
pagi ini Bagas sudah bersiap-siap dengan menarik koper kecil nya..
" mau kemana pih?" tanya Naura saat mereka sudah di meja makan
" ke Jakarta ra,,kamu jangan pulang dulu,temani bunda di rumah papi pergi paling lama dua hari,ada proyek yang sedang bermasalah di sana,jadi papi harus datang meninjaunya...."jelas Bagas
" ya...tapi hari ini aku harus menemui mami sebentar pih,dari kemarin dia menghubungi ku,Arkan tidak enak hati untuk menolak nya" terang Naura sambil mengambilkan bubur Ayam untuk Arkan
" Ya,tidak masalah asalkan kalian selalu waspada pada Karin" ungkap Bagas
" iya pih...." jawab mereka serentak
Arini dan Daffa mengantarkan Bagas sampai kedepan teras
" papi pergi dulu ya sayang" ucap Bagas mencium gemas pipi Daffa
__ADS_1
" bun,aku titip anak-anak kita ya,, hati-hati di rumah,,kalau nggak penting jangan keluar bun,soalnya aku jauh nggak bisa langsung datang nemuin mu" pesan Bagas pada Arini dan mencium kening istrinya ini
" iya pih,papi juga hati-hati di sana,jaga pandangan,jaga hati dan jangan lupa Sholat.." ucap Arini mencium pipi Bagas
dengan melambaikan tangan nya Arini melepas kepergian suaminya,,ada rasa sesak karena baru kali ini di tinggal,matanya sudah berkaca-kaca,tetapi sebisa mungkin dia tahan karena malu kalau kelihatan Naura dan yang lain nya...
" mewek bun" goda Naura
" kamu belum tau rasa nya di tinggal Arkan sih,apalagi kami nggak pernah pisah" ucap Arini masuk kedalam kamar nya
****
Siang ini Naura dan Arkan sudah menunggu kedatangan Karin di kafe yang sudah mereka janjikan..
" sudah lama menunggu ra" tanya Karin
__ADS_1
" belum mi,baru juga datang,mami mau pesan apa?" tanya Naura
" apa saja...mami tidak ada pantangan,sama kan saja menu nya" jawab Karin santai
selesai menghabiskan makanan nya Karin langsung berbicara maksudnya pada Naura
"ra,kalian bisa menolong mami?" tanya Karin
" apa mi?"kali ini Arkan yang menjawab
" mami minta tolong untuk memperkerjakan Adik Naura di kantor Arkan,karena kalau di kantor papi Naura itu tidak akan mungkin,sudah pasti Arini dan papi Naura menolak nya..Kirana sudah tamat sekolah mami tidak mampu untuk menguliahkan nya,dan satu lagi mami mau pinjam uang pada kalian,saat ini mami butuh uang untuk membuka usaha baru,kan kamu tau sendiri ra keuangan mami saat ini sedang tidak baik,mami butuh banyak modal untuk melanjutkan hidup" Karin sudah mengurai Air mata nya
Naura memandang Arkan,dia tidak tau akan memberikan jawaban apa,sejak menikah dengan Arkan Naura tidak pernah lagi memakai kartu dari papi nya, walaupun kartu tersebut tidak di tarik oleh Bagas tetapi Naura merasa tidak enak hati pada Arkan bila masih memakai uang dari papinya,jadi dia tidak bisa memberikan keputusan pada Karin..
Sedangkan Arkan juga bingung untuk memberikan jawaban apa,jujur dia tidak begitu mengenal Karin,ada rasa iba di hati Arkan melihat mertuanya menangis tetapi ada juga rasa ragu karena semalam Bagas sudah memperingati nya...
__ADS_1
" ra...tolong mami" Mohon Karin memegang tangan Naura yang diam membisu