Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
obrolan para lelaki galau


__ADS_3

malam ini ketiga Perempuan yang sudah tidak lagi perawan ini memasang pakaian ekstra tebal..karena tidak mau di sentuh oleh suaminya,,, suami mereka masing-masing sudah kehilangan akal melihat para istrinya cantik dan harus membuat mereka ingin menerkam nya,tetapi ketiga wanita ini sudah mewanti-wanti suaminya jangan mendekat dengan alasan datang bulan dan untuk Naura belum selesai Nifas,ketiga nya Frustasi karena tidak bisa bermanja-manja ria....


" tumben kesini?" ucap Bagas saat melihat Bram masuk kedalam rumah nya,dan duduk di ruang keluarga


" lagi galau di rumah,,Intan nggak mau di pegang,lagi datang bulan katanya" curhat Bram


Bagas menautkan alisnya karena merasa sama dengan alasan Arini


" Mau kopi om?" tawar Arkan yang melihat Om nya uring-uringan


" boleh,,jangan terlalu manis" jawab Bram


" papi?" tanya Arkan pada mertua nya ini


" teh hijau saja minta pada bik Sumi"


Arkan segera kebelakang meminta pada bik Sumi untuk membuat kan kopi dan teh lalu ke ruang keluarga kembali


" bagaimana keadaan kantor mu Bram?" tanya Bagas yang masih mengutak-atik remot TV mencari berita politik


" cari siaran apa?" tanya Bram


"debat politik"


" ck...mau jadi gubernur??apa Presiden sekalian" ejek Bram


"urusan kantor saja tidak kelar-kelar, cuma sedikit tertarik masalah politik,,aku suka cara debat mereka,rasa nya pengen ikut masuk komentar di dalam sana" ujar Bagas terkekeh


Tak lama bik Sumi membawakan pesanan Arkan....


" seru pih..kalau papi jadi anggota dewan" dukung Arkan

__ADS_1


" bunda mu tidak setuju,katanya urusan perusahaan saja sudah sering pulang malam apa lagi yang lain,, bisa-bisa nggak pulang,,Arini orang yang paling tidak bisa di tinggal tidur sendirian" elak Bagas


" alah...Arini yang nggak bisa atau kau yang tidak mampu berjauhan" cebik Bram


" seperti kau bisa saja" kesal Bagas


" kalau aku mengakui kalau tidak bisa berjauhan dengan Intan kemarin di Jakarta saja tidak bisa tidur semalaman, ternyata menahan Rindu lebih berat dari menahan beban hidup Gas" canda Bram membuat Arkan menertawakan kebucinan om nya ini


" nanti saja om punya anak nya kalau begitu,bisa mengganggu jadwal bermesraan kalian" goda Arkan


" kalau masalah anak om serahkan pada yang diatas Kan,kalau memang sudah di beri kepercayaan ya di terima,kalau belum ya usaha terus" jawab Bram terkekeh


" kalau aku lebih suka Naura hamil lagi Om,dia nya yang belum mau,aku kan anak tunggal terasa sekali sepinya bila sendiri,kalau bisa tiap tahun Naura hamil Om"


" kau saja yang melahirkan kalau begitu,,biar tau rasa nya bagaimana,,, tidak gampang Kan membawa perut besar kemana-mana" ucap Bram


" iya..jangan siksa putri ku dengan terus melahirkan anak mu kan,kasih dia waktu untuk bebas,kita sudah mengambil kebebasan nya,untung saja mereka menikah pada lingkaran keluarga,kalau mereka berjauhan pasti akan terasa beda,,,yang dulu nya bersahabat terpisah karena pernikahan...soalnya usia mereka belum dewasa saat kita menikahi nya" jelas Bagas....


" yang lebih beruntung aku,,sekali tepuk langsung dapat bonus,niatnya beli rumah karena ingin move on,langsung di beri bonus istri secantik Intan" Ujar Bram menyeruput kopi nya


" berarti itu jodoh om, hilang satu tumbuh seribu" goda Arkan


" hey aku lupa cerita kalau kemarin saat di Jakarta aku bertemu dengan Mela Gas,,dia terlihat lebih tua dari usianya" ucap Bram


" Mela cinta pertama mu?" ujar Bagas menyakinkan


" dulu,,,saat ini Intan cinta pertama dan terakhir"


" mana bisa begitu,,kau lupa kalau kau mencari Mela kerumah nya dan di hajar oleh orang suruhan ayah nya,lalu aku yang menunggu mu di rumah sakit bersama almarhumah Karin" ingat Bagas


" apa belum bisa di katakan cinta pertama,,jangan menampik nya Bram" lanjut Bagas

__ADS_1


" tapi saat ini sudah tak ada lagi cinta untuk nya,aku hanya sedikit prihatin mendengar cerita hidup nya yang di tinggal suami karen meninggalkan"


" jangan terlalu kasihan om,nanti bisa berakibat fatal, perempuan itu lebih tajam insting nya...mereka lebih peka kalau suaminya sedang berbohong" ucap Arkan yang ingat akan kisah nya mengasihani Sinta


"hahaha...itu kisah mu,makanya jangan memberi cela pada Mantan,karena sama saja memancing macan dari tidur nyenyak nya" ejek Bagas yang juga tau akan kisah pertengkaran menantu dan anak nya itu


" om tidak seperti mu kan,om tidak akan memberikan celah untuk siapapun bisa masuk ke rumah tangga om,mau itu mantan pacar atau pun mantan istri" ucap Bram menatap Bagas


" hey...jangan menyindir ku aku dan Karin hanya terlibat persoalan Naura tidak lebih,jika tidak karena ada nya Naura aku juga tidak mau berurusan dengan mantan Istri" tegas Bagas


" siapa yang menyindirmu tuan,hanya menatap saja" elak Bram


"aku juga tidak memberikan celah Om,hanya kecelakaan saat itu,cara menjelaskan pada Naura aku masih mencari waktu,om sendiri bagaimana,nanti ketauan tante Intan bisa gawat"


" sudah om cerita kan,,agar tidak ada masalah kemudian hari"


" aku salut pada mu Bram sebelum terjadi sudah mengatasi" puji Bagas


" aku tak ingin Gagal lagi Gas,,cukup kegagalan kemarin di jadikan pelajaran, jangan sampai pisang berbuah dua kali" gelak Bram


" Intan masih terlalu labil,sifat nya tak jauh beda dari Naura,hanya saja dia berasal dari keluarga yang tidak terlalu kaya,jadi manja nya masih bisa di atasi,saat ini saja dia sudah berusaha menjadi dewasa dan memahami ku,aku salut pada kegigihan nya,,dia berusaha bangun pagi hari untuk menemani ku sarapan,atau sekedar memasangkan dasi ku" jelas Bram


" apa bedanya dengan Naura om,hidup menjadi anak orang kaya dan di penuhi seluruh keinginan nya,saat menikah mencoba belajar masak demi menyenangkan suami"ungkap Arkan


" karena itu kita harus bersyukur di berikan istri remaja tapi mencoba mengimbangi kita yang tua ini, sebenarnya itu tidak mudah tetapi mereka tetap berusaha,jadi bekerja keras untuk membahagiakan mereka seperti nya balasan setimpal untuk para perempuan itu" sahut Bagas


"iya....biarkan mereka menikmati tidur nyenyak selama belum berangkat bulan madu,aku yakin itu hanya alibi mereka mengecoh kita dengan alasan datang bulan" tebak Bram


" setelah di Bali kita kurung seharian " lanjut Bram tertawa keras


" husf....Raka dan Daffa tidur Om,,sudah aku mau masuk dulu....nanti obrolan nya kemana-mana" sanggah Arkan segera pamit ke dalam kamar

__ADS_1


Bram langsung pulang dan Bagas menyusul masuk kedalam kamar untuk tidur....


__ADS_2