Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cemburu buta


__ADS_3

" pih...minggu besok jadi kerumah Oma Surti" tanya Naura saat mereka sudah di ruang TV menikmati acara tontonan nya


" jadi bun??" tanya Bagas menatap Arini


" jadi..." jawab Arini cepat


" Tami sama Intan mau ikut bun" ucap Naura


" ya ajak Aja ra,asal jangan si siapa itu nama nya" ucap Bagas malas menyebut nama Arkan


" Arkan" potong Arini


" ck...hafal betul kamu yank namanya" kesal Bagas yang tidak mau menyebut malah Arini yang menyebut


" adeh......sudah deh yank jangan mulai" ucap Arini


" siapa yang mulai,kamu yang bilang"


"ya sifat cemburu nya kumat lagi" batin Arini

__ADS_1


jangan sampai salah ucap karena kalau salah-salah bisa-bisa bagas mengamuk dan berantakan semua acara yang sudah di pikirkan oleh Arini


Naura hendak ikut menimpali tetapi di beri kode dengan Arini agar diam,karena saat ini Bagas tidak bisa di pancing bisa-bisa meledak,berbicara dengan Bagas tentang lelaki harus extra hati-hati dan mencari waktu yang tepat...


Bagas berjalan ke ruang kerjanya.dan sedikit membanting pintu..


" astagfirullah" ucap Arini mengusap dada nya


" yang sabar ya rin,sifat Bagas terkadang memang begitu,dia tidak bisa mengontrol emosinya saat cemburu semoga kamu bisa bersabar menghadapi nya" nasehat oma


" iya ma, inssallah sebisa mungkin aku akan mengerti mas Bagas,bagi ku asal jangan main tangan dan perempuan saja masih bisa aku atasi" jawab Arini lembut


" untung saja Bagas memiliki istri seperti mu,kalau tidak oma tidak akan tau ntah bagaimana jadi nya rumah tangganya"


" kamu itu main potong saja orang tua bicara" omel oma


***


sudah pukul 10 malam Bagas tak juga kunjung keluar dari ruang kerjanya,Arini masih menunggu di depan ruang keluarga

__ADS_1


" oma tidur dulu sayang,sudah malam,kamu juga tidur gih,nggak baik ibu hamil tidur malam-malam" ingat oma


"iya ma, sebentar lagi" sahut Arini


oma.sudah masuk kedalam kamar,kalau Naura jangan di tanya jam 8 lewat tadi sudah naik keatas..


Arini terbaring di depan TV menunggu Bagas tak juga kunjung keluar,ingin rasanya menghampiri tapi takut kalau Bagas masih marah


Akhirnya Arini tertidur di sofa


Bagas keluar jam 11 lewat,karena dia harus mengecek laporan kantor yang tadi dia tinggal akibat Arini memintanya pulang cepat


Bagas tak melihat lagi kearah sofa dia langsung masuk ke dalam kamar,di lihat nya kamar kosong,di buka nya kamar mandi,tidka juga menemukan Arini,lemari pakaian pertama kali di buka Bagas,masih lengkap susunan pakaian Arini membuat Bagas menghela nafas lega dan segera berlari keluar,saat hendak naik ke lantai atas matanya tertuju pad ruang keluarga.


Arini meringkuk kecil di atas sofa,Bagas segera menghampiri Arini dan mengangkat nya pindah kekamar


" kamu hampir saja membaut ku gila sayang" bisik Bagas saat membaringkan tubuh Arini di ranjang


" maafkan sifat ku yang terlalu cemburu,aku takut kau meninggalkan ku,karin saja yang usianya tidak muda lagi bisa berpaling dari ku,apa lagi kamu yang masih sangat muda,aku takut....karena sangat mencintai mu" gumam Bagas kecil sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Arini

__ADS_1


"I love you" bisik nya ikut berbaring di sebelah Arini


Arini menarik sudut bibirnya tipis,mendengar ucapan Bagas, sebenarnya dia sudah bangun saat Bagas menggendong nya tetapi Arini enggan membuka mata,karena masih sedikit kesal oleh ulah cemburu buta Bagas tetapi saat mendengar langsung dari mulut Bagas Arini jadi tau Alasan mengapa Bagas terlalu cemburu,ternyata takut akan kehilangan dirinya...


__ADS_2