
Intan terisak menangis di ranjang kamarnya,siang ini Bram membatalkan semua jadwal nya karena melihat mood intan yang buruk...
" yank,,sudah lah...omongan Mela tidak usah di pikirkan" bujuk Bram
" tapi sampai saat ini aku juga belum hamil mas" isak Intan
" kita baru beberapa bulan menikah yank,masih menikmati masa pengantin baru, biar saja dulu..."
" tapi bunda Arini dan Naura langsung hamil sesudah menikah,,,"
" tiap orang kan beda-beda yank,lagi pula kan aku tidak pernah mempermasalahkan nya"
" kamu memang tidak tapi mama mu pasti akan bertanya,dia sangat mengharapkan nya" ucap Intan masih menangis
" aku takut mas,,takut tidak bisa hamil,tidak bisa memberikan mu keturunan" isak Intan lagi
" yank...ada atau pun tidaknya anak,aku tetap mencintaimu tak akan menduakan mu apalagi meninggal kan mu" Bram menarik Intan ke pelukan nya dan mencium kening perempuan yang amat di cintai ini
Tangisan Intan sedikit melemah karena dekapan Bram
" sudah...jangan menangis lagi,aku mencintaimu" bisik Bram
Intan memeluk Bram erat
" yank...susah nafas aku nya...!!!" seru Bram pelan dan Intan sedikit melonggarkan pelukannya tanpa mau melepas...
" sial perempuan itu,sudah membuat Intan ku bersedih" batin Bram geram
" mas....antar aku kerumah mama" pinta Intan
" jangan sekarang yank,, weekend saja bagaimana?" tawar Bram
" kamu mau kekantor lagi?" tanya Intan
Bram menggeleng cepat
__ADS_1
" lalu??"
" mau menemani mu sore ini" bisik Bram menggigit daun telinga Intan
" mas geli" rengek Intan manja
" aku mau sekarang yank,,sudah beberapa hari ini puasa karena terlalu sibuk"
" salah siapa yang pulang larut malam" cebik Intan
" ini untuk mu yank,untuk mu selalu bisa shopping dan beli barang-barang mewah" jawab Bram mulai melucuti semua pakaian nya dan Intan
" yank....tapi aku tadi senang kamu bisa membalas perempuan itu" ucap Bram sambil mencium leher Intan
" pelakor memang harus di basmi mas,aku tak suka milik ku di ganggu apa lagi itu su-ami-ku" ucap Intan terbata menahan nikmat
" belajar dari siapa kamu kata-kata nya yank?" tanya Bram mulai menghisap squishy kesukaan nya
" aah.....bun-da Ari-ni"
" mas.....jangan di gigit...."
" gemes yank,," jawab Bram sekena nya
Bram memasukan junior nya pada milik Intan dan memompa nya pelan
" mas....." desah Intan tak beraturan
" yank....buka sedikit pahanya" pinta Bram menekan kuat
Intan yang berada di bawah kukungan Bram memejamkan matanya menikmati permainan suami nya ini..
Bram mempercepat permainan nya,dan ambruk di atas tubuh Intan...
" mas,,minggir dulu,,berat" keluh Intan
__ADS_1
Bram mengadahkan kepala nya dan mencium bibir Intan,,
" aku suka bibir mu yank,jangan menangis' lagi,lihat mata mu terlihat sembab,,hanya karena perempuan tak jelas itu kau menangis" kesal Bram mengingat Mela
" mas,,apa kamu pernah bermain dengan nya?" tanya Intan tiba-tiba
" hey....aku tak sehina itu, melakukan nya tanpa menikah " jawab Bram menyentil kening Intan
" jadi tadi kenapa dia bilang kamu memuja tubuh nya" Intan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya
" itu hanya akal-akalan nya untuk membuat mu marah pada ku" Bram menarik Intan dia atas tubuh nya
"kalau dengan mantan istri mu?" tanya Intan
" aku tidak munafik yank,aku lelaki normal ada beberapa kali,saat awal menikah, setelah itu tidak pernah lagi,kalau tidak salah dua-tiga kali yank,tidak sesering dengan mu" cium Bram pada bibir yang membuat nya candu itu
Intan menggeser bagian bawah nya pada junior Bram
" yank...kamu mulai nakal" ucap Bram serak
" kali ini aku ingin menikmati saja, tidak ingin bekerja"
" baiklah,,biarkan aku yang bekerja " Intan ******* rakus bibis Bram dengan menggoyangkan pinggulnya di bawah sana
Bram sangat menikmati permainan istri nya yang sudah tak polos lagi...
Masih terselip rasa cemburu pada ucapan Mela tadi tetapi Intan tak mau menanyakan lebih pada Bram hanya memicu rasa sakit hati nya,,,Intan terus menggerakkan pinggulnya dalam, membuat Bram merek-merek dan sesekali menghisap yang bergantung di depan nya,,,
"hufss....." Intan menghela nafas panjang karen kelelahan bermain di atas
" capek...." Bram mencium kening Intan yang masih berada di atas tubuh nya
" hmmm....." Intan menutup matanya tak berselang lama terdengar dengkuran halus
Bram mendekap erat tubuh polos istrinya itu
__ADS_1
" jangan takut,aku selalu mencintaimu" bisik Bram tersenyum mengingat permainan istrinya tadi yang mulai pintar....