Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
keliling


__ADS_3

pagi ini pasangan pengantin baru dan lama ini sudah bersiap,tak ketinggalan Naura dan Arkan mereka ingin berbelanja keliling pasar hari ini...


sedangkan Adinda dan Rangga sudah pergi dari tadi ntah kemana


" Tam ayo ikut?" ajak Arini yang kasihan melihat Tami kalau di tinggal sendiri


" Tami akan jalan dengan ku Rin hari ini" jawab Vino cepat


Arini dan Bagas saling berpandangan,begitu juga dengan Bram dan Intan...mereka seolah berbicara dengan bahasa mata sambil tersenyum tipis


" kemana?" tanya Naura yang tidak mengerti dengan tatapan Arini dan Intan


" hmmmm, sekedar jalan saja" sahut Vino


" ayo cepat pih,,makanan nya nanti saja di lanjutkan" ucap Arini menarik Bagas karena takut mengganggu Vino dan Tami


begitu juga dengan Intan menarik Bram yang masih menyeruput teh nya


" yank...belum habis" keluh Bram dan di hadiahi pelototan tajam oleh Intan


" yank,,ayo...." ajak Arkan yang paham maksud Arini dan Intan


" belum habis by rotinya" keluh Naura


Arkan menarik roti Naura dan menyuapi istrinya ini sepanjang jalan keluar Villa


" tega kamu by memberikan makanan untuk istrimu sambil jalan" kesal Naura


" mau bagaimana lagi yank,,tatapan kedua ibu peri ini lebih menyeramkan" tunjuk Arkan pada Arini dan Intan


" kenapa sih bun?" tanya Naura penasaran


" nanti saja ceritanya,ayo kita belanja dulu hari ini,aku ingin puas-puasin hari ini,besok kita istirahat seharian dan Lusa sudah pulang" ucap Arini


" mau di tambah lagi liburan nya?" tanya Arkan


" tidak....." jawab Bagas dan Bram bersama


" kenapa pih,om?" Tanya Naura


" suami kamu enak,pergi Liburan papa nya yang mengurus kantor kalau papi siapa?"


" kan ada Aska..." jawab Arini


" anak itu tidak bisa di andalkan sepenuhnya bun,apalagi saat ini dia sedang menggila ingin menikahi Iren tetapi terkendala restu,mana fokus dia,bulang liburan bisa bangkrut perusahaan ku" jelas Bagas


" apa bedanya dengan ku Gas,saat ini hanya mas Surya yang sesekali datang membantu memantau,,,semua pekerjaan aku ganti tanggalnya berharap pada Kak Vino ternyata dia sudah terkena bujuk rayu mu duluan" sindir Bram


" sudah.... selesai kan dulu misi kita di sini, setelah itu baru mencari uang lagi" potong Arkan

__ADS_1


***


" kenapa tiba-tiba mengajakku jalan kak?" tanya Tami


" agar kau tak bosan di sini Tam,,ayo temani aku berkeliling Bali hari ini" ajak Vino


Vino dan Tami berangkat....


" Tam,,bisa aku minta sesuatu?" tanya Vino menatap Tami


" apa?" jawab Tami yang sudah grogi di tatap Vino


" hari ini hilangkan semua beban pikiran mu,lepaskan status mu....kamu bebas hari ini tanpa ada yang melarang,tanpa ada embel-embel tunangan" ucap Vino


" kenapa begitu kak?"


" nanti kau lihat perbedaan nya,kalau kamu bisa menjalani hari ini berarti kamu bisa melepaskan Rangga" jelas Vino


" baiklah akan ku coba" ucap Tami


" kamu mau es crem?" tawar Vino


" aku bukan anak kecil yang biasa merajuk di bujuk pakai es krim" ucap Tami tersenyum



" aku tidak membujuk mu,tapi hanya mencoba memahami kesukaan mu,biasanya para gadis sangat suka di beri kan es crem,apa lagi coklat" ucap Vino mengangkat alisnya


" kalau begitu kita cari...go...." ujar Vino menarik tangan Tami


"seperti nya warung makan itu bisa kita coba" tunjuk Vino pada salah satu warung pinggir jalan yang menyediakan berbagai menu makanan pedas


"boleh...." sahut Tami yang melangkah kaki nya duluan kedalam


Tani memesan beberapa menu makanan pedas, ternyata Vino juga menyukai nya..



" kau harus banyak makan,karena beban hidupmu terlalu banyak" canda Vino


" hahaha.....nanti aku bisa gendut kak,Pulang dari sini mama tak mengenali ku" ujar Tami menimpali candaan Vino


" hey.....aku perlu bertemu dengan mama mu?" ucap Vino


" kenapa kak?"


" karena harus berterima kasih padanya karena sudah melahirkan sahabat secantik dirimu" gombal Vino


wajah Tami merona seketika mendengar gombalan receh Vino

__ADS_1


" seperti nya setelah pulang dari sini kakak harus mengantar kan ku deh" ujar Tami


" kenapa?"


" biar mama ku juga bisa berterimakasih pada kakak karena sudah membuat anak nya tak galau lagi" goda Tami


" boleh....boleh..... seperti nya ide bagus" mereka tertawa bersama


mereka makan masih dengan candaan nya,,,


" huf...kenyang nya kak,,"


" jangan bilang aku harus menggendong mu saat ini" ucap Vino


" kenapa??tidak mau menggendong gadis secantik aku"ujar Tami bangga


" bukan...aku harus mengumpulkan tenaga untuk menggendong calon istriku saat malam pertama" jawab Vino cepat


" memang nya kakak sudah bertemu calon istri yang tepat?" tanya Tami penasaran


" sudah....bahkan saat ini sangat dekat,hanya menunggu waktu yang membawa nya pada ku,aku yakin dia tak akan menolak pesona ku" ucap Vino percaya diri


" hmmm...aku akui kalau kak Vino cukup tampan,bahkan bisa di katakan mapan dalam urusan Karir tapi aku tidak yakin kalau kak Vino beruntung soal cinta,buktinya sampai saat ini belum menikah" ejek Tami


mereka keluar dari warung nasi tersebut


" masih menunggu waktu semua itu butuh proses" sahut Vino mengacak rambut Tami gemas


"menunggu waktu atau kakak tidak punya nyali" ejek Tami lagi


" ayo duduk di sana" ajak Vino menarik tangan Tami dan duduk di bawah pada pohon rindang


Vino menatap Tami tersenyum yang di tatap pun semakin malu,Tami yang salah tingkah mengeluarkan novel dari tas nya,,


" apa ini" tanya Vino menarik buku tersebut dan tersenyum melihat judul Novel nya


" kebanyakan baca novel cinta,jadi sering Baper kan...!!" tebak Vino


" tidak....justru semakin memahami arti kesetiaan dalam novel tersebut,tidak akan ada pengkhianatan jika sudah cinta" ucap Tami



Vino semakin menatap Tami tersenyum simpul


" jika ada lelaki yang berani menjanjikan kesetiaan apakan akan kamu terima?" tanya Vino


" tergantung....kalau dia bisa membuat jantung ku berdegub kencang akan aku terima" jawab Tami asal


Vino menggeser duduk nya mendekat pada Tami dan mendekat kan wajah nya semakin dekat,,jantung Tami berpacu dengan sangat kencang membuat Vino pun bisa merasakan nya karena jarang mereka yang dekat...

__ADS_1


" sadari sendiri....." bisik Vino ke telinga Tami lalu sedikit menjauh...


"ayo jalan lagi,masih banyak yang harus kita lihat" ajak Vino memberikan tangan nya pada Tami untuk bangkit....


__ADS_2