
Tami masuk kedalam kamar nya dan melihat Vino sudah bangun dan menatap pada nya.
" kenapa tak membangunkan ku yank?" tanya Vino
" sudah dari tadi aku bangun kan tapi kakak terlalu nyenyak,ayo bangun kita sarapan" ujar Tami
"semalam kalian kemana?" tanya Tami
Vino bangkit dan mengingat semalam setelah meminum minuman dari Bram dia sangat mengantuk
" yank,,kita semalam lagi di sini ya?" pinta Vino
" kenapa tidak langsung pulang saja kak?"
" tidak di sini dulu semalam"
***
" kalian apa kan kak Vino?" tanya Arini pada Bagas,Bram dan Arkan
Ketiga lelaki mapan ini sudah seperti terdakwa yang tertunduk di meja hijau
Intan dan Naura berdiri di sebelah Arini
" Tidak kami apa-apa kan bun,hanya memberikan kado yang pasti kalian juga suka"ucap Bagas
" kado apa?" tanya Intan
"Rumah yank,,,di depan rumah Arkan,kami membeli nya dan merenovasi,,tadi malam kami berikan pada Vino" jawab Bram
" jadi kita tetanggan by dengan Tami?" tanya Naura
" iya yank,makanya jangan nuduh sembarangan" ucap Arkan ketus
" aku tidak yakin kalau kalian tidak mengerjai nya,, feeling ku kuat..." tekan Arini
" ya ampun bun,kau terlalu curiga...kalian tanya kan langsung saja pad Vino,mungkin saja dia lelah karena pesta kemarin jadi tertidur pulas" sanggah Bagas
" baiklah kali ini aku percaya pada kalian,jika terbukti kalian bersalah hukuman nya puasa dua minggu" tekan Arini membuat ketiga Cs ini menelan air ludah nya takut
Arini, Naura dan Intan keluar kamar mereka menuju Ruangan keluarga yang ada di hotel tersebut
"aku yakin itu kerjaan mereka,tidak mungkin kak Vino pulang langsung tertidur" ucap Arini duduk di sofa
__ADS_1
" iya bun,semalam aku sudah tertidur Arkan keluar" ucap Naura
" ya.. kalau cuma memberikan kado bisa pagi ini,tetapi aku juga ikut senang bun,Tami bakal tinggal satu kompleks dengan kita,jadi nya bisa kumpul tiap hari" sahut Intan
" mereka sesekali harus kita beri pelajaran..." gumam Arini
" bagaimana cara nya bun?" tanya Naura
" malam ini kita cuekin mereka,kita tidur bersama....kapan lagi membuat mereka stres pisah tidur dengan kita" ucap Arini
" tapi aku nggak yakin bun,takut nya kita yang nggak bisa pisah dari mereka" jawab Intan
" hanya semalam ntan....pasti bisa" ucap Naura membujuk Intan walaupun dia sendiri tidak yakin akan bisa atau tidak
" oke tidur di mana?" tanya Intan
" di rumah ku saja,,kamar Tamu kan besar..." ucap Naura
" baik lah,,,kita malam ini tidur berlima" ujar Arini
" siapa lagi??"
" Daffa dan Raka" sahut Arini terkekeh
" pulang nanti kamu jangan mau di bujuk om Bram ntan,,, langsung kerumah Naura saja"ingat Arini
***
"Kami di dalam mobil dengan Oma,kalian satu mobil saja bertiga" ucap Arini
" kenapa bisa begitu,,,kita pergi sama-sama pulang juga harus sama-sama bun" sahut Bagas dan di angguki oleh dua CS nya itu
" kami ada keperluan sebentar" jawab Intan
" yank ..biar aku yang antar" ujar Bram
" tidak usah om,ini urusan wanita" Ujar Naura
" jangan lama-lama yank" ingat Arkan
akhirnya mau tak mau mereka melepaskan istri-istri pergi..
****
" kenapa mereka belum pulang?" tanya Bagas pada Bram yang sedang menunggu Intan di rumah Bagas begitu juga dengan Arkan yang menunggu Naura...
__ADS_1
" hubungi ponsel nya kan?" perintah Bram
Arkan mengambil ponselnya dan menghubungi Naura
" mereka di rumah ku om" ucap Arkan
" ayo kita susul" ajak Bagas
ketiga lelaki ini menuju rumah Arkan
" kenapa masih di sini bun,ini sudah malam tidak baik keluar malam-malam" ucap Bagas
" siapa yang keluar pih,kami menginap di sini" jawab Arini
" yank ....kita pulang saja,aku tak bawa pakaian ganti" ujar Bram
" kamu pulang saja mas,aku menginap di sini" sahut Intan
" kenapa tidak diskusi dulu yank,semalam aku nggak ngambil jatah lo kamu sudah tidur duluan masa malam ini puasa lagi" keluh Bram
" memang harus begitu mas,malam ini kami ingin tidur bertiga,,eh berlima dengan Daffa dan Raka, mengenang masa SMA kami dulu" jawab Intan
" kamu nggak bisa tidur nggak ada aku bun,,siapa yang tukang elus punggung kamu" bujuk Bagas
" bisa...di coba dulu pih" jawab Arini santai
" yank....nanti nggak ada yang usap perut nya kalau dedek nya nakal" kali ini Bram berusaha membujuk Intan
" kalau malam dia anteng mas"
" yank....kita belum pernah pisah tidur Lo yank" kini Arkan yang membujuk Naura
" pernah...waktu awal aku hamil Raka,kamu ingat kan aku di temani bunda"
" tapi malam nya bunda balik ke kamar papi,karna nggak bisa tidur" sahut Bagas cepat
" sudah-sudah intinya malam ini kami tidur bertiga dulu,,kalian juga tidur bertiga..ini hukuman kalian,," ucap Arini masuk kedalam kamar dan di ikuti Naura serta Intan
" bun...Yank....yank...." pekik mereka bertiga frustasi di tinggal istri
" ini ulah mu gas,,aku tidak mau ikut ide gila mu lagi" marah Bram
" kenapa menyalahkan ku,bukan nya kamu juga setuju" jawab Bagas kesal
" mana sudah Tiga hari aku puasa,malam ini puasa lagi" keluh Arkan
__ADS_1
" kamu kira papi nggak tersiksa jauh dari bunda,,sudah ayo kita coba tidur bertiga jangan saling menyalakan" ucap Bagas kesal berjalan kearah kamar Tamu Arkan yang pernah dia tempati dengan Arini kalau menginap di rumah Arkan...