rangga by,aku ada janji dengan Kirana"


" pulang jangan terlalu sore yank, kasihan Raka di tinggal" ingat Arkan


" iya,,aku hanya ingin melihat keadaan nya saja" jawab Naura


setelah mengantar kan Naura kerumah Rangga Arkan segera kembali ke kantor nya..


*****


" bun....mana mama nya?" tanya Intan yang melihat Raka sedang bermain bersama Daffa


" ada-ada saja,, memang nya Arkan sudah mulai berulah?" tanya Intan lagi sambil memakan salad buah yang di buat oleh Arini


Arini selalu menyiapkan makanan sehat di kulkas untuk keluarga nya


" kemarin Arkan minta Naura lebih sering ke kantor,papa nya akan pensiun jadi Arkan yang akan menggantikan...biar orang lebih tau siapa Naura" jelas Arini


" kalau yang pernah bekerja sama dengan papi Bagas pasti tau lah Naura anak siapa,,di tambah pula menjadi istri Arkan tambah tenar tu perempuan,,," ucap Intan

__ADS_1


" iya.... jangan-jangan gelar nyonya mu bisa di rebut Naura" canda Arini


" hahahaha.....gelar nyonya tidak masalah bun,asal gelar istri Bram saja yang jangan sampai di rebut orang" Intan menimpali candaan Arini


" kalau itu kau harus bersaing dengan wanita-wanita liar di luar sana,,he aku lupa menanyakan sesuatu pada mu Ntan,apa kau tak pernah bertemu dengan mantan istri om Bram?" tanya Arini penasaran


" belum pernah,dan nggak usah ketemu deh bun,aku tak suka adanya persaingan"


" kenapa,kau takut kalah saing?"


" bukan itu bun,kalau memang diharuskan untuk bersaing aku siap dari sisi usia sudah pasti muda aku,dari sisi penampilan sudah pasti cantikan aku,dan segi membahagiakan mas Bram sudah pasti menangang aku,yang aku tak suka nanti mengeluarkan tenaga sia-sia untuk bersitegang...." jelas Intan


" seperti Mela tempo hari bun,aku bukan perempuan yang hobi bertengkar" ucap Intan


" tapi kalau bertemu mau tak mau aku ladenin juga bun,kalau bisa jangan sampai bertemu lah,nanti dia yang syok,apalagi saat ini bisnis mas Bram berkembang pesat, terkadang perempuan nekad bisa berbuat apa saja bun" ucap Intan bergedik ngeri


" iya ntan,,,kita harus lebih waspada...kau harus selalu memanjakan suamimu,kunci rumah tangga harmonis jika kedua pasangan saling perhatian dan saling menyayangi...." ucap Arini


" itu sudah pasti.bun,berkat berguru dengan mu,mas Bram tak mau jauh-jauh dari ku" sahut Intan sambil tertawa keras...

__ADS_1


__ADS_2