Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cara sendiri


__ADS_3

" kami sedang Liburan tan,tante sendiri kenapa di sini?" tanya Arkan


" tante sudah lama menetap di sini sejak perpisahan ku dan Om mu"


" suami tante di sini?" tanya Arkan lagi


" sejak berpisah dari Bram aku tak menikah lagi Kan,ada sesuatu yang membuat ku tak bisa menikah,aki mengidap penyakit serius Kan,tak kan ada lelaki yang mau menikah dengan ku tulus,bodohnya aku dulu malah memilih berpisah dari Bram, padahal om mu tipe lelaki setia dan bertanggung jawab" sesal Monica


" tak baik menyesali takdir tan,,kini Om Bram sudah menikah lagi dan memiliki anak kembar yang lucu" jelas Arkan agar Monica tak berharap lagi pada Bram


" oh ya,,wah pasti anak nya tampan seperti Bram, beruntung perempuan yang mendapat kan hati Bram"


" memang penyesalan datang nya selalu belakangan Tan"


"aku jadi penasaran perempuan seperti apa yang bisa meluluhkan hati Bram?"


" yang jelas dia cantik dan berkelas apalagi sejak menikah dengan om Bram yang memanjakan nya dengan semua fasilitas dan barang branded sudah dapat di bayangkan bagaimana rupa istrinya" ucap Arkan sengaja memanasi Monica


" kalian menginap di mana?" tanya Monica


" di depan sana,,aku permisi dulu tante,istriku sudah lama menunggu " ucap Arkan pergi membayar belanjaan nya


***

__ADS_1


" kenapa lama sekali by,jangan bilang kau melihat-lihat perempuan sini" tuduh Naura


" memang benar yank,aku bertemu perempuan tadi" jawab Arkan


Naura seketika melotot kan matanya


" jangan marah dulu yank,aku bertemu mantan istri om Bram"


" apa????" pekik Naura tak percaya


" hufs.....jangan teriak-teriak ini masih siang di kira orang aku tak tau jam membuat mu berteriak" goda Arkan menutup mulut Naura dengan telapak tangan nya


" hmm....pengap by" Naura menepis tangan Arkan


" jangan sampai mereka tau yank,aku kasihan pada Om Bram,kesini untuk liburan tetapi malah pertengkaran yang akan terjadi"


" kau kira tante intan itu wanita bar-bar,dia punya cara sendiri untuk mendepak pelakor murahan di luar sana...kami bukan wanita yang memecahkan masalah dengan kekerasan....itu sama sekali tidak elegan" ucap Naura kesal


" lalu???"


" banyak cara membuat pelakor di luar sana mati kepanasan,dan satu lagi kalian suami sah kami,jadi kami lebih berhak atas diri kalian,jadi ikuti alur permainan kami,toh ini juga ulah kalian para suami yang dulu nya punya masa lalu kelam" tegas Naura lalu masuk kedalam kamar mandi


" kelam apa nya,, seperti penjahat kelas kakap saja" gerutu Arkan

__ADS_1


" aku harus cepat memberi tau tante Intan,agar masalah ini segera di diskusikan dulu dengan bunda,nanti malah tante Intan bertemu sendiri,dia belum ada bekal untuk penyerangan" gumam Naura tak jelas di dalam kamar mandi


***


" yank...malam kita tak udah keluar terlalu jauh ya,,di sekitar hotel saja, aku takut terjadi apa-apa pada kandungan mu" ucap Rangga memeluk pinggang Kirana


" tapi sore ini kami sudah janjian untuk melihat sunset beb"


" sebelum magrib kita pulang, sesudah magrib baru berkumpul kembali,tapi tidak sampai malam yank" ingat Rangga


" baiklah....yang jelas masih bisa jalan" Ujar Kirana mencium pipi Rangga


***


" Anak ayah sudah wangi" ujar Vino mencium pipi gembul Vita


" yah,,jaga vita aku mau mandi sebentar" ucap Tami meninggalkan ayah dan Anak ini


" yank,tadi ponsel mu bunyi terus,Naura yang menelpon"


" kenapa tidak di angkat??" tanya Tami


" sudah,dia ada perlu dengan mu" sahut Vini

__ADS_1


" nanti aku hubungi kembali,paling juga tidak sabaran untuk menggosip" gumam Tami masuk kedamaian kamar mandi


__ADS_2