
hari yang di nanti pun tiba Arini dug dug kan menunggu di dalam kamar rias yang sudah di sediakan di dalam gedung tersebut
Suasana gedung tampak ramai keluarga dekat dari pihak Bagas dan Arini berkumpul di sana dan para tetangga serta tamu undangan dari Bagas.
Bagas duduk di depan penghulu dan Ayah Arini,terlihat wajah tegang Bagas walaupun ini untuk kedua kalinya Bagi Bagas tetap saja wajah tegang nya tidak dapat di sembunyikan,dulu dia menikahi mami Naura karena perjodohan berbeda dengan Arini wanita yang sangat di cintai nya.
" duh....bunda nya aku tegang banget deh" goda Naura
Arini tersenyum malu dengan godaan anak sambungnya ini
" tapi kamu benar-benar cantik banget beb,Aura nya keluar gitu,udah cocok banget jadi bunda,jadi nggak sabar nih punya adik" Naura tak henti-hentinya menggoda Arini
" Ra,,, Jangan di goda terus Arini nya" ucap Rindu yang juga ada dikamar tersebut
Mereka menunggu Arini,karena sesudah proses ijab qobul baru Arini bisa di bawa keluar untuk bertemu dengan pengantin pria
"saudara Bagas Atmadja apakah anda siap?" tanya pak Penghulu
" siap pak" jawab Bagas Tegas
Pak Bastian mengulurkan tangan untuk segera menikahkan Putri nya
" saya terima nikah dan kawinnya Arini Estian Putri Binti Bastian dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang senilai 200 juta dibayar tunaiii...." dengan satu tarikan nafas Bagas melafalkan ijab qobul nya
" bagaimana para saksi Sah??"
__ADS_1
"Sah..." tepukan tangan bahagia bergemuruh di ruangan tersebut
tetesan Air mata menggenangi wajah ibu Surti karena anak perempuan satu-satunya kini telah menjadi milik orang lain,harus meninggalkan rumah mereka...
Baru kemaren rasanya dia melahirkan putri cantik nya kini sudah menjadi seorang istri..
Arini di bawa keluar oleh Rindu dan Naura,semua mata tertuju pada Arini,dibalut kebaya putih sangat cantik di kulit putih Arini,bak menjelma seperti Barbie Arini jalan dengan lambat...
disalaminya Bagas yang sekarang telah menjadi suaminya,Bagas mencium kening Arini lembut..
" sayang....kamu cantik sekali" bisik Bagas
wajah Arini merona seketika menahan malu
" Sayang,selamat datang di keluarga kami" ucap Oma
" terimakasih oma sudah mau menerima ku,sebagai menantu" ujar Arini menahan rasa harunya
" tidak akan ada yang bisa menolak perempuan cantik dan baik seperti mu,Bagas sangat beruntung bisa mendapatkan mu"
" terimakasih oma" Arini memeluk mertua nya ini
setelah acara Sungkeman berakhir di lanjutkan acara adat lalu kedua pengantin baru ini di bawa keruang hias untuk berganti baju,karena acara resepsi akan dimulai satu jam lagi...
__ADS_1
dibantu oleh penata hias Arini dan Bagas berganti pakaian lalu mereka siap naik di atas pelaminan...
dengan senyum yang tak berhenti di sudut bibirnya Arini dan Bagas menyalami tamu yang ikut berpartisipasi dalam hari bahagianya..
"sayang....capek?" tanya Bagas melihat raut wajah Arini sudah kelelahan
" sedikit sengal pih" jawab nya
tamu mereka cukup banyak karena kolega-kolega bisnis Bagas datang semua,Arini dan Bagas cukup lama berdiri menyalami tamu
" sepatu nya di buka saja sayang,kasian kaki mu" bisik Bagas
" masa Penganti nyeker pih,malu ah"
"tapi aku tidak tega melihat mu meringis menahan sakit,enak kalau nahan sakit di tempat tidur,ini di atas pelaminan,lama sekali malam..." ucap Bagas pelan
Satu tepukan mendarat di lengan Bagas,Arini terlihat kesal bagaimana bisa suaminya berbicara vulgar dengan santainya diatas pelaminan..
" kalau bawahan mu tau kelakuan mesum bos nya pasti mereka tidak akan segan lagi padamu" ucap Arini kesal
" tidak akan ada yang tau,aku hanya mesum padamu sayang" bisik Bagas di ikuti cengiran
nya
__ADS_1