Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
curhat


__ADS_3

makin kesini makin sedikit like nya....


dukung terus karya ku ya....vote dan like. 🙏🙏


***


siang ini seperti biasa nya Arini datang ke kantor suaminya untuk mengantar kan bekal makan siang...


Arini memang selalu menyempatkan diri jika ada waktu luang


" bun...mau yang itu.." tunjuk Bagas pada Tumis cah kakung yang di buat Arini


"jangan terlalu banyak pih nanti mengantuk" ujar Arini yang setia menyuapi bayi besar nya


ini


" kalau mengantuk tinggal tidur bun,kan ada kamu yang menemani"goda Bagas menaikan alisnya


" mesum....." pekik Arini kesal dan di balas dengan kekehan kecil dari Bagas


" bagaimana kelanjutan Intan dan Bram bun?" tanya Bagas

__ADS_1


" belum tau pih,aku belum bertemu Intan..kamu nggak nanya sama om Bram?"


" mungkin lancar bun,soalnya dia nggak ngerecokin aku lagi di kantor" ucap Bagas masih mengunyah makanan nya..


pintu ruangan Bagas terbuka membuat sepasang suami istri ini menoleh pada siapa yang dengan berani nya masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu...


" ssst.....maaf menganggu" ucap Bram yang tidak tau kalau sang nyonya sedang berada di kantor


" tidak masalah om,ini juga mau selesai" ujar Arini memberi suapan terakhir pada Suaminya dan Arini segera beranjak mencuci tangan nya


" enak bener ya yang punya bini,makan saja di suapin" sindir Bram


" makanya cepetan nikah,biar bisa manja-manjaan terus" ketus Bagas


" ck....aku pikir kau menjaga wibawa mu di kantor, ternyata aku salah...kau masih Bagas yang sama seperti yang aku kenal" ejek Bram


" tapi aku hanya melakukan pada Istriku, tidak dengan yang lain,hanya dia yang mampu mengalihkan duniaku,dan lagi kami melakukan nya di dalam kamar tidak mungkin di sofa ini, bisa-bisa di ganggu karyawan yang hendak menemui ku " jawab Bagas tersenyum


" ternyata kau sudah Bucin?"


" kau belum merasakan saja berpasangan dengan remaja,akan membuat mu selalu menjadi muda,apalagi saat masa-masa Pengantin baru, tidak akan pernah mau pisah, bisa-bisa kau lebih Bucin dari ku"cebik Bagas

__ADS_1


" bagaimana aku mau merasakan nya, baru saja akan memulai sudah ada saja masalah nya" keluh Bram


" ck...jadi kau kemari hanya ingin curhat tentang kehidupan mu yang malang itu,kau ini tampan,tajir tetapi kenapa selalu saja tidak beruntung masalah percintaan" ejek Bagas


Arini datang mendekati kedua pria dewasa ini dan duduk di sebelah suaminya


" seperti kau beruntung saja...!!! Arini saja yang matanya sedikit katarak mau dengan lelaki tua seperti mu" kali ini Bram yang mengejek Bagas


" hey..jangan salah menilaiku,justru lelaki tua ini yang memberikan segalanya untuk dirinya,dan lelaki tua ini sangat tau bagaimana memperlakukan seorang bidadari seperti istriku ini" ucap Bagas menarik Arini dan memeluk nya erat


" pih...malu..." bisik Arini


" biar dia lihat keromantisan kita yank,biar panas dingin dia...supaya cepat menikah...!!" goda Bagas melihat Bram


" bagaimana kelanjutan hubungan mu dengan Intan Om?" tanya Arini pada Bram


" itu lah yang ingin aku ceritakan Rin,Orang tua Intan tidak setuju kalau Intan berpacaran, seperti nya aku harus bekerja keras untuk meluluhkan hati calon mertua ku itu"


"tidak masalah om,itu bentuk perjuangan mu mendapatkan Intan"


" iya...jangan pengen nya dapat perawan tetapi tidak ada perjuangan nya,," potong Bagas

__ADS_1


" yang polos lebih banyak perjuangan nya Bram, dulu aku juga begitu,hampir putus asa menunggu jawaban Keluarga nya" Bagas mencolek hidung Arini gemas "tapi sekarang kamu bisa lihat kan,aku menantu kesayangan nya" ucap Bagas bangga dan sambil tertawa


" ya..iya lah kesayangan...orang cuma baru kamu menantu ibu" potong Arini membuat Bram tertawa mengejek...


__ADS_2